h1

Zakat fitroh

Oktober 2, 2007

Zakat Fithroh.

Zakat fithroh merupakan zakat yang disyariatkan dalam islam berupa satu sho dari makanan yang dikeluarkan seorang muslim di akhir Romadhon,dalam rangka menampakkan rasa syukur atas nikmat-nikmat Allah dalam berbuka dari Romadhon dan penyempurnaannya,oleh karena itu dinamakan shodaqah fithroh atau zakat fithroh. (lihat Fatawa Romadhon ,2/901).

Hukumnya

Zakat fiithroh merupakan  salah satu dari kewajiban -kewajiban yang dibebani kepada kaum muslimin dan diwajbkan untuk dikeluarkan oleh seorang muslim baik laki-laki atau perempuan,besar,kecil,budak atau merdeka.

Dalilnya adalah :

a. Hadits Ibnu Umar t :

فرض رسول الله e زكاة الفطر صاعا من تمر أو صاعا من شعير على العبد والحر والذكر و الأنثى و الصغير و الكبير من المسلمين،و أمر بها قبل خروج الناس إلى الصلاة

Rasululloh e telah mewajibkan zakat fithroh satu sho’ dari korma atau satu sho’ dari gandum atas hamba sahaya ,orang merdeka,perempuan,laki-laki dan anak kecil dan besar.dan memerintahkan untuk menunaikannya sebelum keluarnya manusia menuju sholat.

b. Hadits Abi Said Al Khudry t::

كنا نعطيها في زمان النبي e صاعا من طعام أو صاعا من تمر او صاعا من شعير أو صاعا من زبيب.

Kami dahulu pada zaman Nabi e memberikanya(zakat fithroh) satu sho’ dari makanan atau satu saho’ dari korma atau satu sho’ darigandum atau kismis(anggur kering).

c.. Perkataan Said bin Musayyab dan Umar bin Abdul Aziz dalam menafsirkan firman Allah I :

]قد أفلح من تزكى[

Sungguh beruntung orang yang mensucikan dirinya.(Al A’la :14)dengan zakat fithroh.

e. Ijma yang dinukil Ibnbu Qudamah dari Ibnul Munzir,beliau berkata: Telah bersepakat setiap ahli ilmu bahwa zakat fithroh adalah wajib.(lihat Al Mughny 3/80)

Hikmahnya

Zakat fithroh memiliki hikmah yang banyak,diantaranya:

1.    Dia merupakan zakat untuk tubuh yang telah diberikan kehidupan tahun tersebut.

2.    Terdapat padanya kemudahan-kemudahan terhadap kaum muslimin baik yang kaya maupun yang miskin.

3.    Dia merupakan ungkapan syukur atas nikmat Allah yang dilimpahkan kepada orang yang berpuasa.

4.    Dengannya sempurna kebhagiaan kaum muslimin pada hari ied dan dapat menutupi kekurangan-kekurangan yang terjadi pada bulan Romadhon.

5.    Dia menjadi makanan bagi para fakir miskin,dan pembersih bagi orang yang berpuasa dari hal-hal yang mengurangi kesempurnaannya pada bulan Romadhon. (lihat Fatawa Romadhon 2/909-911) dengan dalil sabda Rasululloh e :

فرض رسول الله e زكاة الفطر طهرة للصائمين من اللغو  الرفث و طعمة للمساكين.

Rasululloh e telah mewajibkan zakat fitroh sebagai pembersih orang yang berpuasa dari kesia-siaan dan kejelekan serta memberi makan orang yang miskin.( HR Abu Daud,Ibnu Majah,Ad Daruquthny,Al Hakim dan Al Baihaqy , dan dishasankan oleh Imam An Nawawy dalam Al Majmu’ (6/126),Ibnu Qudamah dalam Al Mughny (3/50) dan Syeikh Muhammad Nashiruddin Al Albany dalam Irwa’ Al Gholil (3/333)

Jenis Yang Boleh dikeluarkan Untuk Zakat Fitroh Dan Yang Berhak Menerima.

Jenis yang dibolehkan dalam pengeluaran zakat fitroh adalah semua makanan pokok penduduk negeri tersebut dengan kesepakatan para ulama pada jenis-jenis yang ada dalam Nash hadits,dan yang berhak menerima adalah fakir miskin saja.

Berkata Ibnu Taimiyah:Sesungguhnya asal dalam shodaqoh,bahwasanya diwajibkan atas dasar persamaan dan kelonggaran terhadap para orang faqir,sebagaimana firman Allah I :

]من أوسط ما تطعمون أهليكم[

Dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu,(5 : 89)

Dan Nabi e telah mewajibkan zakat fithroh satu sho’ dari korma atau gandum,karena itulah makanan pokk penduduk Madinah,dan seandainya itu bukan makanan pokoknya,bahkan makan makanan pokok yang lainnya,maka beliau tidak membebani mereka untuk mengeluarkan dari makanan yang bukan merupakan makanan pokok mereka,sebagaimana tidak memerintahkan dengan hal itu dalan kafarot. Dan shodaqoh fithroh termasuk dari jenis kafarot,karena hal ini (zakat fithroh) berhubungan dengan badan dan ini (kafarot) juga berhubungan dengan badan,berbeda dengan shodaqoh harta(mal),karena dia diwajibkan dengan sebab harta dari jenis yang Allah I telah berikan.

Ukuran Zakat Fithroh.

Sebagaimana ada dalam hadits-hadits terdahulu bahwa ukuran yang dikeluarkan adalah 1 sho’ yaitu 4 mud nabawi dan satu mud nabawi sama dengan 510 graam gandum yang baik sehingga setara dengan 2040 gram biji gandum yang baik[1] dan untuk beras menurut hitungan Syeikh Ibnu Baz adalah kurang lebih 3 kg beras (lihat Fatawa Romadhon 2:915 dan 2 :926).

Waktu Mengeluarkannya.

Waktu mengeluarkannya yang utama adalah sebelum manusia keluar menuju sholat Ied dan boleh dipercepat satu atau dua hari sebelumnya sebagaimana yang dilakukan Ibnu Umar .dan tidak boleh setelah sholat Ied,dengan dalil hadits Ibnu Abbas marfu’:

فمن أّدها قبل خروج الناس إلى الصلاة فزكاة مقبولة و من أدّها بعد ااصلاة فصدقة من الصدقة.

“Maka barang siapa yang menunaikannya sebelum keluar manusia menuju sholat,maka zakat yang diterima,dan barang siapa yang menunaikan setelah sholat,maka dia adalah shodaqoh dari shodaqoh-shodaqoh”.(HR Abi Daud).

 

Demikianlah makalah singkat tentang zakat fitroh ini. Semoga bermanfaat.




[1] Lihat Syarah Mumti’ 6/171

2 komentar

  1. Ada pertanyaan Ustadz: Adakah do’a yang dibaca oleh penerima zakat (terutama zakat fithroh)…?
    Jazakallohu khoir

    jawab


  2. jazakallah khairan artikelnya ustadz. Semoga bisa tetap menampilkan artikel2 yg lainnya.🙂



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: