h1

Bina Keluarga Samara

Oktober 4, 2007

Membina Keluarga Sakinah, Mawaddah Wa Rahmah (SaMaRa)

 

Banyak orang yang mendambakan kebahagiaan, mencari ketentraman dan ketenangan jiwa raga sebagaimana usaha menjauhkan diri dari sebab-sebab kesengsaraan, kegoncangan jiwa dan depresi khususnya dalam rumah dan keluarga.

Perlu diketahui hal itu tidak terrealisasikan kecuali dengan iman kepada Allah, tawakkal dan menyerahkan urusannya kepada Allah, tentunya dengan melaksanakan sebab-sebab yang telah menjadi sunatullah dan telah diajaran dalam syari’atNya.

 

Urgensi pembinaan rumah tangga islami.

Diantara hal yang terpenting yang mempengaruhi terwujudnya kebahagian pada individu dan masyarakat adalah pembinaan keluarga yang istiqamah diatas ajaran Rasululloh n . sebab Allah telah menjadikan rumah tangga dan keluarga sebagai tempat yang disiapkan untuk manusia merengkuh ketentraman, ketenangan dan kebahagiaan sebagai anugerah terhadap hambaNya. Untuk itulah Allah berfirman:

{ô`ÏBur ÿ¾ÏmÏG»tƒ#uä ÷br& t,n=y{ /ä3s9 ô`ÏiB öNä3Å¡àÿRr& %[`ºurø—r& (#þqãZä3ó¡tFÏj9 $ygøŠs9Î) Ÿ@yèy_ur Nà6uZ÷t/ Zo¨Šuq¨B ºpyJômu‘ur 4 ¨bÎ) ’Îû y7Ï9ºsŒ ;M»tƒUy 5Qöqs)Ïj9 tbr㍩3xÿtGtƒ ÇËÊÈ } [سورة الروم، الآية: 21]

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (QS. 30:21)

Dalam ayat yang mulia ini Allah firmankan: ($ygøŠs9Î) (#þqãZä3ó¡tFÏj9) bukan ( مَعَهَا#þqãZä3ó¡tFÏj9). Hal ini menunjukkan pengertian ketentraman dalam prilaku dan jiwa dan merealisasikan kelapangan dan ketenangan yang sempurna. Sehingga hubungan pasutri itu demikian dekat dan dalamnya seakan-akan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Allah jelaskan hal ini dalam firmanNya:

{  £`èd Ó¨$t6Ï9 öNä3©9 öNçFRr&ur Ó¨$t6Ï9 £`ßg©9 3 }[سورة البقرة، الآية: 187].

mereka itu adalah pakaian, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. (QS. 2:187)

Apalagi bila hubungan ini ditambah dengan pembinaan dan pendidikan anak-anak dalam naungan orang tua yang penuh dengan rasa kasih sayang.

Adakah nuansa dan pemandangan yang lebih indah dari ini????

Hal ini menjadi penting karena perintah Allah :

}يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ ناراً وقودها النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عليها مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدادٌ لاَّ يَعْصُونَ اللهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ{ التحريم / 6

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa ang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. 66:6)

Ini semua menjadi tanggung jawab kita semua, sebab kita semua adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggung jawaban sebagaimana dijelaskan dalam sabda Nabi n :

((كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالأَمِيْرُ رَاعٍ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ، وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَّةٌ عَلَى بَيْتِ زَوْجِهَا وَوَلَدِهِ، فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ)) متفق عليه

Kalian semua adalah pemimpin dan seluruh kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpin. Penguasa adalah pemimpin dan seorang laki-laki adalah pemimpin, wanita juga adalah pemimpin atas rumah dan anak suaminya. Sehingga seluruh kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpin. (MUttafaqun A’laihi)

Keluarga adalah institusi dan benteng terakhir kaum muslimin yang sangat diperhatikan para musuh. Mereka berusaha merusak benteng ini dengan aneka ragam serangan dan dengan sekuat kemampuan mereka. Memang sampai sekarang masih ada yang tetap kokoh bertahan namun sudah sangat banyak sekali yang gugur dan hancur berantakan. Demikianlah para musuh islam tetap dan senantiasa menyerang kita dan keluarga kita. Allah berfirman:

}وَلاَ يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّى يَرُدُّوكُمْ عَن دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا وَمَن يَرْتَدِدْ مِنكُمْ عَن دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُوْلَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَأُوْلَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ{ ([1]).

Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (QS. 2:217)

Hal ini diperparah keadaan kaum muslimin dewasa ini yang telah memberika perhatian terlalu besar kepada ilmu-ilmu dunia, namun lupa atau melupakan ilmu agama yang jelas lebih penting lagi. Ilmu yang menjadi benteng akhlak dan etika seorang muslim dalam hidup dan menggunakan kemampuannya dalam mengarungi samudera kehidupan yang penuh dengan gelombang ujian dan fitnah ini. Mereka lupa membina dirinya, keluarganya dan anak-anaknya dengan ajaran syari’at islam yang telah membentuk para salaf kita terdahulu menjadi umat terbaik didunia ini.

Memang muncul satu fenomena bahwa urgensi dan tugas orang tua sekarang hampir-hampir menjadi sempit hanya sekedar mengurusi masalah pangan dan sandang saja. Ditambah lagi bapak sibuk dan ibupun tidak kalah sibuknya dalam memenuhi sandang pangan dan mencapai karier tertinggi. Akhirnya anak-ank terantar dan tidak jelas arah pembinaan dan pendidikannya.

Padahal orang tua memiliki pengaruh besar dalam pembentukan dan pembinaan pribadi anak. Lihatlah sabda Rasululloh n :

 ((…. فأبَواهُ يُهودانه أو يُمَجِسانه أو ينَصِرانه)) ([2])

Lalu kedua orang tuanyalah yang membuatnya menjadi Yahudi atau nashrani.

Karena itu diperlukan pembinaan keluarga SAMARA diatas ajaran dan bimbingan Rasululloh n dan contoh para salaf sholeh terdahulu.

 

Pilar Pembinaan Keluarga Islami

Pilar perbaikan dan pembinaan keluarga SAMARA banyak sekali, diantara yang terpenting adalah:

1.      Iman dan Takwa kepada Allah.

Hal ini diwujudkan dengan komitmen terhadap Al Qur’an dan Sunnah, iman kepada Allah dan hari Akhir, konsisten dalam takwa dan muraqabah dan jauh dari kedzoliman dan merasa berat dalam mencari kebenaran. Allah berfirman:

{öNà6Ï9ºsŒ àátãqム¾ÏmÎ/ `tB tb%x. ÚÆÏB÷sム«!$$Î/ ÏQöqu‹ø9$#ur ̍ÅzFy$# 4 `tBur È,­Gtƒ ©!$# @yèøgs† ¼ã&©! %[`tøƒxC ÇËÈ çmø%ã—ötƒur ô`ÏB ß]ø‹ym Ÿw Ü=Å¡tFøts† 4 `tBur ö@©.uqtGtƒ ’n?tã «!$# uqßgsù ÿ¼çmç7ó¡ym 4 }[سورة الطلاق، الآية: 2 – 3].

Demikianlah diberi pelajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. (QS. 65:2-3)

 

Iman akan bertambah kuat dengan bersungguh-sungguh taat, ibadah dan saling menasehati antar pasutri. Perhatikanlah petunjuk Nabi n dalam sabdanya:

{رَحِمَ اللّهُ رَجُلاً قَامَ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّى وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّتْ، فَإِنْ أَبَتْ نَضَحَ فِيْ وَجْهِهَا الْمَاءَ وَرَحِمَ اللّهُ امْرَأَةً قَامَتْ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّتْ وَأَيْقَظَتْ زَوْجَهَا فَصَلَّى، فَإِنْ أَبَىْ نَضَحَتْ فِيْ وَجْهِهِ الْمَاءَ } ([3]) .

Semoga Allah merahmati seorang suami yang bangun malam lalu sholat dan membangunkan istrinya lalu iapun sholat. Apabila istrinya tidak mau maka ia memercikkan air diwajahnya dan semoga Allah merahmati wanita yang bangun malam lalu sholat dan membangunkan suaminya lalu suaminyapun sholat. Apabila suaminya enggan maka ia memercikkan air kewajahnya.

dengan demikian hubungan pasutri bukan sekedar hubungan materi keduniaan semata atau seksual namun ia juga hubungan rohani yang mulia. Ketika hubungan ini benar-benar terjadi dan sesuai syari’at maka ia akan berujung pada kehidupan akherat. Allah berfirman:

{àM»¨Zy_ 5bô‰tã $pktXqè=äzô‰tƒ `tBur yxn=|¹ ô`ÏB öNÍkɲ!$t/#uä öNÎgÅ_ºurø—r&ur öNÍkÉJ»­ƒÍh‘èŒur (}[سورة الرعد، الآية: 23].

(yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuk kedalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya, (QS. 13:23).

 

 

2.      Baik dalam pergaulan (Mu’asyarah Bil Ma’ruf)

Diantara yang dapat menjaga hubungan baik pasutri adalah pergaulan yang baik. Hal ini tidak terealisasikan kecuali dengan pengetahuan pasutri tentang hak dan kewajibannya. Mencari kesempurnaan dalam rumah dan keluarga tidak mungkin dan bercita-cita menyempurnakan sifat-sifat keluarga juga perkara yang sangat jauh dan sulit. Namun bagaimana peran pasutri dalam menjaga keutuhan rumah tangganya?

 

2.1  Peran suami dalam menjaga keutuhan rumah tangga dan pergaulan yang baik.

Suami sebagai kepala rumah tangga dituntut untuk menahan diri bersabar lebih banyak dari wanita. Mesti mengetahui wanita itu lemah dalam pisik dan akhlaknya. Sehingga dalam meluruskannya diperlukan cara yang terbaik. Sebab memaksakannya dapat mengantar pada perceraian. Rasululloh n memberikan arahan dala sabdanya:

{وَاسْتَوْصُوْا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا فَإِنَّهُنَّ خُلِقْنَ مِنْ ضِلْعٍ، وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلْعِ أَعْلاَهُ، فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيْمُهَ كَسَرْتَهُ، وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَج فَاسْتَوْصُوْا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا } ([4])

berlemah lembutlah kepada wanita, karena mereka diciptakan dari tulang yang bengkok dan sungguh yang paling bengkok dari tulang tersebut adalah yang paling atasnya. Apabila kamu meluruskannya maka kamu telah mematahkannya dan bila kamu biarkan maka ia terus bengkok. Maka berlemah lembutlah kepada wanita.

karenanya suami harus ingat sisi baik istrinya bila mendapatkan kekurangan padanya. Sebagaimana diingatkan Rasululloh n :

{ لا يَفْرَكُ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ } ([5])

Janganlah seorang mukmin membenci mukminah, apabila ia tidak menyukai satu prilakunya maka ridho dengan yang lainnya.

demikian juga dijelaskan Allah dalam firmanNya:

{£`èdrçŽÅ°$tãur Å$rã÷èyJø9$$Î/ bÎ*sù £`èdqßJçF÷d̍x. #Ó|¤yèsù br& (#qèdtõ3s? $\«ø‹x© Ÿ@yèøgs†ur ª!$# ÏmŠÏù #ZŽöyz #ZŽÏWŸ2 }[سورة النساء، الآية: 19].

Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak. (QS. 4:19)

Pergaulan yang baik dan sebab kebahagian dapat terealisasi dengan kelembutan dan jauh dari prasangka buruk tanpa dasar. Jangan sampai rasa cemburu membuat suami berbuat dzolim dan tidak dapat mengatur dan menahan diri. Allah berfirman:

{Ÿwur £`èdr•‘!$ŸÒè? (#qà)ÍhŠŸÒçGÏ9 £`ÍköŽn=tã 4 }[سورة الطلاق، الآَية: 6].

janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. (QS. 65:6)

Bagaimana tidak demikian, Rasululloh n telah bersabda:

{ خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ، وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِيْ }([6]) .

sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada istrinya dan akulah yang terbaik dari kalian terhadap istriku.

2.2  Peran istri dalam menjaga keutuhan rumah tangga dan pergaulan yang baik.

Adapun wanita hendaknya mengetahui bahwa kebahagian, kasih dan sayang tidak sempurna kecuali ketika ia menjaga kehormatan dan agamanya. Mengetahui hak dan kewajibannya. Wajib baginya mentaati suami dan menjaga dirinya dan harta suaminya, melaksanakan pekerjaannya dengan baik dan memperhatikan diri dan rumahnya, karena ia adalah istri yang sholihah, ibu yang penuh kasih sayang dan pemimpin yang bertanggung jawab pada rumah suaminya. Sehingga mengakui kebaikan suaminya dan tidak mengingkarinya. Rasululloh n bersabda:

{أُرِيْتُ النَّارَ فَإِذَا أَكْثَرُ أَهْلِهَا النِّسَاءُ، يَكْفُرْنَ قِيْلَ: أَيَكْفُرْنَ بِاللّهِ؟ قَالَ: لاَ. يَكْفُرْنَ اْلعَشِيْرَ؛ لَوْ أَحْسَنْتَ لإِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ ثمُ َّرَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطْ } ([7])

ditampakkan kepadaku neraka ternyata kebanyakan penghuninya adalah wanita, mereka kufur. Ada yang bertanya: Apakah mereka kufur kepada Allah? Beliau menjawab: Tidak, mereka kufur terhadap suaminya, seandainya kamu telah berbuat baik kepada salah seorang mereka sepanjang waktu kemudian dia melihat darimu sesuatu (yang jelek), ia berkta: saya tidak pernah melihat kebaikan darimu sedikitpun.

Kalau demikian harus ada saling memaafkan dan saling melupakan kelemahan masing-masing. Janganlah istri tidak berbuat baik kepada suaminya ketika ada disampingnya dan berkhianat apabila tidak ada disampingnya. Dengan ini akan terjadi saling ridho dan akan kekal hubungan pasutri yang dipenuhi kedekatan, kasih dan sayang. Rasululloh n menjanjikan syurga bagi wanita yang suaminya ridho dengan syurga dalam sabdanya:

{ أيّما امرأةٍ ماتتْ زوجُها عنها راضٍ دَخَلت الجنة } ([8]).

Wanita yang meninggal dan suaminya ridho dengannya maka akan masuk syurga.

 

Tiga Syarat yang harus dipenuhi pada permulaan perbaikan keluarga

1. Memohon pertolongan kepada Allah. Sebagaimana diajarkan kepada kita untuk senantiasa membaca firman Allah: [إياك نعبد وإياك نستعين] setiap harinya lebih dari 17 kali. Juga dikatakan Al Raafi’I :

فكلّ سهل إذا لم               يوفق الله له صعب

2. Tarbiyah dengan qudwah dan contoh teladan yang baik.

Allah berfirman:

}أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الكِتَابَ أَفَلاَ تَعْقِلُونَ{

 

3. Mengajari istri dan anak untuk mencintai kebenaran dan mengikutinya walaupun datang dari siapapun.

 

Membina anak dengan Ajaran Rasululloh n .

Anak adalah bagian yang tidak dapat lepas dari keluarga dan rumah tangga. Oleh karena itu Rasululloh n dan para sahabatnya memberikan perhatian serius dalam masalah ini. Hasilnya muncul para tokoh besar dunia yang sangat menakjubkan dan menggegerkan dunia. Lihatlah kisah Abdullah bin Al Zubeir, Umar bin Abdilaziz, Muhammad bin Idris Syafi’I, Abdurrahman Al Naashir dan yang lainnya.

Demi Allah! Kita hanya dapat berdecak kagum dan meneteskan air mata serta berangan-angan anak-anak kita seperti mereka. Namun cukupkah demikian? Jelas tidak. Kita perlu sekali melihat bagaimana mereka membina anak-anaknya menjadi tokoh-tokoh yang sholeh sekaliber para pemimpin islam tersebut.

Ternyata mereka memulai dengan pembinaan keimanan. Hal ini dijelaskan Jundub dalam pernyataan beliau:

فتعلمنا الإيمان قبل أن نتعلم القرآن, ثم تعلمنا القرآن فازددنا به إيمانا(شعب الإيمان ج1/ص76  (

Kami belajar iman sebelum belajar Al Qur’an kemudian belajar Al Qur’an sehingga bertambah dengannya iman. (Syu’abil Iman 1/76).

Oleh karena itu anak-anak hendaknya dididik mengetahui iman dan cabang-cabangnya yang telah dijelaskan dalam sabda Rasululloh n :

” الإيمان بضع وستون أو سبعون باباً, أدناها إماطة الأذى عن الطريق, وأرفعها قول لا إله الا الله , والحياء شعبة من الإيمان ” رواه البخاري

 

Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pendidikan anak:

1. Mendidik mereka untuk senantiasa merasa terawasi oleh Allah (تربيتهم على مراقبة الله)

Hal ini ditunjukkan hadits Ibnu Abas:

ياغلام  إنى أعلمك كلمات : احفظ الله يحفظك, احفظ الله تجده تجاهك , إذا سألت فاسأل الله, واذا استعنت فاستعن بالله , واعلم أن الأمة لو اجتمعت على أن ينفعوك بشيء لم ينفعوك إلا بشيء  كتبه الله لك , ولو اجتمعوا على أن يضروك بشيء لم يضروك إلا بشيء قد كتبه الله عليك, جفت الأقلام , ورفعت الصحف . رواه الترمذي

Wahai anak kecil! Aku ingin mengajarimu beberapa kalimat; Jagalah Allah niscaya Ia akan menjagamu, jagalah Allah niscaya kami mendapatiNya dihadapanmu. Apabila meminta maka mintalah kepada Allah, bila memohon bantuan maka mintalah kepada Allah. Ketahuilah seandainya umat seluruhnya berkumpul untuk memberikan satu manfaat untukmu, tidaklah mereka memberi manfaat kecuali yang telah Allah tuliskan untukmu dan seandainya mereka sepakat berkumpul untuk memberikan kemudhoratan kepadamu, tidaklah mereka merugikanmu kecuali yang telah Allah tuliskan atasmu. HR Al Tirmidzi.

 

2. Menjauhkan mereka dari orang kafir dan yang menyimpang dan mendidik anak untuk mencintai orang mukmin.

Sahabat Anas bin Malik menyatakan:

كانوا يعلمون أولادهم محبة الشيخين كما يعلمونهم السورة من القران .(السنة للخلال)

Mereka mengajari anak-anak mereka untuk mencintai Abu Bakar dan Umar sebagaimana mereka mengajari anak-anak mereka satu surat dari Al Qur’an.

 

3. Mengagungkan larangan Allah dan hal-hal yang diharamkan.

Hal ini dapat dilihat pada riwayat berikut ini:

 عن ابن عمر قال ان النبي صلى الله عليه وسلم قال ” لا تمنعوا إماء الله ان يصلين في المسجد” فقال ابنه : والله لنمنعهن!فقال: فغضب غضباً شديداً وقال :أحدثك عن رسول الله وتقول إنا لنمنعهنّ .(رواه ابن ماجه (

 

عن عبد الله بن مغفل انه كان جالسا إلى جنب ابن أخ له فخذف فنهاه وقال : ان رسول الله نهى عنه!” وقال إنها لا تصيد صيداً ولا تنكي عدواً وإنها تكسر السن وتفقأ العين” قال: فعاد ابن أخيه يخذف , فقال : أحدثك أن رسول الله صلى الله عليه وسلم نهى عنها ثم عدت تخذف لا أكلمك أبدا (رواه ابن ماجه(

 

4.Menjadikan mereka hafal Al Qur’an

Hendaknya orang tua memperhatikan dan menyemangati anak-anaknya menghafal Al Qur’an sejak kecil sehingga ketika remaja hati mereka dipenuhi kecintaan kepada Allah, pengagungan Al Qur’an. Lalu melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya

Dahulu para salaf umat ini pertama kali bertanya, bertanya tentang hafalan Al Qur’an. Kisah Umar bin Abi Salamah menjadi dalil cepatnya hafalan anak-anak dan anjuran bersegera menghafalkan Al Qur’an pada anak-anak.

Umar bin Salamah berkata:

فَلَمَّا كَانَتْ وَقْعَةُ أَهْلِ الْفَتْحِ بَادَرَ كُلُّ قَوْمٍ بِإِسْلَامِهِمْ وَبَدَرَ أَبِي وَ قَوْمِي بِإِسْلَامِهِمْ فَلَمَّا قَدِمَ قَالَ جِئْتُكُمْ وَاللَّهِ مِنْ عِنْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقًّا فَقَالَ صَلُّوا صَلَاةَ كَذَا فِي حِينِ كَذَا وَصَلُّوا صَلَاةَ كَذَا فِي حِينِ كَذَا فَإِذَا حَضَرَتْ الصَّلَاةُ فَلْيُؤَذِّنْ أَحَدُكُمْ وَلْيَؤُمَّكُمْ أَكْثَرُكُمْ قُرْآنًا فَنَظَرُوا فَلَمْ يَكُنْ أَحَدٌ أَكْثَرَ قُرْآنًا مِنِّي لِمَا كُنْتُ أَتَلَقَّى مِنْ الرُّكْبَانِ فَقَدَّمُونِي بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَأَنَا ابْنُ سِتٍّ أَوْ سَبْعِ سِنِينَ

Ketika terjadi penaklukan penduduk kota Makkah maka setiap kaum bersegera masuk islam dan baoak dan kaumku segera masuk Islam. Ketika datang ia berkata: Demi Allah aku membawa kepada kalian dari sisi Nabi nsatu kebenaran. Lalu ia berkata: Lakukanlah sholat ini pada waktu ini dan sholat itu pada waktu itu. Apabila datang waktu sholat hendaklah salah seorang kalian beradzan dan yang mengimami sholat kalian adalah yang paling banyak hafalan Al Qur’annya. Lalu mereka melihat dan tidak mendapati seorangpun yang lebih banyak hafalannya dari ku, karena aku sering menemui orang yang datang. Maka mereka menunjukku sebagai imam sholat padahal usiaku baru enam atau tujuh tahun. (HR Al Bukhori)

Menghafal Al Qur’an sejak kecil telah menjadi adat kebiasaan para sahabat, seperti disampaikan ibnu Abas dalam pernyataan beliau:

جمعت المحكم في عهد رسول الله ؟؟ فقلت له : ما المحكم؟ قال : المفصل!

Aku menghafal Al Muhkam dizaman Rasululloh. Ada yang bertanya kepadanya: Apa itu Al Muhkam? Beliau menjawab Al Mufashshol (yaitu dari surat Al Hujurat sampai akhir Al Qur’an)

Beliaupun berkata:

سلوني عن التفسير فإنى حفظت القرآن وأنا صغير

Tanyalah kepadaku tentang tafsir karena aku telah hafal Al Qur’an ketika masih kecil.

(الآداب الشرعية لابن مفلح1/244(

5. mendidiknya untuk terbiasa dengan do’a-do’a.

Rasululloh n semangat melakukan do’a dan dzikir diwaktu pagi dan petang atau waktu-waktu tertentu dan mengajari para sahabatnya untuk berbuat demikian.

 Demikian juga para sahabat semangat mengulangi dzikir dan mengajari anak-anak mereka.

6. mendidik mereka untuk sabar dalam ketaatan.

Demikianlah makalah singkat ini mudah-mudahan bermanfaat.

 

 



([1])  البقرة (217).

([2])  متفق عليه.

([3]) HR Ahmad, Abu Daud, Al Nasa’I dan Ibnu Majah dan dishohihkan Ibnu Khuzaimah dan Al Hakim dan disetujui Al Dzahabi

([4]) Muttafaqun ‘Alaihi

([5]) HR Muslim.

([6])  HR Al Tirmidzi dan Ibnu Majah.

([7])  HR Al Bukhori dan Muslim

([8])  HR Al Tirmidzi

12 komentar

  1. Ass. Ustadz tulisan arabnya tidak terbaca, tapi alhamdulillah nama surat kebaca


  2. To. Abu Abdirrahman
    Wa’alaikum salam, wah memang gitu, ana keliru pake rasm utsmani dan tidak terbaca disini. mudah-mudahan nanti tidak demikian.
    Wassalam


  3. Assalammu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh..

    Afwan Ustadz, ana mau menanyakan tentang adopsi anak sesuai syariat Islam.
    Begini Ustadz, ana dan istri hampir 7 tahun menikah dan belum dikaruniai keturunan. Alhamdulillah ana dan istri dalam keadaan sehat.
    Nah, waktu pulang kampung (‘Idul fitri) kemarin, seorang kerabat menawarkan seorang anak tetangganya untuk menjadi anak angkat ana. Perlu Ustadz ketahui, kondisi ekonomi pasutri tersebut boleh dibilang dalam kesulitan. Dan pasutri tersebut sudah mengikhlasan anaknya diangkat oleh ana. Saat ini kondisi istri pasutri tersebut sedang menjalani kehamilan bulan ke 8. Dan bayi yang dalam kandungan itulah yang akan diserahkan ke ana.
    Mohon saran antum mengenai masalah ini. Apa yang seharusnya ana lakukan ?

    Jazakallohu khoir, atas jawaban antum.

    Wassalammu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh.


  4. Wa’alaikum salam
    boleh mengambil anak untuk dipelihara dengan tanpa menisbatkan “bin” kepada yang memeliharanya. dan berlaku hukum-hukum orang asing terhadap keluarga. bila yang diambil wanita maka ketika baligh tidak bisa bebas bergaul dengan anta dan bila laki-laki maka juga tidak bebas dirumah anta. apabila ortunya meminta kembali maka berikanlah. jadi pemeliharaan itu sekedar berbuat baik kepada keluarga yang sedang kesulitan itu dan bukan jadi anak anta versi yang telah umum dikenal.
    saran ana, kalau memang ingin membantunya maka bantulah dan tidak sampai menganggapnya anak sendiri.
    bantuan itu insya Allah juga amal kebaikan. namun jangan punya keyakinan kalau ingin punya anak harus ngambil anak orang lain dulu.
    bila anta ingin dikaruniai anak maka berusahalah dan banyaklah memohon kepada ALlah. diantaranya memperbanyak taubat dan istighfar.
    wassalam


  5. Assalammu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh,…

    Afwan ustadz, di majalah AssunnahEdisi08/TahunIX/1428H/2007M pada rubrik Baituna dibahas Hikmah Dibalik Larangan Adopsi anak oleh Ustadz Imam Wahyudi.

    Ana jadi bingung……

    Mohon penjelasan antum..

    Wassalammu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh..


  6. Wa’alaikum salam.
    coba dibaca ulang dimana letak ketidak jelasannya.
    nanti dijelaskan.
    yang jelas adopsi dengan penisbatan epada orang yang mengadopsi dilarang dan status anak angkat tersebut bila telah baligh adalah status orang lain bukan mahram.
    Wassalam


  7. Assalammu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

    Ustadz ,…..
    Syukron atas penjelasan antum. Ternyata setelah ana baca ulang dengan seksama, semuanya menjadi jelas. Dan alhamdulillah, ana skrng udah gak bingung lagi…

    Jazakallohu khoir
    Wassalammu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh


  8. ass…saya sudah menikah dan mempunyai 3 orang putera,sejak awal pernikahan suami saya sering mengungkapkan keinginan untuk berpoligami, awalnya saya tidak keberatan,hanya sejak saya menyatakan mendukungnya,tiada hari tanpa membicarakan wanita-wanita yang ingin ia nikahi (ia tidak sungkan lagi menelp calon2 isterinya di depan saya, bersayang2an),sampai akhirnya saya malah jadi sering merasa tidak nyaman…sebenarnya bagaimana seharusnya sikap seorang suami ketika hendak berpoligami?


  9. Wa’alaikum salam
    Poligami disyari’atkan untuk kemaslahatan suami dan istri sekaligus. sikap ukhti saya acungkan jempol karena tidak keberatan suami berpoligami. namun sikap suami yang ukhti sampaikan tersebut sudah keblinger alias melampaui batas bahkan telah melakukan perbuatan dosa dengan membuka pintu fitnah dengan bahasa-bahasa bersayang-sayangan dengan bukan istrinya. demikian juga sikap menceritakan wanita lain didepan istri bukanlah sikap lelaki yang baik. sebenarnya sikap suami yang baik sudah dicontohkan Rasululloh.Seharusnya si\uami pertama harus koreksi niat poligami dan mengukur kemampuan berbuat adil bila telah berp0ligami nantinya. kemudian mencari wanita sholihah dengan cara yang sesuai syari’at. bila telah menemukan maka diproses pernikahannya sesuai dengan syari’at dan akan lebih bagus bila diurus kepengadilan agama agar mendapat legalitas hukum negara dalam status istri keduanya. setelah menikah maka ia harus melaksanakan tuntunan syari’at dalam berpoligami yang indah dan sempurna. sehingga baiknya ia belajar dulu fikih dan tuntunan berpoligami dengan baik dan benar sebelum berpoligami agar berilmu sebelum berkata dan beramal dapat diwujudkan.
    sikap ukhti, sebaiknya bersabar dan terus menyamopaikan kepada suami apakah benar sikapnya tersebut sesuai dengan tuntunan syari’at atau tidak? mudah-mudahan Allah membimbing kita semua dan suami ukhti ke jalan yang lurus dan diridhoi Allah. Amin
    Wasaalamu’alaikum


  10. assalaamu’alaikum

    saya mahasiswa berkeinginan tuk nikah,saya ada calon,tapi saya terbentur dana,apa bisa ustad bantu atau bolehkah saya meminjam pada orang2 tuk keperluan pernikahan saya??karna saya juga tak ingin berlama2 dengan calon saya itu,nanti malah pacaran,atau apakah saya harus batalkan semua?


  11. bismillah,assalamualaikum,
    ustadz,ana
    .03


  12. bismillah,assalamualaikum,
    ustadz,ana seorang ibu rmhtngga dng 4org anak.umur28,suami33.suami ana bekerja di sebuah kantor dimana disitu ada seorang wanita(sekertarisdirektur),suami ana sbg bag keuangan.begini ustadz,wanita itu 3x kirim sms ke hp suami sy,ia blg ingin share,ia menceritakan keadaan dikantor yg ktnya byk kejanggalan.suami sy sendiri tdk tahu mnahu ttg hal tsb.wanita itu jg menceritakan kekesalannya kpada direktur yg ktnya genit.saya cemburu sekali ustadz,sy bicarakan dng suami sy,ia jg tdk tahu knp wanita itu kirim sms tsb.suami sy jg br bekerja disitu stngh thn.suami sy jg blg ia paling interaksi dengan wanitaitu 1hari 1x,misal untuk minta fax.sy percaya dng suami sy,ia adalah seorang yg sangat menjaga interaksinya dng yg bkn mahrom.ia blg sm sy agar percaya pdnya,ia jg tdk merespon sms tsb.hny sj saya msh was2 ust,apakah perlu mnanyakan wanita tsb apa maksudnya mengirim sms tsb,minta tolong untuk menyelesaikan mslh dikantor atau..?suami sy kmrn hampir sj memutuskan untuk kluar dr kantor tsb,krn sy cemburu skali pdnya.mohon nasihatnya ust,apa yang hrs dilakukan suami saya jg?jazaakallohukhoiron



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: