<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Mengarungi Samudra Kehidupan</title>
	<atom:link href="http://ustadzkholid.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzkholid.wordpress.com</link>
	<description>maaf blog ini mulai 1 muharram 1430 H atau 29 des 08 dinonaktifkan dan diganti dengan www.ustadzkholid.com</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 Oct 2008 04:21:43 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/07f3f8fafca2eeb13a29f19332144e00?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Mengarungi Samudra Kehidupan</title>
		<link>http://ustadzkholid.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Iman dan Taqwa landasan mencapai kesuksesan</title>
		<link>http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/10/23/iman-dan-taqwa-landasan-mencapai-kesuksesan/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/10/23/iman-dan-taqwa-landasan-mencapai-kesuksesan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2008 04:15:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ustadzkholid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.wordpress.com/?p=123</guid>
		<description><![CDATA[

Oleh Kholid Syamhudi 
 
Kita diciptakan didunia ini untuk satu hikmah yang agung dan bukan hanya untuk bersenang-senang dan bermain-main. Tujuan dan himah penciptaan ini telah dijelaskan dalam firman Allah:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَاْلإِنسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ مَآأُرِيدُ مِنْهُم مِّن رِّزْقٍ وَمَآ أُرِيدُ أَن يُطْعِمُونِ إِنَّ اللهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ
Dan Aku tidak menciptakan jin dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ustadzkholid.wordpress.com&blog=1599601&post=123&subd=ustadzkholid&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE AR-SA              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                                   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoBodyText">
<p><span style="font-size:8pt;">Oleh Kholid Syamhudi </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText">Kita diciptakan didunia ini untuk satu hikmah yang agung dan bukan hanya untuk bersenang-senang dan bermain-main. Tujuan dan himah penciptaan ini telah dijelaskan dalam firman Allah:</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَاْلإِنسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ مَآأُرِيدُ مِنْهُم مِّن رِّزْقٍ وَمَآ أُرِيدُ أَن يُطْعِمُونِ إِنَّ اللهَ</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ</span></p>
<p class="MsoBodyText"><em>Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Aku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya memberi Aku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh. (QS. 51:56-58)</em></p>
<p class="MsoBodyText">Allah telah menjelaskan dalam ayat-ayat ini bahwa tujuan asasi dari penciptaan manusia adalah ibadah kepadaNya saja tanpa berbuat syirik.<span id="more-123"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Sehingga Allah pun menjelaskan salahnya dugaan dan keyakinan sekelompok manusia yang belum mengetahui hikmah tersebut dengan menyakini mereka diciptakan tanpa satu tujuan tertentu dalam firmanNya :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لاَ تُرْجَعُونَ</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami. </span></em><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">(QS. 23:115)</span></em></p>
<p class="MsoBodyText">Ayat yang mulia ini menjelaskan bahwa manusia tidak diciptakan secara main-main saja, namun diciptakan untuk satu hikmah. Allah tidak menjadikan manusia hanya untuk makan, minum dan bersenang-senang dengan perhiasan dunia, serta tidak dimintai<span> </span>pertanggung jawaban atas semua prilakunya didunia ini. Tentu saja jawabannya adalah kita semua diciptakan untuk satu himah dan tujuan yang agung dan dibebani perintah dan larangan, kewajiban dan pengharaman, untuk kemudian dibalas dengan pahala atas kebaikan dan disiksa atas keburukan (yang dia amalkan) serta (mendapatkan) syurga atau neraka.</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Demikianlah seorang manusia yang ingin sukses harus dapat bersikap profesional dan proforsonal dalam mencapai tujuan tersebut, sebab sesungguhnya tujuan akhir seorang manusia adalah mewujudkan peribadatan kepada Allah dengan iman dan taqwa. Oleh karena itu orang yang paling sukses dan paling mulia disisi Allah adalah yang paling taqwa, sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah:</span></p>
<h1 style="text-align:left;"><span style="font-family:&quot;">إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ</span></h1>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu.Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (QS. 49:13)</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Namun untuk mencapai kemulian tersebut membutuhkan dua hal:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">1, I’tishom bihablillah. Hal ini dengan komitmen terhadap syariat Allah dan berusaha merealisasikannya dalam semua sisi kehidupan kita. Sehingga dengan ini kita selamat dari kesesatan. Namun hal inipun tidak cukup tanpa perkara yang berikutnya, yaitu;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">2, I’tishom billah. Hal ini diwujudkan dalam tawakkal dan berserah diri serta memohon pertolongan kepada Allah dari seluruh rintangan dan halangan mewujudkan yang pertama tersebut. Sehingga dengannya kita selamat dari rintangan mengamalkannya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Sebab seorang bila ingin mencapai satu tujuan tertentu, pasti membutuhkan dua hal, pertama, pengetahuan tentang tujuan tersebut dan bagaimana cara mencapainya dan kedua, selamat dari rintangan yang menghalangi terwujudnya tujuan tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Imam Ibnu Al Qayyim menyatakan: Poros kebahagian duniawi dan ukhrowi ada pada I’tishom billahi dan I’tishom bihablillah dan tidak ada kesuksesan kecuali bagi orang yang komitmen dengan dua hal ini. Sedangkan I’tishom bi hablillah melindungi seseorang dari kesesatan dan I’tishom billahi melindungi seseorang dari kehancuran. Sebab orang yang berjalan mencapai (keridhoan) Allah seperti seorang yang berjalan diatas satu jalanan menuju tujuannya. Ia pasti membutuhkan petunjuk jalan dan selamat dalam perjalanan, sehingga tidak mencapai tujuan tersebut kecuali setelah memiliki dua hal ini. Dalil (petunjuk) menjadi penjamin perlindungan dari kesesatan dan menunjukinya kejalan (yang benar) dan persiapan, kekuatan dan senjata menjadi alat keselamatan dari para perampok dan halangan perjalanan.<span> </span>I’tishom bi hablillah memberikan hidayah petunjuk dan mengikuti dalil sedang I’tishom billah memberikan kesiapan, kekuatan dan senjata yang menjadi penyebab keselamatannya di perjalanan.<a name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Oleh karena itu hendaknya kita menekuni bidang kita masing-masing sehingga menjadi ahlinya tanpa meninggalkan upaya mengenal, mengetahui dan mengamalkan ajaran islam yang merupakan satu kewajiban pokok setiap muslim. Agar dapat mencapai tujuan penciptaan tersebut dengan menjadikan keahlian dan kemampuan kita sebagai sarana ibadah<span> </span>dan peningkatan iman dan takwa kita semua.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Tentu saja hal ini menuntut kita<span> </span>untuk dapat mengambil faedah dan pengetahuan tantang syariat sebagai wujud syukur kita atas nikmat yang Allah anugerahkan. Semua itu agar mereka mengakui bahwa mereka adalah makhluk yang tunduk dan diatur dan mereka memiliki Rabb yang maha pencipta dan maha mengatur mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Mudah-mudahan bermanfaat.</span></p>
<p class="MsoNormal">
<div><!--[if !supportFootnotes]-->perhatian: Makalah ini adalah wakaf, dipersilahkan bagi siapa yang mengcopi, menukil dan emenyebarkannya baik dengan nama penulis atau tidak.</p>
<hr size="1" /><!--[endif]--></p>
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Pernyataan beliau diambil dari kitab Bada’I Al Tafasir Al Jaami’ Litafsir imam Ibni Qayyim Al Jauziyah, karya Yasri Al Sayyid Muhammad, terbitan Dar Ibnul Jauzi 1/506-507.</p>
</div>
</div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ustadzkholid.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ustadzkholid.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ustadzkholid.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ustadzkholid.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ustadzkholid.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ustadzkholid.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ustadzkholid.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ustadzkholid.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ustadzkholid.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ustadzkholid.wordpress.com/123/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ustadzkholid.wordpress.com&blog=1599601&post=123&subd=ustadzkholid&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/10/23/iman-dan-taqwa-landasan-mencapai-kesuksesan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a0d4b768740ebe21dd0224f1ae5fcd2d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ustadzkholid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mensyukuri Nikmat Allah dengan Menuntut Ilmu Agama</title>
		<link>http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/10/23/mensyukuri-nikmat-allah-dengan-menuntut-ilmu-agama-2/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/10/23/mensyukuri-nikmat-allah-dengan-menuntut-ilmu-agama-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2008 04:13:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ustadzkholid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.wordpress.com/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[
 Kholid Syamhudi
 
Kewajiban kita atas karunia yang kita terima
Sesungguhnya wajib bagi kita bersyukur kepada Allah U dengan cara melaksanakan kewajiban terhadap-Nya. Merupakan kewajiban karena nikmat yang telah diberikan Allah U kepada kita. Seseorang yang tidak melaksanakan kewajibannya kepada orang lain yang telah memberikan sesuatu yang sangat berharga baginya, ia adalah orang yang yang tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ustadzkholid.wordpress.com&blog=1599601&post=120&subd=ustadzkholid&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE AR-SA              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                                   &lt;![endif]--></p>
<p><span> Kholid Syamhudi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span> </span></p>
<h1 style="margin-left:0;"><span style="font-size:10pt;">Kewajiban kita atas karunia yang kita terima</span></h1>
<h1 style="margin-left:0;text-indent:18.7pt;"><span style="font-size:10pt;font-weight:normal;">Sesungguhnya wajib bagi kita bersyukur kepada Allah </span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span>U</span></span><span style="font-size:10pt;font-weight:normal;"> dengan cara melaksanakan kewajiban terhadap-Nya. Merupakan kewajiban karena nikmat yang telah diberikan Allah </span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span>U</span></span><span style="font-size:10pt;font-weight:normal;"> kepada kita. Seseorang yang tidak melaksanakan kewajibannya kepada orang lain yang telah memberikan sesuatu yang sangat berharga baginya, ia adalah orang yang yang tidak tahu berterima kasih. Maka manusia yang tidak melaksanakan kewajibannya kepada Allah </span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span>U</span></span><span style="font-size:10pt;font-weight:normal;"> adalah manusia yang paling tidak tahu berterima kasih.</span><span id="more-120"></span></h1>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18.7pt;"><span>Apakah kewajiban yang harus kita laksanakan kepada Allah </span><span style="font-family:&quot;"><span>U</span></span><span> yang telah memberikan karuniaNya kepada kita? Jawabannya adalah karena Allah </span><span style="font-family:&quot;"><span>U</span></span><span> telah memberikan karuniaNya kepada kita dengan petunjuk ke dalam Islam dan mengikuti Nabi Muhammad </span><span style="font-family:&quot;"><span>r</span></span><span>, maka bukti terima kasih kita yang paling baik adalah dengan beribadah hanya kepada Allah </span><span style="font-family:&quot;"><span>U</span></span><span> secara ikhlas, mentauhidkan Allah </span><span style="font-family:&quot;"><span>U</span></span><span>, menjauhkan segala bentuk kesyirikan, <em>ittiba’</em> (mengikuti) Nabi Muhammad </span><span style="font-family:&quot;"><span>r</span></span><span>, taat kepada Allah </span><span style="font-family:&quot;"><span>U</span></span><span> dan RasulNya </span><span style="font-family:&quot;"><span>r</span></span><span>, yang dengan hal itu kita menjadi muslim yang benar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18.7pt;"><span>Muslim sejati ialah muslim yang mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah </span><span style="font-family:&quot;"><span>U</span></span><span> semata dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu apapun, serta <em>ittiba’</em> hanya kepada Nabi Muhammad </span><span style="font-family:&quot;"><span>r</span></span><span>. Oleh karena itu untuk menjadi seorang muslim yang benar, ia harus menuntut ilmu <em>syar’i</em>. Ia harus belajar agama Islam, karena Islam adalah ilmu dan amal shalih. Rasulullah </span><span style="font-family:&quot;"><span>r</span></span><span> diutus Allah </span><span style="font-family:&quot;"><span>U</span></span><span> untuk membawa keduanya. Allah </span><span style="font-family:&quot;"><span>U</span></span><span> berfirman :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18.7pt;text-align:justify;"><strong><span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;margin:0 -2.2pt .0001pt 9.35pt;" dir="rtl"><span style="font-family:&quot;"><span>)</span></span><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ</span></strong><span style="font-family:&quot;"><span>(</span></span><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18.7pt;text-align:justify;"><em><span> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span>Dia-lah yang telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.</span></em><span> (QS At Taubah:33 dan Ash Shaf : 9).<strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18.7pt;text-align:justify;"><strong><span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Allah </span><span style="font-family:&quot;"><span>U</span></span><span> juga berfirman :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:-2.2pt;text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-family:&quot;"><span>)</span></span><strong><span dir="ltr"> </span></strong><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ شَهِيدًا</span></strong><span style="font-family:&quot;"><span>(</span></span><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18.7pt;text-align:justify;"><strong><span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span>Dia-lah yang telah mengutus RasulNya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkanNya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi. </span></em><span>(QS Al Fath : 28).<strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18.7pt;"><span>Yang dimaksud dengan </span><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;"><span> </span>الهُدَى </span></strong><span><span> </span>(<em>petunjuk</em>) ialah ilmu yang bermanfaat, dan </span><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;"><span> </span>دِيْنُ الْحَقِ</span></strong><span> (<em>agama yang benar</em>) ialah amal shalih. Allah </span><span style="font-family:&quot;"><span>U</span></span><span><span> </span>mengutus Nabi Muhammad </span><span style="font-family:&quot;"><span>r</span></span><span> untuk menjelaskan kebenaran dari kebatilan, menjelaskan tentang nama-nama Allah </span><span style="font-family:&quot;"><span>U</span></span><span>, sifat-sifatNya, perbuatan-perbuatanNya, hukum-hukum dan berita yang datang dariNya, memerintahkan semua yang bermanfaat untuk hati, ruh dan jasad. Beliau </span><span style="font-family:&quot;"><span>r</span></span><span> memerintahkan untuk mengikhlaskan ibadah semata-mata karena Allah </span><span style="font-family:&quot;"><span>U</span></span><span>, mencintaiNya, berakhlak dengan akhlak yang mulia, beramal shalih, beradab dengan adab yang bermanfaat. Beliau </span><span style="font-family:&quot;"><span>r</span></span><span><span> </span>melarang perbuatan syirik, amal dan akhlak yang buruk yang berbahaya untuk hati dan badan, dunia dan akhirat.</span><a name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span>1</span></span></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18.7pt;"><span>Cara untuk mendapat hidayah dan mensyukuri nikmat Allah </span><span style="font-family:&quot;"><span>U</span></span><span> adalah dengan menuntut ilmu syar’i. Menuntut ilmu sebagai jalan yang lurus (<em>ash shirathal mustaqim</em>), untuk memahami antara yang haq dan bathil, yang bermanfaat dengan yang <em>mudaharat</em> (membahayakan), yang dapat mendatangkan kebahagiaan dunia dan akhirat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18.7pt;"><span>Seorang muslim tidaklah cukup hanya menyatakan ke-Islamannya, tanpa memahami Islam dan mengamalkannya. Pernyataannya itu<span> </span>harus dibuktikan dengan melaksanakan konsekuensi dari Islam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18.7pt;"><span>Untuk itu, menuntut ilmu merupakan jalan menuju kebahagiaan yang abadi. Seorang muslim diwajibkan untuk menuntut ilmu <em>syar’i.</em> Rasulullah </span><span style="font-family:&quot;"><span>r</span></span><span><span> </span>bersabda :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18.7pt;text-align:justify;"><strong><span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:18.7pt;text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ (رواه ابن ماجه 224 عن أنس بن مالك </span></strong><strong><span style="font-family:&quot;"><span>t</span></span></strong><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;"> )</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span>Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.</span></em><span> (HR Ibnu Majah No. 224 dari shahabat Anas bin Malik </span><span style="font-family:&quot;"><span>t</span></span><span>, lihat <em>Shahih Jamiush Shagir</em>, no. 3913)</span><a name="_ftnref2" href="#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span>2</span></span></a><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="FR">Keutamaan Ilmu dan Menuntutnya</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FR">Ilmu memiliki keutamaan, diantaranya :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="FR">1. Menuntut ilmu adalah jalan menuju Surga. </span></strong><strong><span>Rasulullah </span></strong><strong><span style="font-family:&quot;"><span>r</span></span></strong><strong><span> bersabda : </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18.7pt;text-align:justify;"><strong><span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;margin:0 18.7pt .0001pt;" dir="rtl"><strong><span dir="ltr">&#8230;</span></strong><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;margin:0 18.7pt .0001pt;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;"><span> </span>(رواه مسلم4/2074 رقم 2699<span> </span>و غيره عن أبي هريرة </span></strong><strong><span style="font-family:&quot;"><span>t</span></span></strong><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;"> ) </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span>Barangsiapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju Surga.</span></em><span> (HR Muslim 4/2074 no. 2699 dan yang lainnya dari shahabat Abu Hurairah </span><span style="font-family:&quot;"><span>t</span></span><span>).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>2. Warisan para Nabi, sebagaimana sabda Rasululloh :</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">إِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ رَوَاه التِّرْمِذِيْ </span></strong></p>
<p class="MsoBodyText">Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi. Para nabi tidak mewariskan dinar dan tidak pula dirham, namun hanya mewariskan ilmu. Sehingga siapa yang mengambil ilmu tersebut maka telah mengambil bagian sempurna darinya (dari warisan tersebut). <span style="font-style:normal;">(HR At Tirmidzie )</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>3. Allah mengangkat derajat ahli ilmu didunia dan akherat, sebagaimana firmanNya:</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span> </span></strong></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><em><span style="font-family:&quot;">Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu:&#8221;Berlapang-lapanglah dalam majlis&#8221;, lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu.Dan apabila dikatakan:&#8221;Berdirilah kamu, maka berdirilah, <strong>niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat</strong>.Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. 58:11)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>4. Ilmu Pintu kebaikan dunia dan akherat, sebagaimana sabda Rasululloh :</span></strong></p>
<h3 style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">مَنْ يُرِدْ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ </span></h3>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span>Barang siapa yang Allah inginkan padanya kebaikan maka Allah fahamkan agamanya.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18.7pt;text-align:justify;"><span> </span></p>
<h2 style="margin-left:0;"><span style="font-size:10pt;">Pentingnya ilmu syar’i</span></h2>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18.7pt;"><span>Kita senantiasa ditambahkan ilmu, hidayah dan <em>istiqamah</em> di atas keta’atan, bila kita menuntut ilmu <em>syar’i</em>. Hal ini tidak boleh diabaikan dan tidak boleh juga dianggap remeh. Kita harus selalu bersikap penuh perhatian, serius serta sungguh-sungguh dalam menuntut ilmu <em>syar’i</em>. Kita akan tetap berada di atas a<em>sh-Shirathal Mustaqiim</em> bila kita selalu belajar ilmu <em>syar’i</em> dan beramal shalih. Kalau<span> </span>kita tidak perhatikan dua hal penting ini bukan mustahil Iman dan Islam kita akan terancam bahaya. Iman kita akan terus berkurang dengan sebab ketidaktahuan kita tentang Islam, Iman, Kufur, Syirik, dan dengan sebab banyaknya dosa dan maksiyat yang kita lakukan ! Bukankah Iman kita jauh lebih berharga daripada hidup ini ? Dari sekian banyak waktu yang kita habiskan untuk bekerja, berusaha, bisnis, berdagang, kuliah dan lainnya, apakah tidak bisa kita sisihkan sepersepuluhnya untuk hal-hal yang dapat melindungi Iman kita ?</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent"><span>Saya tidaklah mengatakan bahwa setiap muslim harus menjadi ulama, membaca kitab-kitab yang tebal dan menghabiskan waktu sepuluh atau belasan tahun untuk usaha tersebut. Minimal setiap muslim harus bisa menyediakan waktunya satu jam saja setiap hari untuk mempelajari ilmu pengetahuan agama Islam. Itulah waktu yang paling sedikit yang harus disediakan oleh setiap muslim, baik remaja, pemuda, orang dewasa maupun yang sudah lanjut usia. Setiap muslim harus memahami esensi ajaran al-Qur’an dan as-Sunnah yang shahih menurut pemahaman salafush shalih. Oleh karena itu ia harus tahu agama Islam dengan dalil dari al-Qur’an dan as-Sunnah sehingga ia dapat mengamalkan Islam ini dengan benar. Tidak banyak waktu yang dituntut untuk memperoleh pengetahuan agama Islam. Bila Iman kita lebih berharga dari segalanya, maka tidak sulit bagi kita untuk menyediakan waktu 1 jam ( enam puluh menit ) untuk belajar tentang Islam setiap hari dari waktu 24 jam ( seribu empat ratus empat puluh menit).</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2">Ilmu syar’i mempunyai keutamaan yang sangat besar dibandingkan dengan harta yang kita miliki. Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyah rahimahullahu (wafat tahun 751 H) menjelaskan perbedaan antara ilmu dengan harta.<strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>Kemuliaan ilmu atas harta</span></strong><a name="_ftnref3" href="#_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><strong><span>3</span></strong></span></a><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:37.4pt;text-align:justify;text-indent:-18.7pt;"><strong><span> </span></strong></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Ilmu adalah warisan para Nabi, sedang harta adalah warisan para raja      dan orang kaya.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Ilmu itu menjaga yang empunya, sedang pemilik harta menjaga      hartanya.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Ilmu adalah penguasa atas harta, sedang harta<span> </span>tidak berkuasa atas ilmu.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Harta bisa habis dengan sebab dibelanjakan, sedang ilmu justru      bertambah dengan diajarkan.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Pemilik harta jika telah meninggal dunia, ia berpisah dengan dengan      hartanya, sedang ilmu mengiringinya masuk ke dalam kubur bersama para      pemiliknya.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Harta bisa didapatkan oleh siapa saja baik orang beriman, kafir,      orang shalih dan orang jahat, sedang ilmu yang bermanfaat hanya didapatkan      oleh orang yang beriman saja.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Sesungguhnya jiwa menjadi lebih mulia dan bersih dengan mendapatkan      ilmu, itulah kesempurnaan dirinya dan kemuliaannya. Sedang harta, ia tidak      membersihkan dirinya, tidak pula menambahkan sifat kesempurnaan dirinya,      malah jiwanya menjadi berkurang dan kikir dengan mengumpulkan harta dan      menginginkannya. Jadi keinginannya kepada ilmu adalah inti kesempurnaannya      dan keinginannya kepada harta adalah ketidaksempurnaannya dirinya.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Sesungguhnya mencintai ilmu dan mencarinya adalah akar semua      ketaatan, sedangkan mencintai harta<span> </span>dan dunia<span> </span>adalah akar semua      kesalahan.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Sesungguhnya orang berilmu mengajak manusia kepada Allah </span><span style="font-family:&quot;"><span>U</span></span><span> dengan      ilmunya dan akhlaknya, sedang orang kaya itu mengajak manusia ke neraka      dengan harta dan sikapnya.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Sesungguhnya yang dihasilkan dengan kekayaan harta adalah kelezatan      binatang. Jika pemiliknya mencari kelezatan dengan mengumpulkannya, itulah      kelezatan ilusi. Jika pemiliknya mengumpulkan dengan menggunakannya untuk      memenuhi kebutuhannya syahwatnya, itulah kelezatan binatang. Sedang      kelezatan ilmu, ia adalah kelezatan akal plus ruhani yang mirip dengan      kelezatan para malaikat dan kegembiraan mereka. Antara kedua kelezatan      tersebut (kelezatan harta dan ilmu) terdapat perbedaan yang mencolok. </span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<h4>Faktor Pembantu Dalam Menuntut Ilmu</h4>
<p class="MsoNormal">Faktor pembantu dalam keberhasilan menuntut ilmu sangat banyak sekali, diantaranya:</p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span lang="FR">Taqwa </span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="FR">Do’a</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="FR">konsistensi dan kontinyuitas dalam      menuntut ilmu</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="FR">Menghafal</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="FR">Mulazamah ulama</span></li>
</ol>
<h5><span lang="FR"> </span></h5>
<h5><span lang="FR">Cara Tahshiel Ilmu</span></h5>
<p class="MsoNormal"><span lang="FR">Ada dua cara mendapatkan ilmu :</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span lang="FR">dengan menelaah dan mangambilo ilmu      dari kitab-kitab yang terpercaya yang telah ditulis para ulama yang sudah      dikenal aqidah dan amanahnya</span></li>
<li class="MsoNormal">Dengan      menerima langsung dari guru yang terpercaya kelilmuan dan kesholehannya.      Cara inilah yang paling cepat dan gampang dalam mengambil ilmu agama.</li>
</ol>
<p class="MsoNormal">Demikianlah ringkasan makalah ini, mudah-mudahan bermanfaat.</p>
<p class="MsoNormal"><strong> (makalah ini wakaf dan diperbolehkan siapa saja yang mau mengcopi, menukil dan menyebarkannya baik dengan nama penulis ataupun tidak)<br />
</strong></p>
<div><!--[if !supportFootnotes]--></p>
<hr size="1" /><!--[endif]--></p>
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left:9.35pt;text-indent:-9.35pt;"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;">1 Lihat </span></a><em><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;">Tafsir Taisirul Karimur Rahman Fi Tafsir Kalaamil Mannaan</span></em><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;">, oleh Syaikh Abdur Rahman bin Nashir As Sa’di t (wafat th. 1376 H) hlm. 295-296, Cet. Muasasah Ar Risalah th. 1417 H.</span></p>
</div>
<div id="ftn2">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:9.35pt;text-align:justify;text-indent:-9.35pt;"><a name="_ftn2" href="#_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><span>2</span></span></a><span style="font-size:9pt;"> Diriwayatkan pula dari beberapa sahabat seperti<span> </span>Ali, Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Ibnu Mas’ud, Abu Sa’id Al-Khudri, Husain bin Ali<span> </span></span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"><span>y</span></span><span style="font-size:9pt;"> dan imam-imam ahli hadits dengan <em>sanad</em> yang <em>shahih</em>. Lihat kitab <em>Takhrij Musykilatul Faqr</em> no. 86 oleh Syaikh Al Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani t Cet. IV Al Maktab Al Islami, th. 1414 H.</span></p>
</div>
<div id="ftn3">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn3" href="#_ftnref3"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:&quot;">3</span></span></a><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> Lihat <em>Al Ilmu Fadhluhu Wa Syarafuhu Min Durari Kalami</em>, Syaikhul Islam Ibnu Qoyyim, <em>tahqiq wa ta’liq</em> Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid Al Halabi Al Atsari, Cet. I. Majmu’ atuttuhaf An Nafaais Ad Dauliyah, th. 1416 H.</span></p>
</div>
</div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ustadzkholid.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ustadzkholid.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ustadzkholid.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ustadzkholid.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ustadzkholid.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ustadzkholid.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ustadzkholid.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ustadzkholid.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ustadzkholid.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ustadzkholid.wordpress.com/120/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ustadzkholid.wordpress.com&blog=1599601&post=120&subd=ustadzkholid&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/10/23/mensyukuri-nikmat-allah-dengan-menuntut-ilmu-agama-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a0d4b768740ebe21dd0224f1ae5fcd2d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ustadzkholid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Permohonan Donasi</title>
		<link>http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/09/02/permohonan-donasi/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/09/02/permohonan-donasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 02:51:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ustadzkholid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.wordpress.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[
MOHON BANTUAN PEMBANGUNAN MASJID
Sebagai upaya penyelesaian pembangunan masjid di Dusun Kalipetir, Desa Sadangkulon, Kec. Sadang, Kab. Kebumen, kami mengajak kepada para pembaca untuk ikut berperan serta membantu penyelesaian masjid tersebut yang sudah hampir 6 tahun belum juga selesai.
Perlu diketahui, masjid tersebut berada di pegunungan, minus, baik secara geografis maupun suasana keagamaan, sehingga memerlukan kepedulian semua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ustadzkholid.wordpress.com&blog=1599601&post=113&subd=ustadzkholid&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:Verdana;">MOHON BANTUAN PEMBANGUNAN MASJID</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-family:Verdana;">Sebagai upaya penyelesaian pembangunan masjid di Dusun Kalipetir, Desa Sadangkulon, Kec. Sadang, Kab. Kebumen, kami mengajak kepada para pembaca untuk ikut berperan serta membantu penyelesaian masjid tersebut yang sudah hampir 6 tahun belum juga selesai.</span><span id="more-113"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-family:Verdana;">Perlu diketahui, masjid tersebut berada di pegunungan, minus, baik secara geografis maupun suasana keagamaan, sehingga memerlukan kepedulian semua pihak untuk bisa menghidupkan dakwah Islam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-family:Verdana;">Gambaran keadaan masjid, luas 8 x 10 m2, lantai masih berupa tanah, dinding bata merah belum diplester, atap masih seadanya, fasilitas mck dan wudhu belum tersedia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-family:Verdana;">Letaknya yang berada di daerah pegunungan membutuhkan sarana pengadaan air untuk mengambil dari sumbernya lebih kurang 2 kilometer. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-family:Verdana;">Dana yang dibutuhkan sekitar Rp10.000.000,00</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-family:Verdana;">Dengan kepedulian Anda, berarti Anda telah menanam saham pahala yang –Insya Alloh- akan selalu mengalir. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-family:Verdana;">Atas keikhlasan Anda, kami ucapkan jazakumullohu khoiron katsiro. Semoga Alloh Ta&#8217;ala membalas kebaikan Anda dengan kebaikan berlipat ganda dan terus menjadi amal jariyah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong><span style="font-family:Verdana;">Dana bantuan bisa dikirimkan melalui:</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-family:Verdana;">Bank BRI Cabang/Unit Kebumen, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-family:Verdana;">No. Rekening: 0032-01-000728-53-8</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-family:Verdana;">Atas nama: ISMOWATI</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong><span style="font-family:Verdana;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong><span style="font-family:Verdana;">Atau bisa melalui:</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-family:Verdana;">Shar-e</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-family:Verdana;">No. Rekening: 601923 &#8211; 915 4048799</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Atan nama: NURNAKHUDIN</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong><!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/assunnah/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.jpg" alt="" width="240" height="180" /><!--[endif]--><span> </span><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/assunnah/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image004.jpg" alt="" width="240" height="180" /><!--[endif]--><span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/assunnah/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image006.jpg" alt="" width="240" height="180" /><!--[endif]--><span> </span><span> </span><span> </span><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/assunnah/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image008.jpg" alt="" width="240" height="180" /><!--[endif]--></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/assunnah/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image010.jpg" alt="" width="240" height="178" /><!--[endif]--><span> </span><span> </span></strong><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/assunnah/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image012.jpg" alt="" width="244" height="183" /><!--[endif]--><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong><span style="font-family:Verdana;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong><span style="font-family:Verdana;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ustadzkholid.wordpress.com/113/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ustadzkholid.wordpress.com/113/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ustadzkholid.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ustadzkholid.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ustadzkholid.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ustadzkholid.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ustadzkholid.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ustadzkholid.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ustadzkholid.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ustadzkholid.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ustadzkholid.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ustadzkholid.wordpress.com/113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ustadzkholid.wordpress.com&blog=1599601&post=113&subd=ustadzkholid&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/09/02/permohonan-donasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a0d4b768740ebe21dd0224f1ae5fcd2d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ustadzkholid</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/assunnah/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.jpg" medium="image" />

		<media:content url="/DOCUME~1/assunnah/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image004.jpg" medium="image" />

		<media:content url="/DOCUME~1/assunnah/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image006.jpg" medium="image" />

		<media:content url="/DOCUME~1/assunnah/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image008.jpg" medium="image" />

		<media:content url="/DOCUME~1/assunnah/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image010.jpg" medium="image" />

		<media:content url="/DOCUME~1/assunnah/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image012.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>TIGA   LANDASAN UTAMA (4)</title>
		<link>http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/09/02/tiga-landasan-utama-4/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/09/02/tiga-landasan-utama-4/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 01:27:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ustadzkholid</dc:creator>
				<category><![CDATA[aqidah islamiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.wordpress.com/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[
الأصول الثلاثة
TIGA  LANDASAN UTAMA  (4)
Oleh :
Syaikh Muhammad At-Tamimi
 
MENGENAL NABI MUHAMMAD
 shollallohu ‘alihi wa sallam
 
 Beliau adalah Muhammad bin Abdullah, bin Abdul Mutthalib, bin Hasyim. Hasyim adalah termasuk suku Quraisy, suku Quraisy termasuk bangsa Arab, sedang bangsa Arab termasuk keturunan Nabi Ismail, putera Nabi Ibrahim Al-Khalil. Semoga Allah melimpahkan kepadanya dan kepada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ustadzkholid.wordpress.com&blog=1599601&post=107&subd=ustadzkholid&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if !mso]&gt;--></p>
<h3><span style="font-family:&quot;">الأصول الثلاثة</span></h3>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:14pt;font-family:Haettenschweiler;">TIGA</span><span style="font-size:14pt;" dir="rtl"> </span><span style="font-size:14pt;font-family:Haettenschweiler;"><span> </span>LANDASAN UTAMA</span><span style="font-size:14pt;" dir="rtl"> </span><span style="font-size:14pt;font-family:Haettenschweiler;"><span> </span>(4)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">Oleh :</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">Syaikh Muhammad At-Tamimi</span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;">MENGENAL NABI MUHAMMAD</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;"><span> </span><em>shollallohu ‘alihi wa sallam</em></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-family:&quot;">Beliau adalah Muhammad bin Abdullah, bin Abdul Mutthalib, bin Hasyim. Hasyim adalah termasuk suku Quraisy, suku Quraisy termasuk bangsa Arab, sedang bangsa Arab termasuk keturunan Nabi Ismail, putera Nabi Ibrahim Al-Khalil. Semoga Allah melimpahkan kepadanya dan<span> </span>kepada Nabi kita sebaik-baik shalawat dan salam.</span><span id="more-107"></span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Beliau berumur 63 tahun; diantaranya 40 tahun sebelum beliau menjadi Nabi dan 23 tahun sebagai Nabi serta Rasul.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Beliau diangkat sebagai Nabi dengan surat “iqra” </span><sup><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">(<a name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>)</span></sup><span style="font-family:&quot;">dan diangkat sebagai Rasul dengan surah “Al- Mudatssir.”</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span><span> </span>Tempat asal beliau adalah Mekkah.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Beliau diutus oleh Allah untuk menyampaikan peringatan untuk menjauhi syirik dan mengajak kepada tauhid. Firman Allah <em>ta’aala </em>:</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:45pt;text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">يا أيها المدثر<span> </span>قم فأنذر<span> </span>وربك فكبر<span> </span>وثيابك فطهر<span> </span>والرجز فاهجر ولا تمنن</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">تستكثر ولربك فاصبر</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Wahai orang yang berselimut! Bangunlah, lalu sampaikanlah peringatan. Agungkanlah Robbmu. Sucikanlah pakaianmu. Tinggalkanlah berhala-berhala itu. Dan janganlah kamu memberi, sedang kamu menginginkan balasan yang lebih banyak. Serta bersabarlah untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu.” (QS. Al-Mudatstsir : 1-7)</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-family:&quot;">pengertian :</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span><em>“Sampaikanlah peringatan”,</em> ialah : menyampaikan peringatan untuk menjauhi syirik dan mengajak kepada tauhid.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span><em>“Agungkanlah Tuhanmu”</em> : agungkanlah Ia dengan berserah diri dan beribadah kepada-Nya semata.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span><em>“Tinggalkanlah berhala-berhala itu”,</em> artinya : jauhkan serta bebaskan dirimu darinya dan orang-orang yang memujanya.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Beliaupun melaksanakan perintah ini dengan tekun dan gigih selama sepuluh tahun, mengajak kepada tauhid. Setelah sepuluh tahun itu, beliau dimi’rajkan (diangkat naik) ke atas langit dan disyari’atkan kepada beliau shalat lima waktu. Beliau melakukan shalat di Mekkah selama tiga tahun. Kemudian, sesudah itu, beliau diperintahkan untuk berhijrah ke Madinah.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Hijrah, pengertiannya, ialah : pindah dari lingkungan syirik ke lingkungan Islami.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Hijrah ini merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan ummat Islam. Dan kewajiban tersebut hukumnya tetap berlaku sampai hari kiamat.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Dalil yang menunjukkan kewajiban hijrah, yaitu firman Allah ta’aala :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">إن الذين توفاهم الملائكة ظالمي أنفسهم قالوا فيم كنتم<span> </span>قالوا كنا مستضعفين في الأرض قالوا ألم تكن أرض الله واسعة فتهاجروا فيها<span> </span>فأولئك مأواهم جهنم</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">وساءت مصيرا</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">إلا المستضعفين من الرجال والنساء والولدان لا يستطيعون حيلة ولا يهتدون سبيلا فأولئك عسى الله أن يعفو عنهم<span> </span>وكان الله غفورا رحيما</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan oleh malaikat dalam keadaan zhalim terhadap diri mereka sendiri<sup> </sup></span></em><sup><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">(<a name="_ftnref2" href="#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]&#8211;><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>)</span></sup><em><span style="font-family:&quot;"> , kepada mereka malaikat bertanya : ‘Dalam keadaan bagaimana kamu ini? Mereka menjawab : ‘Kami adalah orang-orang yang tertindas di negeri (Mekkah)’. Para malaikat berkata : ‘Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah (kemana saja) di bumi ini?. Maka mereka itu tempat tinggalnya neraka jahannam dan jahannam itu adalah seburuk-buruk tempat kembali. Akan tetapi orang-orang yang tertindas diantara mereka, seperti kaum lelaki dan wanita serta anak-anak yang mereka itu dalam keadaan tidak mampu menyelamatkan diri dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah), maka mudah-mudahan Allah memaafkan mereka. Dan Allah adalah Maha Pema’af lagi Maha Pengampun.” (QS. An-Nisa’ : 97-99)</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-family:&quot;">dan firman Allah ta’aala : </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">يا عبادي الذين آمنوا إن أرضي واسعة فإياي فاعبدون</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;text-indent:-0.5in;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span><em>“Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Sesungguhnya, bumi-Ku adalah luas, maka hanya kepada-Ku saja supaya kamu beribadah.” (QS.<span> </span>Al-Ankabut : 56).</em></span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Albaghawi<sup> </sup></span><sup><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">(<a name="_ftnref3" href="#_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]&#8211;><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>)</span></sup><span style="font-family:&quot;"> <em>Rahimahullah</em>, berkata : “Ayat ini, sebab turunnya, adalah ditujukan kepada orang-orang muslim yang masih berada di Makkah, yang mereka itu belum juga berhijrah. Karena itu, Allah menyeru kepada mereka dengan sebutan orang-orang yang beriman.”</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Adapun dalil dari sunnah yang menunjukkah kewajiban hijrah, yaitu sabda Rasulullah <em>shollallohu ‘alaihi wa sallam</em>:</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">لا تنقطع الهجرة حتى تنقطع التوبة, ولا تنقطع التوبة حتى تطلع الشمس من مغربها.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Hijrah tetap akan berlangsung selama pintu taubat belum ditutup, sedang pintu taubat tidak akan ditutup sebelum matahari terbit dari barat.</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Setelah Nabi Muhammad <em>shollallohu ‘alaihi wa sallam</em> menetap di Madinah, disyari’atkan kepada beliau zakat, puasa, haji, adzan, jihad, amar ma’ruf dan nahi mungkar serta syari’at-syari’at Islam lainnya.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Beliau pun melaksanakan perintah untuk menyampaikan hal ini dengan tekun dan gigih selama sepuluh tahun. Sesudah itu wafatlah beliau, sedang agamanya tetap dalam keadaan lestari.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Inilah agama yang beliau bawa. Tiada suatu kebaikan yang tidak beliau tunjukkan kepada umatnya. Dan tiada suatu keburukan yang tidak beliau peringatkan supaya dijauhi. Kebaikan yang beliau tunjukkan ialah tauhid serta segala yang dicintai dan diridhai Allah; sedang keburukan yang beliau peringatkan supaya dijauhi ialah syirik serta segala yang dibenci dan dimurkai Allah.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Nabi Muhammad <em>shollallohu ‘alaihi wa sallam</em> diutus oleh Allah kepada seluruh umat manusia, dan diwajibkan kepada seluruh jin dan manusia untuk mentaatinya. </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Allah <em>ta’ala</em> berfirman :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">قل يا أيها الناس إني رسول الله إليكم جميعا</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Katakanlah : ‘Wahai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kamu semua.” (QS.<span> </span>Al-A’raf : 158).</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Dan melalui beliau, Allah telah menyempurnakan agama-Nya untuk kita. Firman Allah <em>ta’aala </em>:</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الإسلام دينا</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Pada hari ini<sup> </sup></span></em><sup><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">(<a name="_ftnref4" href="#_ftn4"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]&#8211;><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>)</span></sup><em><span style="font-family:&quot;">, telah aku sempurnakan untukmu agamamu dan Aku lengkapkan kepadamu ni’mat-Ku serta Aku ridhai Islam itu menjadi agama bagimu.” (QS. Al-Ma’idah : 3).</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Adapun dalil yang menunnjukkan bahwa Nabi <em>shollallohu ‘alaihi wa sallam</em> juga wafat, ialah firman Allah ta’aala:</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">إنك ميت وإنهم ميتون<span> </span>ثم إنكم يوم القيامة عند ربكم تختصمون</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka pun akan mati (pula). Kemudian sesungguhnya kamu nanti pada hari Kiamat berbantah-bantahan dihadapan Tuhanmu.” (QS. Az-Zumar : 30-31).</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Manusia sesudah mati akan dibangkitkan kembali. Dalilnya, firman Allah ta’aala :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">منها خلقناكم وفيها نعيدكم ومنها نخرجكم تارة أخرى</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Berasal dari tanahlah kamu telah kami jadikan dan kepadanya kamu kami kembalikan, serta darinya kamu akan kami bangkitkan sekali lagi.” (QS.<span> </span>Thaha : 55).</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-family:&quot;">Dan firman Allah <em>ta’aala</em> :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">والله أنبتكم من الأرض نباتا ثم يعيدكم فيها ويخرجكم إخراجا</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Dan Allah telah menumbuhkan kamu dari tanah dengan sebaik-baiknya, kemudian Dia mengembalikan kamu kedalamnya (lagi) dan (pada hari kiamat) Dia akan mengeluarkan kamu dengan sebenar-benarnya.” (QS.<span> </span>Nuh : 17-18).</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Setelah manusia dibangkitkan, mereka akan dihisab dan diberi balasan sesuai dengan perbuatan mereka.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Firman Allah <em>ta’aala</em> :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">ولله ما في السماوات وما في الأرض ليجزي الذين أساؤوا بما عملوا ويجزي الذين أحسنوا بالحسنى</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Dan hanya kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat buruk sesuai dengan perbuatan mereka dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan (pahala) yang lebih baik lagi (surga).” ( QS. An-Najm : 31).</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Barangsiapa yang tidak mengimani kebangkitan ini, maka dia adalah kafir.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Firman Allah <em>ta’aala</em> :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">زعم الذين كفروا ان لن يبعثوا قل بلىوربي لتبعثن ثم لتنبؤن بما عملتم وذلك على الله يسير</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka tidak akan dibangkitkan. Katakan : ‘tidaklah demikian. Demi Robbku, kamu pasti akan dibangkitkan dan niscaya akan diberitakan kepadamu apapun yang telah kamu kerjakan. Yang demikian itu adalah amat mudah bagi Allah.” (QS. At-Taghabun : 7).</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Allah telah mengutus semua Rasul sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan. </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Sebagaimana firman Allah <em>ta’aala</em> :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">رسلا مبشرين ومنذرين لئلا يكون للناس على الله حجة بعد الرسل</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“(Kami telah mengutus) Rasul-rasul menjadi penyampai kabar gembira dan pemberi peringatan, supaya tiada lagi suatu alasan bagi manusia membantah Allah setelah (diutusnya) para Rasul itu.” (QS.<span> </span>An-Nisa’ : 165).</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Rasul pertama adalah Nabi Nuh <em>‘alaihis salam</em> <sup><span> </span></sup></span><sup><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">(<a name="_ftnref5" href="#_ftn5"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]&#8211;><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[5]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>)</span></sup><span style="font-family:&quot;">, dan Rasul terakhir adalah Nabi Muhammad <em>shollallohu ‘alaihi wa sallam</em>, serta beliaulah penutup para Nabi.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Dalil yang menunjukkan bahwa Rasul pertama adalah Nabi Nuh, firman Allah <em>ta’aala</em> :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">إنا أوحينا إليك كما أوحينا إلى نوح والنبيون من بعده</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Sesungguhnya Kami mewahyukan kepadamu (Muhammad) sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan para Nabi sesudahnya…” (QS. An-nisa’ :163)</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Dan Allah telah mengutus kepada setiap umat seorang Rasul, mulai dari Nabi Nuh sampai Nabi Muhammad, dengan memerintahkan kepada mereka untuk beribadah kepada Allah semata dan melarang mereka beribadah kepada thaghut. Allah <em>ta’aala</em> berfirman:</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">ولقد بعثنا في كل أمة رسولا أن اعبدوا الله واجتنبوا الطاغوت</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;text-indent:-0.5in;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span><em>“Dan sesungguhnya, Kami telah mengutus kepada setiap ummat seorang Rasul (untuk menyerukan) : Beribadahlah kepada Allah (saja) dan jauhilah thaghut itu.” (QS.<span> </span>An-Nahl :36).</em></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;text-indent:-0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Dengan demikian, Allah telah mewajibkan kepada seluruh hamba</span><span style="font-family:&quot;">-</span><span style="font-family:&quot;">Nya supaya bersikap kafir kepada thaghut dan hanya beriman kepada-Nya saja.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Ibnu Al-Qayyim</span><sup><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> (<a name="_ftnref6" href="#_ftn6"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]&#8211;><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[6]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>)</span></sup><span style="font-family:&quot;"> <em>Rahimahullah Ta’ala</em> telah menjelaskan pengertian thaghut dengan mengatakan :</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">( الطاغوت : ما تجاوز به العبد حده من معبود، أو متبوع، أو مطاع ).</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>“Thaghut, ialah segala sesuatu yang diperlakukan menusia secara melampaui batas (yang telah ditentukan oleh Allah), seperti dengan disembah, atau diikuti, atau dipatuhi.”</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Thaghut itu banyak macamnya, tokoh-tokohnya ada lima :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0.5in 0.0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>1-<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&quot;">Iblis, yang telah dilaknat oleh Allah,</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0.5in 0.0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&quot;">Orang yang disembah, sedang ia sendiri rela,</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0.5in 0.0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&quot;">Orang yang mengajak manusia untuk menyembah dirinya,</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0.5in 0.0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&quot;">Orang yang mengaku tahu sesuatu yang ghaib,</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0.5in 0.0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&quot;">Orang yang memutuskan sesuatu tanpa berdasarkan hukum yang telah diturunkan oleh Allah.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-family:&quot;">Allah <em>ta’aala</em> berfirman :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:27pt;text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">لا إكرا في الدين قد تبين الرشد من الغي فمن يكفر بالطاغوت ويؤمن بالله فقد استمسك بالعروة الوثقى لا انفصام لها والله سميع عليم</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Tiada paksaan dalam (memeluk) agama ini. Sungguh telah jelas kebenaran dari kesesatan. Untuk itu, barangsiapa yang ingkar kepada thaghut dan iman kepada Allah, maka dia benar-benar telah berpegang teguh dengan tali yang amat kuat, yang tidak akan terputus tali itu. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah ; 256).</span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Ingkar kepada semua thaghut dan iman kepada Allah saja, sebagaimana dinyatakan dalam ayat tadi, adalah hakekat syahadat <em>“La Ilaha Illallah”.</em></span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Dan diriwayatkan dalam hadits, Rasulullah <em>shollallohu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda :</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">رأس هذا الأمر الإسلام، وعموده الصلاة، وذروة سنامه الجهاد في سبيل الله.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>“Pokok agama ini adalah Islam<sup> </sup></span><sup><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">(<a name="_ftnref7" href="#_ftn7"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]&#8211;><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[7]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>)</span></sup><span style="font-family:&quot;">, dan tiangnya adalah shalat, sedang ujung tulang punggungnya adalah jihad fi sabilillah<sup> </sup></span><sup><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">(<a name="_ftnref8" href="#_ftn8"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[8]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>)</span></sup><span style="font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Hanya Allahlah yang Maha Tahu. Semoga shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan Allah kepada Nabi Muhammad, kepada keluarga dan para sahabatnya.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<div><!--[if !supportFootnotes]--></p>
<hr size="1" /><!--[endif]--></p>
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1"></a><span>(<span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span> )</span><span> Yakni surt Al-Alaq 1-5.</span></p>
</div>
<div id="ftn2">
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><a name="_ftn2" href="#_ftnref2"></a><span>(<span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span> )</span><span> Yang dimaksud dengan zhalim terhadap diri mereka sendiri dalam ayat ini, ialah orang-orang penduduk Makkah yang sudah masuk Islam tetapi mereka tidak mau<span> </span>hijrah bersama Nabi, padahal mereka mampu dan sanggup. Mereka ditindas dan di paksa oleh orang-orang kafir supaya ikut bersama mereka pergi ke perang badar, akhirnya ada diantara mereka yang terbunuh.</span></p>
</div>
<div id="ftn3">
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><a name="_ftn3" href="#_ftnref3"></a><span>(<span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span> )</span><span> Abu Muhammad : Al-Husain bin Mas’ud bin Muhammad Al-Farra’, atau Ibnu Al-Farra’, Al-Baghawi (436-510H= 1044-1117 M). seorang ahli dalam bidang fiqh, hadits dan tafsir. Diantara karyanya : At-Tahdzib (fiqh), Syarh As-sunnah (hadits), Lubab At-Tawil fi ma’alim at-tanzil (tafsir).</span></p>
</div>
<div id="ftn4">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn4" href="#_ftnref4"></a><span>(<span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span> )</span><span> Maksudnya, adalah hari Jum’at ketika wuquf di arafah, pada waktu haji wada’.</span></p>
</div>
<div id="ftn5">
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><a name="_ftn5" href="#_ftnref5"></a><span>(<span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[5]</span></span><!--[endif]--></span></span> )</span><span> Selain dalil dari alqur’an yang disebutkan penulis, yang menunjukkan bahwa Nabi Nuh adalah Rasul pertama, disana ada juga hadis shahih yang menyertakan bahwa Nabi Nuh adalah rasul pertama yang diutus kepada penduduk bumi ini, seperti hadits riwayat Al-bukhari dalam shohihnya, kitab Al-Anbiya’, bab 3, dan riwayat Muslim dalam shahihnya, kitab Al-Iman bab 84.</span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span>Adapun Nabi Adam <em>‘alaihis salam</em>, menurut sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Dzar al-ghifari </span><span style="font-family:&quot;"><span>t</span></span><span>, beliau adalah nabi pertama. Dan disebutkan dalam hadits ini bahwa jumlah para Nabi ada 124 ribu orang, dari jumlah tersebut sebagai Rasul 315 orang, dan dalam riwayat lain disebutkan lebih dari 312 orang. Lihat : Imam Ahmad, Al-Musnad, jilid 5, hal, 178, 179 dan 265.</span></p>
</div>
<div id="ftn6">
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><a name="_ftn6" href="#_ftnref6"></a><span>(<span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[6]</span></span><!--[endif]--></span></span> )</span><span> Abu Abdillah : Muhamad bin Abu Bakar bin Ayyub bin Sa’ad<span> </span>Az-zur’i Ad-dimasyqi, terkenal dengan Ibnu Al-qayyim atau Ibnu Qayim al-Jauziyah (691-751 H = 1292-1350 M). seorang ulama yang giat dan gigih dalam mengajak ummat Islam pada zamannya untuk kembali kepada tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah serta mengikuti jejak para salafus shaleh. Mempunyai banyak karya tulis, antara lain : Madarij-as salikin, Zaad Al-Ma’ad, Thariq Al-Hijratain wa Baab As-sa’adatain, At-tibyan fi Aqsam Al-Qur’an, Miftah Dar As-sa’adah.</span></p>
</div>
<div id="ftn7">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn7" href="#_ftnref7"></a><span>(<span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[7]</span></span><!--[endif]--></span></span> )</span><span> Silahkan melihat kembali pengertian Islam yang disebutkan oleh penulis pada hal 23.</span></p>
</div>
<div id="ftn8">
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left:0.25in;text-indent:-0.25in;"><a name="_ftn8" href="#_ftnref8"></a><span>(<span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[8]</span></span><!--[endif]--></span></span> )</span><span> Hadits shahih riwayat At-thabrani dari Ibnu Umar </span><span style="font-family:&quot;"><span>t</span></span><span> dan riwayat At-tirmizi dalam Al-Jami’ As-Shahih, kitab Al-Iman, bab 8.</span></p>
</div>
</div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ustadzkholid.wordpress.com/107/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ustadzkholid.wordpress.com/107/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ustadzkholid.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ustadzkholid.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ustadzkholid.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ustadzkholid.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ustadzkholid.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ustadzkholid.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ustadzkholid.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ustadzkholid.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ustadzkholid.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ustadzkholid.wordpress.com/107/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ustadzkholid.wordpress.com&blog=1599601&post=107&subd=ustadzkholid&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/09/02/tiga-landasan-utama-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a0d4b768740ebe21dd0224f1ae5fcd2d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ustadzkholid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TIGA   LANDASAN UTAMA (3)</title>
		<link>http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/09/02/tiga-landasan-utama-3/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/09/02/tiga-landasan-utama-3/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 01:26:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ustadzkholid</dc:creator>
				<category><![CDATA[aqidah islamiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.wordpress.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[
الأصول الثلاثة
TIGA  LANDASAN UTAMA  (3) 
Oleh :
Syaikh Muhammad At-Tamimi
 
MENGENAL ISLAM
 
 Islam, ialah berserah diri kepada Allah dengan tauhid dan tunduk kepada-Nya dengan penuh kepatuhan pada segala perintah-Nya serta menyelamatkan diri dari perbuatan syirik dan orang-orang yang berbuat syirik.
 Dan agama Islam, dalam pengertian tersebut mempunyai tiga tingkatan, yaitu : Islam, Iman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ustadzkholid.wordpress.com&blog=1599601&post=105&subd=ustadzkholid&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<h3 style="text-align:center;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:&quot;">الأصول الثلاثة</span></h3>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" align="center"><span style="font-size:14pt;font-family:Haettenschweiler;">TIGA</span><span style="font-size:14pt;" dir="rtl"> </span><span style="font-size:14pt;font-family:Haettenschweiler;"><span> </span>LANDASAN UTAMA</span><span style="font-size:14pt;" dir="rtl"> </span><span style="font-size:14pt;font-family:Haettenschweiler;"><span> </span>(3) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">Oleh :</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" dir="rtl" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">Syaikh Muhammad At-Tamimi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" dir="rtl" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:center;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl" align="center"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">MENGENAL ISLAM</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span><strong>Islam, </strong>ialah berserah diri kepada Allah dengan tauhid dan tunduk kepada-Nya dengan<span> </span>penuh kepatuhan pada segala perintah-Nya serta menyelamatkan diri dari perbuatan syirik dan orang-orang yang berbuat syirik.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Dan agama Islam, dalam pengertian tersebut mempunyai tiga tingkatan, yaitu : <strong>Islam, Iman </strong>dan<strong> Ihsan; </strong>masing-masing tingkatan ada rukun-rukunnya.</span><span id="more-105"></span><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><strong><span style="font-family:&quot;">Tingkatan pertama : Islam</span></strong><span style="font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Adapun tingkatan Islam, rukunnya ada lima :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0.5in 0.0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&quot;">Syahadat (pengakuan dengan hati dan lisan) bahwa : <em>“Laa Ilaaha Illallaah – Muhammad Rasulullah” </em>(tiada sesembahan yang haq selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah).</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0.5in 0.0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&quot;">Mendirikan shalat.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0.5in 0.0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&quot;">Menunaikan zakat.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0.5in 0.0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&quot;">Puasa pada bulan Ramadhan.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0.5in 0.0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&quot;">Dan Haji ke Baitullah Al-Haram.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.25in;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.25in;"><span style="font-family:&quot;">Dalil syahadat :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.25in;"><span style="font-family:&quot;">Firman Alah Ta’ala :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:1.3pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">شهد الله أنه لا إله إلا هو والملائكة وأولو العلم قائما بالقسط لا إله إلا هو العزيز الحكيم</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Allah menyatakan bahwa tiada sesembahan (yang haq) selain Dia, dengan senantiasa menegakkan keadilan. (juga menyatakan yang demikian itu) para Malaikat dan orang-orang yang berilmu. Tiada sesembahan (yang haq) selain dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS.<span> </span>Ali-Imran : 18).</span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Laa Ilaaha Illallah”, </span></em><span style="font-family:&quot;">artinya : tiada sesembahan yang haq selain Allah.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-family:&quot;">Syahadat ini mengandung dua unsur. Menolak dan menetapkan. <em>“La Ilaaha”, </em>adalah menolak segala sembahan selain Allah, <em>“Illallah”, </em>adalah menetapkan bahwa ibadah<strong> </strong>(penghambaan) itu hanya untuk Allah semata, tiada sesuatu apapun yang boleh dijadikan sekutu di dalam ibadah kepada-Nya, sebagaimana tiada sesuatu apapun yang boleh dijadikan sekutu di dalam kekuasaan-Nya.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-family:&quot;">Tafsir makna syahadat tersebut diperjelas oleh firman Allah Ta’ala:</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ إِنَّنِي بَرَاء مِّمَّا تَعْبُدُونَ (26)</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">إِلَّا الَّذِي فَطَرَنِي فَإِنَّهُ سَيَهْدِينِ (27) سورة الزخرف وَجَعَلَهَا كَلِمَةً بَاقِيَةً فِي عَقِبِهِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"> سورة الزخرف.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kepada kaumnya : ‘Sesungguhnya aku menyatakan lepas diri dari segala yang kamu sembah, kecuali Tuhan yang telah menciptakanku, kerena sesungguhnya Dia akan memberiku petunjuk. ‘Dan (Ibrohim) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya supaya mereka senantiasa kembali (kepada tauhid).” (QS. Az-Zukhruf : 26-28)</span></em><span style="font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-family:&quot;">Dan firman Allah Ta’ala :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">قل يا أهل الكتاب تعالوا إلى كلمة سواء بيننا وبينكم ألا نعبد إلا الله ولا نشرك به شيئا ولا يتخذ بعضنا بعضا أربابا من دون الله فإن تولوا فقولوا اشهدوا بأنا مسلمون</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Katakanlah (Muhammad) : ‘Hai Ahli Kitab! Marilah kamu kepada suatu kalimat yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, yaitu : hendaklah kita tidak menyembah selain Allah dan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Nya serta janganlah sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah’. Jika mereka berpaling, maka katakanlah kepada mereka : ‘Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang muslim (menyerah diri kepada Allah).” (QS.<span> </span>Ali Imran : 64).</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Adapun dalil syahadat bahwa Muhammad itu Rasulullah, adalah firman Allah Ta’ala :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">لَقَدْ جَاءكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">(128) سورة التوبة.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;text-indent:-0.5in;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span><em>“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kalangan kamu sendiri, terasa berat olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) untukmu, amat belas kasih lagi penyayang kepada orang-orang yang beriman.” (QS.<span> </span>At-Taubah : 128).</em></span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-family:&quot;">Syahadat bahwa Muhammad adalah Rasulullah, berarti : mentaati apa yang diperintahkannya, membenarkan apa yang diberitakannya, menjauhi apa yang dilarang serta dicegahnya, dan beribadah kepada Allah dengan apa yang disyariatkannya.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Dalil shalat, zakat dan tafsir kalimat tauhid :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-family:&quot;">Firman Allah Taala :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:45pt;text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">وما أمروا إلا ليعبدوا الله مخلصين له الدين حنفاء ويقيموا الصلاة ويؤتوا الزكاة وذلك دين القيمة</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Padahal mereka tidaklah diperintahkan kecuali supaya beribadah kepada Allah, dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya lagi bersikap lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat serta mengeluarkan zakat. Demikian itulah tuntunan agama yang lurus.” (QS.<span> </span>Al-Bayyinah : 5).</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-family:&quot;">Dalil shiyam/puasa :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-family:&quot;">Firman Allah Ta’ala :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">يا أيها الذين آمنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan kepada kamu untuk melakukan shiyam, sebagaimana telah diwajibkan kapada orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah : 183).</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-family:&quot;">Dalil Haji : </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-family:&quot;">Firman Allah Ta’ala :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">ولله على الناس حج البيت من استطاع إليه سبيلا ومن كفر فإن الله غني عن العالمين</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Dan hanya untuk Allah, wajib bagi manusia melakukan haji, yaitu (bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah. Dan barangsiapa yang mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan) semesta alam.” (QS.<span> </span>Ali Imran : 97).</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><strong><span style="font-family:&quot;">Tingkatan kedua : Iman</span></strong><span style="font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Iman itu lebih dari tujuh puluh cabang. Cabang yang paling tinggi ialah syahadat. <em>“ La Ilaha Illallah”,</em> sedang cabang yang paling rendah ialah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan sifat malu adalah salah satu cabangnya iman.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Rukun iman ada enam yaitu :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0.5in 0.0001pt;"><!--[if !supportLists]&#8211;><span style="font-family:&quot;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&quot;">Iman kepada Allah.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0.5in 0.0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&quot;">Iman kepada para Malaikat-Nya.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0.5in 0.0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&quot;">Iman kepada kitab-kitab-Nya. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0.5in 0.0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&quot;">Iman kepada para Rasul-Nya.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0.5in 0.0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&quot;">Iman kepada hari akhirat, dan</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0.5in 0.0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&quot;">Iman kepada qadar <sup><span> </span></sup></span></span><sup><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">(<a name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>)</span></sup><span style="font-family:&quot;">, yang baik maupun yang buruk.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-family:&quot;">Dalil ke enam rukun ini, firman Allah <em>ta’aala </em>:</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">ليس البر أن تولوا وجوهكم قبل المشرق والمغرب ولكن البر من آمن بالله والملائكة</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">والكتاب والنبيين</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Berbakti (dan beriman) itu bukanlah sekedar menghadapkan wajahmu (dalam shalat) ke arah timur dan barat, tetapi berbakti (dan beriman) yang sebenarnya ialah iman seseorang kepada Allah, hari akhirat, para malalikat, kitab-kitab dan Nabi-Nabi…” (QS.<span> </span>Al-Baqarah : 177). </span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><em><span style="font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;">Dan firman Allah <em>ta’aala</em> :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">إنا كل شيء خلقناه بقدر</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Sesngguhnya segala sesuatu telah Kami ciptakan sesuai dengan qadar.” (QS. Al-Qamar : 49).</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><strong><span style="font-family:&quot;">Tingkatan ketiga : Ihsan.</span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><strong><span style="font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Ihsan, rukunnya hanya satu, yaitu :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">أن تعبد الله كأنك تراه, فإن لم تكن تراه فإنه يراك</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Beribadahlah kepada Allah dalam keadaan seakan-akan kamu melihat-Nya. Jika kamu tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.”<sup> </sup></span></em><sup><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">(<a name="_ftnref2" href="#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]&#8211;><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>)</span></sup><em><span style="font-family:&quot;">.</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Dalilnya, firman Allah <em>ta’aala </em>:</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">إن الله مع الذين اتقوا والذين هم محسنون</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Sesunggunya Allah besama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat ihsan.” (QS.<span> </span>An-Nahl : 128 )</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><em><span style="font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">وتوكل على العزيز الرحيم<span> </span>الذي يراك حين تقوم<span> </span>وتقلبك في الساجدين</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">إنه هو السميع العليم</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Dan bertawakkallah kepada (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang, Yang melihatmu ketika kamu berdiri (untuk shalat) dan (melihat) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS.<span> </span>Asy-syuaraa’ : 217-220).</span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">وما تكون في شأن وما تتلوا منه من قرآن ولا تعملون من عمل إلا كنا عليكم شهودا</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">إذ تفيضون فيه</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Dalam keadaan apapun kamu berada, dan (ayat) apapun dari Al-Qur’an yang kamu baca, serta pekerjaan apapun yang kamu kerjakan, tidak lain Kami adalah menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya…”. (QS.<span> </span>Yunus : 61).</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><em><span style="font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Adapun dalilnya dari sunnah, ialah hadits jibril<sup> </sup></span><sup><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">(<a name="_ftnref3" href="#_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]&#8211;><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>) </span></sup><span style="font-family:&quot;">yang masyhur, yang diriwayatkan dari Umar bin Al-Khattab rodhiallohu ‘anhu : </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>“Ketika kami sedang duduk di sisi Nabi <em>shollallohu ‘alaihi wa sallam</em> tiba-tiba muncul ke arah kami seorang laki-laki, sangat putih pakaiannya, hitam<span> </span>pekat rambutnya tidak tampak pada tubuhnya tanda-tanda sehabis dari bepergian jauh dan tiada seorangpun diantara kami<span> </span>yang mengenalnya. Lalu orang itu duduk di hadapan Nabi <em>shollallohu ‘alaihi wa sallam</em> dengan menyandarkan kedua lututnya pada kedua lutut beliau serta meletakkan kedua telapak tangannya di atas kedua paha beliau, dan berkata :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">يا محمد, أخبرني عن الإسلام!</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><em><span style="font-family:&quot;">“Ya Muhammad, beritahulah aku tentang Islam!”.</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;">Maka Nabi menjawab :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">أن تشهد أن لا إله إلا الله وان محمدا رسول الله وتقيم الصلاة, وتؤتي الزكاة,وتصوم رمضان, وتحج البيت إن استطعت إليه سبيلا</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Yaitu : bersyahadat bahwa tiada sesembahan yang haq selain Allah serta Muhammad adalah Rasulullah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, melakukan shiyam pada bulan Ramadhan dan melaksanakan haji ke Baitullah jika mampu untuk mengadakan perjalanan ke sana.”</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;">Lelaki itupun berkata :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">صدقت</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span><em>“Benarlah engkau.”</em></span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Kata Umar : “Kami merasa heran kepadanya, ia bertanya kepada beliau, tetapi juga membenarkan beliau.” Lalu ia berkata :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">أخبرني عن الإيمان!<em></em></span></p>
<p class="MsoBodyText"><em><span style="font-family:&quot;"><span> </span></span></em><span style="font-family:&quot;">“Beritahu aku tentang iman!”</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Beliau menjawab :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">أن تؤمن بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الآخر وتؤمن بالقدر خيره وشره</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Yaitu : beriman kepada Allah, para Malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya dan hari akhirat serta beriman kepada qadar yang baik dan yang buruk.”</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Orang itu pun berkata lagi : “Benarlah engkau.” Kemudian ia berkata :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">اخبرني عن الإحسان!</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span><em>“Beritahu aku tentang ihsan!”</em></span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Beliau mejawab :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">أن تعبد الله كأنك تراه فإن لم تكن تراه فإنه يراك</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Yaitu : beribadahlah kepada Allah dalam keadaan seakan-akan kamu melihat-Nya. Jika kamu<span> </span>tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.”</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Ia berkata lagi :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">أخبرني عن الساعة!</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span><em>“Beritahulah aku tentang waktu kiamat!”</em></span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>beliau menjawab :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">ما المسؤول عنها بأعلم من السائل</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Orang yang ditanya tentang hal tersebut tidak lebih tahu daripada orang yang menanyakannya.”</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;">Maka<span> </span>orang itupun berkata :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">أخبرني عن أماراتها!</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span><em>“Beritahulah aku (sebagian dari) tanda-tanda kiamat itu!”</em></span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;">beliau mejawab :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">أن تلد الأمة ربتها, وأن ترى العراة العالة رعاء الشاء يتطاولون في البنيان</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Yaitu : apabila ada budak<span> </span>wanita melahirkan tuan puterinya dan apabila kamu melihat orang-orang tak beralas kaki, tak berpakaian sempurna, melarat lagi penggembala domba, saling bangga-membanggakan diri dalam membangun bangunan yang tinggi.”</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Kata Umar : “Lalu pergilah orang laki-laki itu, sementara kami berdiam diri saja dalam beberapa lama, sehingga Nabi bertanya<span> </span>:</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">يا عمر, أتدري من السائل؟</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span><em>“Hai Umar! Tahukah kamu, siapakah orang yang bertanya itu?”</em></span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>aku menjawab : “Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui.”</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Beliau pun bersabda :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">هذا جبريل, أتاكم يعلمكم أمر دينكم</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Dia adalah jibril, telah datang kepada kalian<span> </span>untuk mengajarkan urusan agama kalian.”<sup> </sup></span></em><sup><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">(<a name="_ftnref4" href="#_ftn4"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>)</span></sup><em><span style="font-family:&quot;">.</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl"><span dir="ltr"> </span></p>
<div><!--[if !supportFootnotes]-->bersambung&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<hr size="1" /><!--[endif]--></p>
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1"></a><span>(<span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span> )</span><span> Qadar ialah : takdir, ketentuan Ilahi, yaitu : iman bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini adalah diketahui, dicatat, dikehendaki dan dijadikan oleh Allah <em>ta’aala</em>.</span></p>
</div>
<div id="ftn2">
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><a name="_ftn2" href="#_ftnref2"></a><span>(<span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span> )</span><span> Pengertian Ihsan tersebut merupakan penggalan dari hadits jibril, yang dituturkan oleh Umar<span> </span>bin Al-Khattab rodhiallohu ‘anhu, sebagaimana akan disebutkan.</span></p>
</div>
<div id="ftn3">
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><a name="_ftn3" href="#_ftnref3"></a><span>(<span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span> )</span><span> Dinamakan hadits Jjibril, karena Jibrillah yang datang kepada Rasulullah shollallhu ‘alaihi wa sallam dengan menanyakan kepada beliau tentang Islam, Iman , Ihsan dan masalah hari kiamat. Hal itu dimaksudkan untuk memberikan pelajaran kepada kaum<span> </span>Muslimin tentang masalah-masalah agama.</span></p>
</div>
<div id="ftn4">
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><a name="_ftn4" href="#_ftnref4"></a><span>(<span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span> )</span><span> Hadirs riwayat Muslim dalam shahih-nya, kitab al-Iman, bab 1 hadits ke-1. dan diriwayatkan juga hadits dengn lafazh seperti ini dari Abu Hurairah oleh Al-Bukhari dalam shahihnya, kitab Al-Iman, bab 37, hadits ke-1.</span></p>
</div>
</div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ustadzkholid.wordpress.com/105/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ustadzkholid.wordpress.com/105/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ustadzkholid.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ustadzkholid.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ustadzkholid.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ustadzkholid.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ustadzkholid.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ustadzkholid.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ustadzkholid.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ustadzkholid.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ustadzkholid.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ustadzkholid.wordpress.com/105/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ustadzkholid.wordpress.com&blog=1599601&post=105&subd=ustadzkholid&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/09/02/tiga-landasan-utama-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a0d4b768740ebe21dd0224f1ae5fcd2d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ustadzkholid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TIGA   LANDASAN UTAMA (2)</title>
		<link>http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/09/02/tiga-landasan-utama-2/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/09/02/tiga-landasan-utama-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 01:24:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ustadzkholid</dc:creator>
				<category><![CDATA[aqidah islamiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.wordpress.com/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[
الأصول الثلاثة
TIGA  LANDASAN UTAMA  (2)
Oleh :
Syaikh Muhammad At-Tamimi
 
MENGENAL ALLAH
Azza wa Jalla
 
 Apabila anda ditanya : siapakah Tuhanmu?, Maka katakanlah: Tuhanku adalah Allah yang telah memelihara diriku dan memelihara semesta alam ini dengan segala ni’mat yang dikaruniakan-Nya.Dan Dialah sesembahanku, tiada bagiku sesembahan yang haq selain Dia.
 
 
 
Allah Ta’ala berfirman :
 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ustadzkholid.wordpress.com&blog=1599601&post=103&subd=ustadzkholid&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<h3><span style="font-family:&quot;">الأصول الثلاثة</span></h3>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:14pt;font-family:Haettenschweiler;">TIGA</span><span style="font-size:14pt;" dir="rtl"> </span><span style="font-size:14pt;font-family:Haettenschweiler;"><span> </span>LANDASAN UTAMA</span><span style="font-size:14pt;" dir="rtl"> </span><span style="font-size:14pt;font-family:Haettenschweiler;"><span> </span>(2)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">Oleh :</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">Syaikh Muhammad At-Tamimi</span></strong></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;">MENGENAL ALLAH</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-family:&quot;">Azza wa Jalla</span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Apabila anda ditanya : siapakah Tuhanmu?, Maka katakanlah: Tuhanku adalah Allah yang telah memelihara diriku dan memelihara semesta alam ini dengan segala ni’mat yang dikaruniakan-Nya.</span><span id="more-103"></span><span style="font-family:&quot;">Dan Dialah sesembahanku, tiada bagiku sesembahan yang haq selain Dia.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-family:&quot;">Allah Ta’ala berfirman :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">الحمد لله رب العالمين</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Segala puji hanya milik Allah Pemelihara semesta alam.” (QS. Al-fatihah : 1).</span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Semua yang ada selain Allah disebut alam<strong>,</strong> dan aku adalah bagian dari semesta alam ini.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Selanjutnya, jika anda ditanya : melalui apa anda mengenal Tuhan? Maka hendaklah anda jawab : melalui tanda-tanda kekuasaan-Nya dan melalui ciptaan-Nya. Diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah : malam, siang, matahari dan bulan. Sedang diantara ciptaan-Nya ialah : tujuh langit dan tujuh bumi beserta segala makhluk yang ada di langit dan di bumi serta yang ada di antara keduanya.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">ومن آياته الليل والنهار والشمس والقمر لا تسجدوا للشمس ولا للقمر واسجدوا لله الذي خلقهن إن كنتم إياه تعبدون</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah kamu bersujud kepada matahari dan janganlah (pula kamu bersujud) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika kamu benar-benar hanya kepada-Nya beribadah.” (QS.<span> </span>fussilat : 37).</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-family:&quot;">Dan firman-Nya : </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">إِنَّ رَبَّكُمُ اللّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلاَ لَهُ الْخَلْقُ وَالأَمْرُ تَبَارَكَ اللّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">(54) سورة الأعراف.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Sesungguhnya Tuhanmu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang, senantiasa mengikutinya dengan cepat. Dan Dia (ciptakan pula) matahari dan bulan serta bintang-bintang (semuanya) tunduk kepada perintah-Nya. Ketahuilah hanya hak Allah mencipta dan memerintah itu. Maha suci Allah Tuhan semesta alam.” (surah Al-A’raf : 54).</span></em><em></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-family:&quot;">Tuhan inilah yang haq untuk disembah. Dalilnya, firman Allah Ta’ala:</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">يا أيها الناس اعبدوا ربكم الذي خلقكم والذين من قبلكم لعلكم تتقون<span> </span>الذي جعل لكم الأرض فراشا والسماء بناء وأنزل من السماء ماء فأخرج به من الثمرات رزقا لكم فلا تجعلوا لله أندادا وأنتم تعملون </span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa. (Robb) yang telah menjadikan untukmu bumi ini sebagai hamparan dan langit sebagai atap, serta menurunkan (hujan) dari langit, lalu dengan air itu Dia menghasilkan segala buah-buahan sebagai rizki untukmu. Karena itu, janganlah kamu mengangkat sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mngetahui.” (surah Al-Baqarah: 21-22).</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-family:&quot;">Ibnu katsir </span><sup><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">(<a name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]&#8211;><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>) </span></sup><em><span style="font-family:&quot;">Rahimahullahu Ta’ala</span></em><span style="font-family:&quot;">, mengatakan : hanya pencipta segala sesuatu yang ada inilah yang berhak dengan segala macam ibadah</span><sup><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">(<a name="_ftnref2" href="#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>)</span></sup><span style="font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Dan macam-macam ibadah yang diperintahkan Allah itu, antara lain: Islam<sup> </sup></span><sup><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">(<a name="_ftnref3" href="#_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>)</span></sup><span style="font-family:&quot;">, Iman, Ihsan, do’a, <em>khauf</em> (takut), <em>raja’</em> (pengharapan), tawakkal, raghbah (penuh minat), rahbah (cemas), khusyu’ (tunduk), <em>khasyyah</em> (takut), <em>inabah</em> (kembali kepada Allah), <em>isti’anah</em> (memohon pertolongan), <em>isti’azah</em> (memohon perlindungan), <em>istighatsah</em> (memohon pertolongan untuk dimenangkan atau diselamatkan), <em>dzabh</em> (menyembelih), nazar, dan macam-macam ibadah lainnya yang diperintahkan oleh Allah.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Allah <em>Subahanahu wata’ala</em> berfirman :</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">وأن المساجد لله فلا تدعوا مع الله أحدا</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Dan sesungguhnya masji-masjid itu adalah kepunyaan Allah, karena itu, janganlah kamu menyembah seseorang pun di dalamnya di samping (menyembah Allah).” (QS.<span> </span>Al-Jin: 18).</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-family:&quot;">Karena itu, barangsiapa yang menyelewengkan ibadah tersebut untuk selain Allah, maka ia adalah musyrik dan kafir. Firman Allah <em>Ta’ala</em> :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">ومن يدع مع الله إلها آخر لا برهان به فإنما حسابه عند ربه<span> </span>إنه لا يفلح الكافرون</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Dan barangsiapa menyembah sesembahan yang lain di samping (menyembah) Allah, padahal tidak ada satu dalilpun baginya tentang itu, maka benar-benar balasannya ada pada Tuhannya. Sungguh tiada beruntung orang-orang kafir itu.” (QS. Al-Mu’minun: 117).</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.25in;"><strong><span style="font-family:&quot;">Dalil macam-macam ibadah:</span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0.5in 0.0001pt;"><!--[if !supportLists]&#8211;><span style="font-family:&quot;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&quot;">Dalil do’a :</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-family:&quot;">firman Alah Ta’ala :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">وقال ربكم ادعوني أستجب لكم<span> </span>إن الذين يستكبرون عن عبادته سيدخلون جهنم داخرين</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Dan Tuhanmu berfirman : ‘Berdo’alah kamu kepadaku niscaya akan Ku perkenankan bagimu’. Sesungguhnya, orang-orang yang enggan untuk beibadah kepada-Ku pasti akan masuk neraka dalam keadaan hina.” (QS. Ghafir: 60).</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Dan diriwayatkan dalam hadits :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">" الدعاء مخ العبادة ".</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span><em>“Do’a itu adalah sari ibadah</em></span><sup><span style="font-family:&quot;"> </span></sup><sup><span style="font-family:&quot;"><span> </span></span></sup><sup><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">(<a name="_ftnref4" href="#_ftn4"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]&#8211;><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>)</span></sup><span style="font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0.5in 0.0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&quot;">Dalil khauf (takut) :</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-family:&quot;">Firman Allah Ta’ala :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">فلا تخافوهم وخافوني إن كنتم مؤمنين</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Maka janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS. Ali Imran: 175).</span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0.5in 0.0001pt;"><!--[if !supportLists]&#8211;><span style="font-family:&quot;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&quot;">Dalil <em>Raja’</em> (pengharapan) : </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-family:&quot;">Firman Allah Ta’ala :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">فمن كان يرجوا لقاء ربه فليعمل عملا صالحا ولا يشرك بعبادة ربه أحدا</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Untuk itu, barangsiapa yang mengharap perjumpaan dengan Robbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal shaleh dan janganlah mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Robb-Nya.” (QS.<span> </span>Al-Kahfi: 110).</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0.5in 0.0001pt;"><!--[if !supportLists]&#8211;><span style="font-family:&quot;"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&quot;">Dalil Tawakkal (berserah diri) :</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-family:&quot;">Firman Allah Ta’ala :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">وعلى الله فتوكلوا إن كنتم مؤمنين</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">‘Dan hanya kepada Allah-lah kamu betawakkal, jika kamu benar-banar orang yang beriman.” (QS.<span> </span>Al-Maidah : 23).</span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-family:&quot;">Dan firmannya :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">ومن يتوكل على الله فهو حسبه</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah maka Dialah Yang Mencukupinya.” (QS.<span> </span>Ath-Thalaq : 3).</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0.5in 0.0001pt;"><!--[if !supportLists]&#8211;><span style="font-family:&quot;"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&quot;">Dalil <em>Raghbah</em> (penuh minat), <em>rahbah</em> (cemas) dan khusyu’ (tunduk) ;</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-family:&quot;">Firman Allah Ta’ala :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">إنهم كانوا يسارعون في الخيرات ويدعوننا رغبا ورهبا وكانوا لنا خاشعين</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Sesungguhnya mereka itu senantiasa berlomba-lomba dalam (mengerjakan) kebaikan-kebaikan serta mereka berdo’a kepada Kami dengan penuh minat (kepada rahmat Kami) dan cemas (akan siksa Kami), sedang mereka itu selalu tunduk hanya kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya’ : 90).</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0.5in 0.0001pt;"><!--[if !supportLists]&#8211;><span style="font-family:&quot;"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&quot;">Dalil <em>khasy-yah</em> (takut) :</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-family:&quot;">Firman Allah Ta’ala :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">فلا تخشوهم واخشوني</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Maka janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku.” (QS.<span> </span>Al-Baqarah : 150).</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0.5in 0.0001pt;"><!--[if !supportLists]&#8211;><span style="font-family:&quot;"><span>7.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&quot;">Dalil <em>inabah</em> (kembali kepada Allah) : </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-family:&quot;">Firman Allah Ta’a’ala :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">وأنيبوا إلى ربكم وأسلموا له من قبل أن يأتيكم العذاب ثم لا تنصرون</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Dan kembalilah kepada Robb kalian serta berserah dirilah kepada-Nya (dengan mentaati perintah-Nya) sebelum datang azab kepadamu, kemudian kamu tidak<span> </span>dapat tertolong lagi.” (QS. Az-Zumar : 54).</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0.5in 0.0001pt;"><!--[if !supportLists]&#8211;><span style="font-family:&quot;"><span>8.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&quot;">Dalil <em>isti’anah</em> (memohon pertolongan) :</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-family:&quot;">Firman Allah Ta’ala :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">إياك نعبد وإياك نستعين</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Hanya kepada Engkau-lah kami beribadah dan hanya kepada Engkau-lah kami memohon pertolongan.” (QS. Al-Fatihah : 4).</span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-family:&quot;">Dan diriwayatkan dalam hadits :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">" إذا استعنت فاستعن بالله ".</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-family:&quot;">“Apabila kamu mohon pertolongan, maka memohonlah pertolongan kepada Allah”</span><sup><span style="font-family:&quot;"> </span></sup><sup><span style="font-family:&quot;"><span> </span></span></sup><sup><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">(<a name="_ftnref5" href="#_ftn5"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]&#8211;><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[5]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>) </span></sup><span style="font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0.5in 0.0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>9.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&quot;">Dalil <em>isti’adzah</em> (memohon perlindungan) : </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-family:&quot;">Firman Allah Ta’ala :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">قل أعوذ برب الفلق</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Katakanlah : Aku berlindung kepada Robb Yang Menguasai subuh.” (QS. Al-Falaq : 1).</span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-family:&quot;">Dan firman-Nya :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">قل أعوذ برب الناس. ملك الناس</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Katakanlah : ‘Aku berlindung kepada Robb Manusia, Penguasa manusia.” (QS.<span> </span>An-Nas : 1-2).</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0.5in 0.0001pt;"><!--[if !supportLists]&#8211;><span style="font-family:&quot;"><span>10.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&quot;">Dalil <em>istighatsah</em> (memohon pertolongan untuk dimenangkan atau diselamatkan) : </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-family:&quot;">Firman Allah Ta’ala :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">إذ تستغيثون ربكم فاستجاب لكم</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“(Ingatlah) tatkala kamu memohon pertolongan kepada Robb kalian untuk dimenangkan (atas kaum musyrikin), lalu diperkenankan-Nya bagimu.” (QS.<span> </span>Al-Anfal : 9).</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0.5in 0.0001pt;"><!--[if !supportLists]&#8211;><span style="font-family:&quot;"><span>11.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&quot;">Dalil <em>dzabh</em> (menyembelih) : </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-family:&quot;">Firman Allah Ta’ala :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">قل إن صلاتي ونسكي ومحياي ومماتي لله رب العالمين. لا شريك له وبذلك أمرت وأنا أول المسلمين</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Katakanlah : ‘Sesunggunya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah Robb semesta alam, tiada sesuatupun sekutu bagi-Nya. Demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang-orang yang pertama kali berserah diri (kepada-Nya).” (QS.<span> </span>Al-An’am: 162-163).</span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-family:&quot;">Dan dalil dari sunnah :<span> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">" لعن الله من ذبح لغير الله ".</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-family:&quot;">“Allah melaknat orang yang menyembelih (binatang) bukan karena Allah”<sup> </sup></span><sup><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">(<a name="_ftnref6" href="#_ftn6"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]&#8211;><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[6]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>)</span></sup><span style="font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0.5in 0.0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>12.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&quot;">Dalil nadzar :</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-family:&quot;">Firman Allah Ta’ala :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">يوفون بالنذر ويخافون يوما كان شره مستطيرا</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Mereka menunaikan nadzar dan takut akan suatu hari yang siksaannya merata di mana-mana.” (QS.<span> </span>Al-Insan : 7).</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><em><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"> (bersambung)</span></em></p>
<p class="MsoNormal">
<div><!--[if !supportFootnotes]&#8211;></p>
<hr size="1" /><!--[endif]--></p>
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left:0.25in;text-indent:-0.25in;"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1"></a><span>(<span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span> )</span><span> lihat Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur’anul Azhim, (Cairo: Maktabah Dar At-turats, 1400H), jilid 1 hal, 57.</span></p>
</div>
<div id="ftn2">
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left:0.25in;text-indent:-0.25in;"><a name="_ftn2" href="#_ftnref2"></a><span>(<span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span> )</span><span> lihat Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur’anul Azhim, (Cairo: Maktabah Dar At-turats, 1400H), jilid 1 hal, 57.</span></p>
</div>
<div id="ftn3">
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left:0.25in;text-indent:-0.25in;"><a name="_ftn3" href="#_ftnref3"></a><span>(<span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span> )</span><span> Islam, yang dimaksud disini, adalah: syahadat, shalat, shiyam, zakat dan haji.</span></p>
</div>
<div id="ftn4">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn4" href="#_ftnref4"></a><span>(<span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span> )</span><span> Hadits riwayat At-Tirmizi dalam Al-Jami’ Ash-Shahih, kitab -Da’awat, bab 1.</span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><span><span> </span>Dan maksud hadis ini: bahwa segala macam ibadah, baik yang umum maupun yang khusus, yang dilakukan seorang mu’min, seperti: mencari nafkah yang halal untuk keluarga, menyantuni anak yatim dll. Semestinya diiringi dengan permohonan ridha Allah dan pengharapan balasan ukhrawi. Oleh karena itu do’a (permohonan dan pengharapan tersebut) disebut oleh Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam sebagai sari atau otak ibadah, karena senantiasa harus mengiringi gerak ibadah.</span></p>
</div>
<div id="ftn5">
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><a name="_ftn5" href="#_ftnref5"></a><span>(<span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[5]</span></span><!--[endif]--></span></span> )</span><span> hadits riwayat At-Tirmizi dalam Al-Jami’ Ash-Shohih, kitab syafaat Al-Qiyamah War-Raqoiq Wal-Wara’, bab 59. dan riwayat Imam Ahmad Musnad (Beirut; Al-Maktab Al-Islami, 1403 H), jillid 1, hal, 293, 303, 307</span></p>
</div>
<div id="ftn6">
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left:0.25in;text-indent:-0.25in;"><a name="_ftn6" href="#_ftnref6"></a><span>(<span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[6]</span></span><!--[endif]--></span></span> )</span><span> Hadits riwayat Muslim dalam Shohihnya, kitab Al-Adhahi, bab 8. dan riwyat Imam Ahmad dalam Al-Musnad, jilid 1, hal. 108 dan 152.</span></p>
</div>
</div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ustadzkholid.wordpress.com/103/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ustadzkholid.wordpress.com/103/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ustadzkholid.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ustadzkholid.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ustadzkholid.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ustadzkholid.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ustadzkholid.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ustadzkholid.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ustadzkholid.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ustadzkholid.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ustadzkholid.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ustadzkholid.wordpress.com/103/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ustadzkholid.wordpress.com&blog=1599601&post=103&subd=ustadzkholid&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/09/02/tiga-landasan-utama-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a0d4b768740ebe21dd0224f1ae5fcd2d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ustadzkholid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TIGA   LANDASAN UTAMA (1)</title>
		<link>http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/09/02/tiga-landasan-utama-1/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/09/02/tiga-landasan-utama-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 01:22:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ustadzkholid</dc:creator>
				<category><![CDATA[aqidah islamiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.wordpress.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[
الأصول الثلاثة
TIGA  LANDASAN UTAMA  (1)
Oleh :
Syaikh Muhammad At-Tamimi
 
بسم الله الرحمن الرحيم

PENDAHULUAN
 
 Saudaraku,
 Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada anda.
 Ketahuilah, bahwa wajib bagi kita untuk mendalami empat masalah, yaitu :
1. Ilmu, yaitu mengenal Allah, mengenal Nabi-Nya dan mengenal agama Islam berdasarkan dalil-dalilnya.
2. Amal, yaitu menerapkan ilmu ini.
3. Sabar, yaitu tabah dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ustadzkholid.wordpress.com&blog=1599601&post=100&subd=ustadzkholid&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if !mso]&gt;--></p>
<h3><span style="font-family:&quot;">الأصول الثلاثة</span></h3>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:14pt;font-family:Haettenschweiler;">TIGA</span><span style="font-size:14pt;" dir="rtl"> </span><span style="font-size:14pt;font-family:Haettenschweiler;"><span> </span>LANDASAN UTAMA</span><span style="font-size:14pt;" dir="rtl"> </span><span style="font-size:14pt;font-family:Haettenschweiler;"><span> </span>(1)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">Oleh :</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">Syaikh Muhammad At-Tamimi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:20pt;" dir="rtl" lang="AR-SA"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl" align="center"><span lang="AR-SA">بسم الله الرحمن الرحيم</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">PENDAHULUAN</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;"><span> </span>Saudaraku,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;"><span> </span>Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada anda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;"><span> </span>Ketahuilah, bahwa wajib bagi kita untuk mendalami empat masalah, yaitu :</span><span id="more-100"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin:0 0.5in 0.0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">Ilmu, </span></strong></span><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">yaitu mengenal Allah, mengenal Nabi-Nya dan mengenal agama Islam berdasarkan dalil-dalilnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin:0 0.5in 0.0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">Amal</span></strong></span><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">, yaitu menerapkan ilmu ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin:0 0.5in 0.0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">Sabar, </span></strong></span><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">yaitu tabah dan tangguh dalam menghadapi segala rintangan dalam menuntut ilmu, mengamalkan dan berdakwah kepadanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">Dalilnya, firman Allah Ta’ala :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>}</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">والعصر (1)<span> </span>إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2)إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>{</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"> سورة العصر</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Demi masa. Sesungguhya setiap manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman, melakukan segala amal shaleh dan saling nasehat-menasehati untuk (menegakkan) yang haq, serta nasehat-menasehati untuk (berlaku) sabar.” (surah al-‘Ashr : 1-3).</span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-family:&quot;">Imam Asy-Syafi’i </span><sup><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">(<a name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>)</span></sup><span style="font-family:&quot;"> <em>Rahimahullahu Ta’ala</em>, mengatakan : “Seandainya Allah hanya menurunkan surat ini saja sebagai hujjah buat makhluk-Nya, tanpa hujjah lain, sungguh telah cukup surat ini sebagai hujjah bagi mereka.”</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-family:&quot;">Dan imam Al-Bukhari<sup> </sup></span><sup><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">(<a name="_ftnref2" href="#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>)</span></sup><span style="font-family:&quot;"> <em>Rahimahullahu Ta’ala</em>, mengatakan : “Bab : ilmu didahulukan sebelum ucapan dan perbuatan. Dalilnya firman Allah Ta’ala : </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">فاعلم أنه لا إله إلا الله واستغفر لذنبك</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya tiada sesembahan (yang </span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">haq) selain Allah dan mohonlah ampunan atas dosamu.” (QS. Muhammad: 19).</span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-family:&quot;">Dalam ayat ini, Allah memerintahkan terlebih dahulu untuk berilmu (berpengetahuan)…<sup> </sup></span><sup><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">(<a name="_ftnref3" href="#_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]&#8211;><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>)</span></sup><span style="font-family:&quot;"> Sebelum ucapan dan perbuatan.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-family:&quot;">Saudaraku,</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-family:&quot;">Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada anda.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-family:&quot;">Dan ketahuilah, bahwa wajib bagi setiap muslim dan muslimah untuk mempelajari dan mengamalkan ketiga perkara ini:</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0.5in 0.0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&quot;">Bahwa Allah-lah yang menciptakan kita dan memberi rizki kepada kita. Allah tidak membiarkan kita begitu saja dalam kebingungan, tetapi mengutus kepada kita seorang Rasul ; maka barangsiapa mentaati Rasul tersebut pasti akan masuk sorga, dan barangsiapa menentangnya pasti akan masuk neraka.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-family:&quot;">Allah Ta’ala berfirman:</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">إِنَّا أَرْسَلْنَا إِلَيْكُمْ رَسُولًا شَاهِدًا عَلَيْكُمْ كَمَا أَرْسَلْنَا إِلَى فِرْعَوْنَ رَسُولًا(15) فَعَصَى فِرْعَوْنُ الرَّسُولَ فَأَخَذْنَاهُ أَخْذًا وَبِيلًا </span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"> سورة المزمل</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kamu seorang Rasul yang menjadi saksi terhadapmu, sebagaimana Kami telah mengutus kepada fir’aun seorang Rasul, tetapi fir’aun mendurhakai Rasul itu, maka kami siksa ia dengan siksaan yang berat.” (QS. Al-Muzammil: 15-16).</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><em><span style="font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0.5in 0.0001pt;"><!--[if !supportLists]&#8211;><span style="font-family:&quot;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&quot;">Bahwa Allah tidak rela, jika dalam ibadah yang ditujukan kepada-Nya, Dia dipersekutukan dengan sesuatu apapun, baik dengan seorang malaikat yang terdekat atau dengan seorang Nabi yang diutus menjadi Rasul. Firman Allah Ta’ala :</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.25in;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">وأن المساجد لله فلا تدعوا مع الله أحدا</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu kepunyaan Allah, karena itu janganlah kamu menyembah seorangpun di dalamnya di samping (menyenbah) Allah.” (QS.<span> </span>Al-Jin : 18).</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0.5in 0.0001pt;"><!--[if !supportLists]&#8211;><span style="font-family:&quot;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&quot;">Bahwa barangsiapa yang mentaati Rasulullah serta mentauhidkan Allah, tidak boleh bersahabat dengan orang-orang yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya, sekalipun mereka itu keluarga terdekat. Allah Ta’ala berfirman :</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.25in;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءهُمْ أَوْ أَبْنَاءهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ أُوْلَئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُم بِرُوحٍ مِّنْهُ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ أُوْلَئِكَ حِزْبُ اللَّهِ أَلا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ </span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"> (22) سورة المجادلة.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-family:&quot;">“<em>Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak, atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah memantapkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan dari-Nya. Dan mereka akan dimasukkan ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung.” (Surah al-Mujdalah: 22).</em></span></p>
<p class="MsoBodyText"><em><span style="font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Saudaraku, </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Semoga Allah membimbing anda untuk taat kepada-Nya.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Ketahuilah bahwa Islam yang merupakan tuntunan Nabi Ibrahim adalah ibadah kepada Allah semata dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, itulah yang diperintahkan Allah kepada seluruh ummat manusia dan hanya untuk itu sebenarnya mereka diciptakan, sebagaimana firman Allah <em>Subhanahu wata’ala </em>:</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku.” (QS.<span> </span>Az-Zariyat : 56).</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><em><span style="font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span><strong>Ibadah, </strong>dalam ayat ini, artinya : tauhid. Dan perintah Allah yang paling agung adalah tauhid, yaitu memurnikan ibadah untuk Allah semata-mata. Sedang larangan Allah yang paling besar adalah syirik, yaitu : menyembah selain Allah di samping menyembah-Nya.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Allah Ta’ala berfirman : </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>]</span></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">واعبدوا الله ولا تشركوا به شيئا</span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"><span>[</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;">“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan-Nya.” (QS. An-nisa; : 36).</span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.5in;"><em><span style="font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Kemudian apabila anda ditanya : apakah tiga landasan utama yang wajib diketahui oleh manusia? Maka hendaklan anda jawab : yaitu mengenal Tuhan Allah Azza wa Jalla, mengenal agama Islam, dan mengenal Nabi Muhammad <em>shollallohu ‘alaihi wa sallam</em>.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<div><!--[if !supportFootnotes]&#8211;></p>
<hr size="1" /><!--[endif]--></p>
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1"></a><span>(<span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span> ). </span><span>Abu Abdillah: muhammad bin idris bin Al-Abbas bin Utsman bin Syafi’<span> </span>Al-Hasyimi Al-Qurasyi Al-Mutthalibi (150-204H=767-820M). salah seorang imam empat. Dilahirkan di ghaza (Palestina) dan meninggal di Cairo. Diantara karya ilmiahnya : Al-Um, Ar-Risalah dan Al-Musnad.</span></p>
</div>
<div id="ftn2">
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><a name="_ftn2" href="#_ftnref2"></a><span>(<span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span> )</span><span>. Abu Abdillah : Muhamad<span> </span>bin Ismail bin Ibrahim bin Al-Mughirah Al-Bukhari (194-256H810-870M), seorang ulama ahli hadis. Untuk mengumpulkan hadits, ia telah menempuh perjalanan panjang; mengunjungi khurasan, Irak, Mesir, dan syam. Kitab-kitab yang disusunnya antara lain: Al-Jami’ Ash-shahih (yang lebih dikenal dengan Shahih Al-Bukhari), At-Taarikh,<span> </span>Adhu’afa’, Khalq af’al Al-Ibad.</span></p>
</div>
<div id="ftn3">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn3" href="#_ftnref3"></a><span>(<span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span> )</span><span> Al-Bukhari dalam Shahihnya, kitab Al-Ilm, bab 10</span></p>
</div>
</div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ustadzkholid.wordpress.com/100/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ustadzkholid.wordpress.com/100/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ustadzkholid.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ustadzkholid.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ustadzkholid.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ustadzkholid.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ustadzkholid.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ustadzkholid.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ustadzkholid.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ustadzkholid.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ustadzkholid.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ustadzkholid.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ustadzkholid.wordpress.com&blog=1599601&post=100&subd=ustadzkholid&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/09/02/tiga-landasan-utama-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a0d4b768740ebe21dd0224f1ae5fcd2d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ustadzkholid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KAIDAH KETIGA</title>
		<link>http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/08/26/kaidah-ketiga/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/08/26/kaidah-ketiga/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 03:52:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ustadzkholid</dc:creator>
				<category><![CDATA[kaedah fikih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.wordpress.com/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[ 
KAIDAH KETIGA
 
المَشَقَّةُ تَجْلِبُ التَّيْسِيْرَ
Adanya Kesulitan Akan Memunculkan Adanya Kemudahan
 
Kaidah ini termasuk kaidah fiqih yang sangat penting untuk dipahami, dikarenakan seluruh rukhshah dan keringanan yang ada dalam syari&#8217;at merupakan implementasi dari kaidah ini.
Di antara dalil tentang kaidah ini adalah firman Allah I :
 
Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. (QS. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ustadzkholid.wordpress.com&blog=1599601&post=95&subd=ustadzkholid&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">KAIDAH KETIGA</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl" align="center"><strong><span style="font-size:20pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="AR-SA">المَشَقَّةُ تَجْلِبُ التَّيْسِيْرَ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><em><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Adanya Kesulitan Akan Memunculkan Adanya Kemudahan</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Kaidah ini termasuk kaidah fiqih yang sangat penting untuk dipahami, dikarenakan seluruh rukhshah dan keringanan yang ada dalam syari&#8217;at merupakan implementasi dari kaidah ini.</span><span id="more-95"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Di antara dalil tentang kaidah ini adalah firman Allah </span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>I</span></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"> :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Calibri;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.</span></em><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> (QS. Al Baqarah : 185). dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:HQPB5;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.</span></em><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> (QS. Al Baqarah : 286) dan</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;" dir="rtl"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya.</span></em><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> (QS. At Thalaaq : 7) serta</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan.</span></em><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> (QS. Al Hajj : 78) juga </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu</span></em><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">. (QS. At Taghaabun : 16)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Ayat-ayat di atas semuanya menjelaskan tentang eksistensi kaidah yang sangat berharga ini. Hal ini dikarenakan seluruh syari&#8217;at dalam agama ini penuh dengan toleransi dan kemudahalan. Penuh kemudahan dalam sisi tauhid. Di mana tauhid terbangun di atas peribadahan hanya kepada Allah </span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>I</span></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> semata, tidak menyekutukannya dengan sesuatu pun. Demikian pula, syariat ini penuh toleransi dalam hukum-hukum dan amalan-amalan yang ada di dalamnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Sebagai contoh adalah ibadah-ibadah yang tercakup dalam rukun islam. Salah</span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> satu di antaranya adalah ibadah shalat. Jika kita lihat,<span> </span>ibadah ini adalah aktivitas yang mudah dan tidak menghabiskan waktu kecuali sedikit saja. Demikian pula zakat, hanya sebagian kecil dari harta seseorang yang dikenakan zakat. Itu pun diambil dari harta yang dikembangkan, bukan harta tetap. Dan zakat dilaksanakan hanya sekali dalam setahun. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Demikian pula, ibadah puasa Ramadhan yang hanya dilaksanakan selama sebulan setiap tahun. Dan ibadah haji yang wajib dilaksanakan sekali saja seumur hidup bagi orang yang mempunyai kemampuan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Adapun kewajiban-kewajiban lainnya, maka datang secara insidental sesuai dengan sebab yang melatar belakanginya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Seluruh ibadah-ibadah tersebut berada di puncak kemudahan dan keringanan. Bersama dengan hal itu, Allah juga </span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>I</span></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> mensyariatkan beberapa hal yang bisa membantu dan memberikan semangat dalam melaksanakan ibadah-ibadah tersebut. Di antaranya adalah dengan disyariatkannya berjama&#8217;ah dalam shalat lima waktu, shalat Jum&#8217;at, dan <span> </span>shalat hari raya. Demikian pula pelaksanaan puasa yang dilaksanakan serentak pada bulan Ramadhan. Dan juga, ibadah haji yang dilaksanakan bersama-sama pada bulan Dzulhijjah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Tidak diragukan lagi bahwa pelaksanaan ibadah secara berjama&#8217;ah akan lebih meningankan pelaksanaan ibadah tersebut, lebih memberikan semangat, serta <span> </span>lebih mendorong untuk saling berlomba dalam meraih kebaikan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Sebagaimana Allah </span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>I</span></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> juga telah menyediakan pahala bagi orang yang mau menunaikan ibadah-ibadah tersebut dengan ikhlas dan sesuai tuntunan Nabi-Nya. Baik pahala di dunia maupun pahala di akhirat. Pahala yang tidak bisa diukur besarnya. Di mana, hal ini juga merupakan motivasi terbesar dalam melaksanakan amal kebaikaan, dan meninggalkan kejelekan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Kemudian, bersama dengan kemudahan-kemudahan tersebut, jika seseorang mempunyai udzur yang menyebabkan ia tidak mampu atau kesulitan dalam<span> </span>melaksanakan hukum-hukum syari&#8217;at, maka Allah </span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>I</span></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> telah memberikan keringanan kepadanya sesuai dengan kedaaan dan kondisi orang yang bersangkutan. Hal ini sangatlah nampak<span> </span>dengan beberapa contoh berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:-21.3pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Seseorang yang sedang dalam keadaan sakit, jika ia tidak mampu melaksanakan shalat dengan berdiri maka ia shalat dengan duduk. Jika tidak mampu shalat dengan duduk maka sholat dengan berbaring, dan cukup berisyarat ketika ruku&#8217; dan sujud. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:-21.3pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Seseorang diwajibkan untuk bersuci (thaharah) dengan menggunakan air. Namun, jika ia tidak mampu menggunakan air dikarenakan sakit atau tidak menemui adanya air maka diperbolehkan melaksanakan tayammum. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:-21.3pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Seorang musafir yang sedang <span> </span>menanggung beratnya perjalanan diperbolehkan baginya untuk tidak berpuasa, diperbolehkan untuk menjama&#8217; dan mengqashar shalat, serta diperbolehkan mengusap khuf selama tiga hari. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:-21.3pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Orang yang sakit atau sedang bepergian jauh (safar) tetap dicatat mendapatkan <span> </span>pahala dari amal-amal kebaikan yang biasa ia kerjakan ketika dalam keadaan sehat dan tidak bepergian. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Kaidah ini diterapkan dalam berbagai macam pembahasan yang tercakup dalam syari&#8217;at agama Islam yang mulia ini. Adapun implementasi kaidah ini secara nyata dapat diketahui dari contoh-contoh berikut ini : </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Jika pakaian atau badan seseorang terkena sedikit darah maka dimaafkan, dan tidak harus mencucinya. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Bolehnya <em>berstijmar</em> (membersihkan najis dengan batu atau semisalnya) sebagai pengganti dari <em>istinja&#8217;</em> (membersihkan najis dengan air), meskipun dijumpai adanya air. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Sucinya mulut anak kecil yang terkadang memakan najis dikarenakan belum bisa membedakaan benda-benda di sekelilingnya. <span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Sucinya kucing. Sebagaimana sabda Nabi </span></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>r</span></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> : </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:2.55pt;text-align:justify;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="AR-SA">إَنَّهَا لَيْسَتْ بِنَجَسٍ إِنَّهَا مِنَ الطَّوَافِيْنَ عَلَيْكُمْ وَالطَّوَّافَاتِ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Sesungguhnya kucing itu tidak najis. Sesungguhnya ia termasuk binatang yang selalu menyertai kalian.</span></em><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> <a name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Dimaafkannya terkena tanah jalanan yang diperkirakan bercampur dengan najis. Jika memang benar ada najisnya maka dimafakan dari najis yang sedikit. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Jika pakaian seseorang terkena kencing bayi laki-laki yang belum makan makanan tambahan selain ASI maka cukup membasahi pakaian tersebut dengan air dan tidak perlu mencucinya. Demikian pula jika terkena muntahan bayi tersebut.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>7.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Penjelasan para ahli ilmu bahwa asal segala sesuatu adalah suci, kecuali jika diketahui secara pasti tentang kenajisannya. Dan asal segala makanan adalah halal dikonsumsi, kecuali jika diketahui secara pasti tentang keharamannya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>8.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Dalam membersihkan badan, pakaian, atau bejana dari najis cukup menggunakan perkiraan, apakah telah suci ataukah belum. Hal ini jika tidak bisa menentukan kesuciannya secara pasti. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>9.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Dalam menentukan telah datangnya waktu shalat, cukup dengan perkiraan kuat bahwa waktunya telah datang. Yaitu, jika sulit mengetahui datangnya waktu tersebut secara pasti. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>10.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Orang yang melaksanakan haji secara <em>tamattu&#8217;</em> dan <em>qiran</em>, mereka bisa melaksanakan haji sekaligus umrah dalam sekali perjalanan saja, oleh karena itu mereka wajib menyembelih <em>hadyu</em> dalam rangka syukur kepada Allah </span></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>I</span></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>11.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Diperbolehkannya memakan makanan haram, seperti bangkai dan semisalnya, bagi orang yang terpaksa untuk memakannya, </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>12.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Bolehnya jual beli <em>&#8216;ariyah </em><a name="_ftnref2" href="#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> , jika ada hajat untuk mendapatkan kurma <em>ruthab</em> (kurma basah). </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>13.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Bolehnya mengambil upah dari perlombaan pacu kuda, mengendarai onta, dan perlombaan memanah. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>14.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Bolehnya seorang laki-laki merdeka menikahi budak wanita jika laki-laki tersebut tidak bisa menunda pernikahan dan khawatir akan terjatuh dalam perzinaan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>15.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Jika seseorang melakukan pembunuhan dengan tanpa kesengajaan, maka karib kerabat orang yang melakukan pembunuhan tersebut menaggung pembayaran <em>diyat</em> (denda yang harus dibayarkan kepada keluarga korban). Hal ini dikarenakan pelaku pembunuhan tersebut tidak melakukan pembunuhan secara sengaja, sehingga ia mempunyai udzur. Maka, merupakan hal yang layak jika karib kerabat si pembunuh tersebut menanggung pembayaran <em>diyat</em> tersebut tanpa memberatkan mereka, yaitu dengan membagi <em>diyat</em> tersebut sesuai kadar kekayaan masing-masing. Dan pembayaran tersebut diberi tenggang waktu selama tiga tahun. Adapun jika pembunuh tersebut termasuk orang yang berkecukupan dalam harta, apakah ia turut menanggung pembayaran <em>diyat</em> tesebut ataukah tidak maka hal ini diperselisihkan oleh para ulama&#8217;.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.25in;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Secara realitas, implementasi kaidah ini sangatlah luas, dan contoh-contoh di atas sudah cukup mewakili untuk menunjukkan urgensi kaidah ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<div><!--[if !supportFootnotes]--></p>
<hr size="1" /><!--[endif]--></p>
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span> </span>HR. Ahmad 5/296, 303. Abu Dawud dalam Kitab At Thaharah Bab Su&#8217;ril Hirrah No. 75. Tirmidzi dalam Kitab At Thaharah Bab Maa Jaa-a fi Su&#8217;ril Hirrah No. 92. An Nasa&#8217;i 1/55. Ibnu Majah dalam Kitab At Thaharah Bab Al Wudhu&#8217; bi Su&#8217;ril Hirrah No. 367. Malik 1/45. Abdurrazaq No. 353. Al Humaidi No. 430. Ibnu Abi Syaibah 1/31. Darimi 1/187. Ibnu Hibban No. 121. At Thahawi dalam Al Musykil 3/270. Hakim 1/159.</p>
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;">Hadits ini dishahihkan oleh Tirmidzi dan Hakim. Dalam kitab At Talkhis 1/41 disebutkan : &#8220;Hadits ini dishahihkan oleh Bukhari, Tirmidzi, Uqaili, dan Daruquthni.&#8221; Hadits ini juga dishahihkan oleh Baihaqi sebagaimana disebutkan dalam Al Majmu&#8217; 1/215, dan dishahihkan juga oleh<span> </span>An Nawawi.</p>
</div>
<div id="ftn2">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><a name="_ftn2" href="#_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span> </span><em>&#8216;Ariyah</em> adalah jual beli kurma <em>ruthab</em> (kurma basah) yang masih berada di pohonnya dengan perkiraan, semisal harganya jika kurma itu sudah tua dan menjadi kurma kering, dan dilakukan secara takaran. (Syarah Al Muntaha 2/197)</p>
</div>
</div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ustadzkholid.wordpress.com/95/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ustadzkholid.wordpress.com/95/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ustadzkholid.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ustadzkholid.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ustadzkholid.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ustadzkholid.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ustadzkholid.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ustadzkholid.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ustadzkholid.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ustadzkholid.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ustadzkholid.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ustadzkholid.wordpress.com/95/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ustadzkholid.wordpress.com&blog=1599601&post=95&subd=ustadzkholid&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/08/26/kaidah-ketiga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a0d4b768740ebe21dd0224f1ae5fcd2d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ustadzkholid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wasilah Dihukumi Sesuai Dengan Tujuannya</title>
		<link>http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/07/29/wasilah-dihukumi-sesuai-dengan-tujuannya/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/07/29/wasilah-dihukumi-sesuai-dengan-tujuannya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 04:57:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ustadzkholid</dc:creator>
				<category><![CDATA[kaedah fiqhiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.wordpress.com/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[
KAIDAH KEDUA
Wasilah Dihukumi Sesuai Dengan Tujuannya

Beberapa hal yang masuk dalam kaidah ini antara lain adalah bahwasannya perkara wajib yang tidak bisa sempurna kecuali dengan keberadaan sesuatu hal, maka hal tersebut hukumnya wajib pula. Dan perkara sunnah yang tidak bisa sempurna kecuali dengan keberadaan sesuatu hal, maka hal tersebut sunnah juga hukumnya. Demikian pula, sarana-sarana yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ustadzkholid.wordpress.com&blog=1599601&post=91&subd=ustadzkholid&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:left;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr" align="center"><strong>KAIDAH KEDUA</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr" align="center"><strong>Wasilah Dihukumi Sesuai Dengan Tujuannya</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Beberapa hal yang masuk dalam kaidah ini antara lain adalah bahwasannya perkara wajib yang tidak bisa sempurna kecuali dengan keberadaan sesuatu hal, maka hal tersebut hukumnya wajib pula. Dan perkara sunnah yang tidak bisa sempurna kecuali dengan keberadaan sesuatu hal, maka hal tersebut sunnah juga hukumnya. Demikian pula, sarana-sarana yang mengantarkan kepada perkara yang haram atau mengantarkan kepada perkara yang makruh, maka hukumnya mengikuti perkara yang haram atau makruh tersebut.<span id="more-91"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Demikian pula, tercabang dari kaidah ini, bahwa hal-hal yang mengikuti ibadah ataupun <span> </span>amalan <span> </span>tertentu maka hukumnya sesuai dengan ibadah yang menjadi tujuan tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Kaidah ini merupakan kaidah yang sifatnya menyeluruh dan diikuti oleh beberapa kaidah lain sebagaimana disebutkan dalam asalnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Adapun yang dimaksud dengan wasilah adalah jalan-jalan yang ditempuh untuk menuju kepada suatu perkara tertentu, dan sebab yang menyampaikan kepadanya. Demikian pula, hal-hal yang tergantung padanya suatu perkara tertentu, dan kelaziman-kelaziman yang keberadaannya melazimkan keberadaan perkara tersebut, serta syarat-syarat yang tergantung hukum-hukum pada sesuatu tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Maka apabila Allah <span style="font-family:&quot;"><span>U</span></span> dan Rasul-Nya memerintahkan sesuatu maka itu adalah perintah untuk melaksanakan perintah tersebut dan hal-hal yang perintah tersebut tidak sempurna kecuali dengan hal tersebut. Demikian pula, perintah tersebut juga mencakup perintah untuk memenuhi semua syarat-syarat dalam syari&#8217;at, syarat-syarat dalam adat, yang maknawi ataupun inderawi. Hal ini dikarenakan Dzat Yang Maha Mengetahui dan Maha Hikmah mengetahui apa yang menjadi konsekuaensi dari hukum-hukum yang Ia syariatkan kepada hambanya berupa kelaziman-kelaziman, syarat-syarat, dan penyempurna-penyempurna. Maka perintah untuk mengerjakan sesuatu merupakan perintah untuk hal yang diperintahkan tersebut, dan juga perintah untuk mengerjakan hal-hal yang tidaklah bisa sempurna perkara yang diperintahkan tersebut kecuali <span> </span>dengannya. Dan larangan dari mengerjakan sesuatu merupakan larangan dari hal yang dilarang tersebut dan dari segala sesuatu yang mengantarkan kepada larangan tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Oleh karena itu, berjalan untuk melaksanakan sholat, untuk menghadiri majelis dzikir, silaturahim, menjenguk orang sakit, mengiringi jenazah, dan selainnya masuk dalam kategori ibadah juga. Demikian pula keluar untuk melaksanakan haji dan umroh, serta jihad fi sabilillah sejak keluar dari tempat tinggalnya sampai pulang kembali maka ia senantiasa dalam pelaksanaan ibadah, karena keluarnya tersebut merupakan wasilah untuk melaksanakan ibadah dan menjadi penyempurnanya. Allah <span style="font-family:&quot;"><span>U</span></span> berfirman :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-size:14pt;line-height:120%;font-family:HQPB4;"></span><span style="font-size:14pt;line-height:120%;font-family:HQPB1;"></span><em>Yang demikian itu ialah Karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik, Dan mereka tiada menafkahkan suatu nafkah yang kecil dan tidak (pula) yang besar dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi mereka (amal saleh pula) Karena Allah akan memberi balasan kepada mereka yang lebih baik dari apa yang Telah mereka kerjakan</em>. (QS. At Taubah : 120-121)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Dan di dalam hadits yang shahih, Nabi <span style="font-family:&quot;"><span>r</span></span> bersabda :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:2.55pt;text-align:justify;line-height:120%;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;line-height:120%;font-family:&quot;" lang="AR-SA">مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَلَكَ اللهُ أَوَ سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><em><span>Barangsiapa yang menempuh suatu perjalanan dalam rangka menuntut ilmu maka Allah akan memperjalankannya atau memudahkan jalan beginya menuju ke surga.</span></em><span> (HR. Muslim) <a name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><em></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Dan sungguh telah banyak hadits-hadits shahih yang menjelaskan tentang pahala berjalan untuk melaksanakan sholat, dan sesungguhnya setiap langkah yang ditempuh dalam perjalanan tersebut ditulis baginya satu kebaikan dan dihapuskan satu kejelekan. <a name="_ftnref2" href="#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Dan firman Allah </span><span style="font-family:&quot;"><span>U</span></span><span> :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><em><span style="font-family:&quot;">sesungguhnya kami menghidupkan orang-orang mati dan kami menuliskan apa yang Telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. dan segala sesuatu kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh mahfuzh). </span></em><span style="font-family:&quot;">(QS. Yasin : 12)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Yang dimaksudkan dengan <em>&#8220;bekas-bekas yang mereka tinggalkan&#8221;</em> pada ayat di atas adalah perpindahan langkah-langkah dan amalan-amalan mereka, apakah untuk melaksanakan ibadah ataukah sebaliknya. <a name="_ftnref3" href="#_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Oleh karena itu, sebagaimana melangkahkan kaki dan upaya-upaya untuk melaksanakan ibadah dihukumi sesuai dengan hukum ibadah yang dimaksud, maka melangkahkan kaki untuk menuju kepada kemaksiatan juga dihukumi sesuai dengan hukum kemaksiatan tersebut dan kemaksiatan yang lain. Maka perintah untuk melaksanakan sholat adalah perintah untuk melaksnakan sholat dan perkara-perkara yang sholat tidak sempurna kecuali dengannya berupa thaharah, menutup aurat, menghadap kiblat, dan syarat-syarat lainnya. Dan juga, perintah untuk mempelajari hukum-hukum yang pelaksanaan sholat tidaklah bisa sempurna kecuali dengan didahului dengan mempelajari ilmu tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Demikian pula seluruh ibadah yang wajib atau sunnah yang tidaklah bisa sempurna kecuali dengan suatu hal, maka hal itu juga wajib karena perkara yang diwajibkan tersebut, atau<span> </span>sunnah dikarenakan perkara yang sunnah tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Termasuk pula cabang kaidah ini adalah perkataan ulama <a name="_ftnref4" href="#_ftn4"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> : Jika datang waktu sholat bagi orang yang tidak menjumpai air, maka wajib baginya untuk mencarinya di tempat-tempat yang bisa diharapkan untuk mendapatkan air tersebut. Dikarenakan hal-hal yang tidak sempurna kewajiban kecuali dengan keberadaannya maka perkara tersebut juga wajib. Demikian pula, wajib baginya untuk membeli air atau membeli penutup aurat yang wajib dengan harga yang wajar, atau dengan harga yang lebih dari harga wajar asalkan tidak memadharatinya dan tidak menyebabkan kehabisan harta.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Dan masuk di dalam kaidah ini juga adalah tentang wajibnya mempelajari ilmu perindustrian yang hal ini sangat dibutuhkan manusia dalam urusan agama dan dunia mereka, baik urusan yang besar maupun yang kecil. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Demikian pula, masuk dalam kaidah ini adalah wajibnya mempelajari ilmu-ilmu yang bermanfaat. Dan ilmu tersebut terbagi manjadi dua macam : </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong><span>Pertama</span></strong><span> : Ilmu yang hukum mempelajarinya fardhu ain, yaitu ilmu yang sifatnya sangat diperlukan oleh setiap manusia dalam urusan agama, akhirat, maupun urusan yang berkaitan dengan muamalah. Setiap orang berbeda kadarnya sesuai dengan keadaan masing-masing. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong><span>Kedua</span></strong><span> : Ilmu yang hukum mempelajarinya fardhu kifayah, yaitu ilmu yang merupakan tambahan dari yang hukumnya fardhu ain, yang ilmu tersebut dibutuhkan oleh muasyarakat luas. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Maka, ilmu yang sangat dibutuhkan oleh seorang manusia secara pribadi hukumnya fardhu ain. Adapun ilmu yang<span> </span>sifatnya tidak mendesak jika ditinjau dari sisi individu seseorang, namun masyarakat luas membutuhkannya maka hukumnya fardhu kifayah. Di mana, perkara yang fardhu kifayah ini jika telah dilaksanakan oleh sebagian orang yang telah mencukupi maka gugur kewajiban sebagian yang lain, dan jika tidak ada sama sekali yang melaksanakannya maka wajib atas setiap orang. Oleh karena itu, termasuk cabang kaidah ini adalah semua hal yang hukumnya fardhu kifayah, berupa adzan, iqamah, kepemimpinan yang kecil maupun yang besar, amar ma&#8217;ruf nahi munkar, jihad yang hukumnya fardhu kifayah, pengurusan jenazah berupa memandikan, mengkafani, menyolatkan, membawanya ke pemakaman, menguburkannya, serta hal-hal yang menyertainya, persawahan, perkebunan, dan hal hal yang menyertainya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Termasuk pula dalam kaidah ini adalah usaha seseorang dalam bekerja yang menjadi wasilah baginya untuk memenuhi apa yang menjadi kawajibannya, baik kepada dirinya sendiri, kepada isterinya, anak-anaknya, budaknya, dan juga binatang ternaknya, serta untuk melunasi hutangnya. Dikarenakan hal-hal tersebut hukumnya adalah wajib, maka usaha untuk menunaikan kewajiban-kewajiban tersebut hukumnya juga wajib.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Demikian pula, tentang wajibnya mempelajari tanda-tanda datangnya waktu shalat, mengetahui arah kiblat, dan arah mata angin bagi orang yang membutuhkan hal tersebut. Hal-hal tersebut masuk juga dalam kaidah ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Dan termasuk pula dalam kaidah ini adalah bahwa ilmu-ilmu syar&#8217;i terbagi menjadi dua macam, yaitu ilmu yang menjadi tujuan, yaitu ilmu Al Qur&#8217;an dan As Sunnah. Maka wasilah untuk memahami ilmu Al Qur&#8217;an dan As Sunnah seperti ilmu bahasa Arab beserta macam-macamnya, yang pemahaman terhadap Al Qur&#8217;an dan As Sunnah sangat tergantung dari penguasaan seseorang terhadap ilmu bahasa Arab tersebut, maka menyibukkan diri untuk mempelajari ilmu bahasa Arab dengan tujuan tersebut hukumnya mengikuti hukum mempelajari ilmu-ilmu syar&#8217;i tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Termasuk pula dalam kaidah ini adalah mengenai perkara-perkara mubah yang menjadi wasilah dalam meninggalkan kewajiban, atau menjadi wasilah dalam melaksanakan sesuatu yang haram. Oleh karena itu, diharamkan jual beli setelah adzan kedua shalat Jum&#8217;at. Berdasarkan firman Allah <em><span> </span></em></span><span style="font-family:&quot;"><span>U</span></span><span> :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><em><span style="font-family:&quot;">Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum&#8217;at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli</span></em><em><span>. (QS. Al Jumu&#8217;ah : 9)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:14.2pt;text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Demikian pula haram hukumnya jual beli ketika dikhawatirkan terlewatnya waktu shalat fardhu, atau dikhawatirkan tertinggal dari shalat berjamaah yang wajib menurut pendapat yang benar dalam masalah ini.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Demikian pula diharamkan menjual sesuatu kepada orang yang akan menggunakannya untuk mengerjakan kemaksiatan. Seperti menjual anggur kepada orang yang akan menjadikannya menjadi minuman khamr. Atau menjual senjata kepada orang yang akan menggunakannya untuk menimbulkan fitnah, atau menjual senjata kepada perampok. Dan juga tidak diperbolehkan menjual telur atau semisalnya kepada orang yang akan menggunakannya untuk berjudi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Demikian pula haram hukumnya melakukan tipu muslihat dalam semua jenis muamalah yang hal tersebut mengantarkan kepada perkara yang haram, seperti mengubah akad hutang kepada orang yang berhutang. <a name="_ftnref5" href="#_ftn5"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[5]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Dan juga jual beli &#8216;inah <a name="_ftnref6" href="#_ftn6"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[6]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>, serta tipu daya untuk menggagalkan syuf&#8217;ah dengan cara wakaf, atau menampakkan hasil yang bukan menjadi tujuan yang dimaksud, ataupun menampakkan adanya tambahan harga supaya tidak diambil oleh orang yang mempunyai hak syuf&#8217;ah tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Termasuk dalam kaidah ini pula adalah perbuatan orang yang diberi wasiat oleh orang lain, kemudian ia membunuh orang yang memberikan wasiat tersebut. Atau orang yang mendapatkan hak warisan, lalu ia membunuh orang yang memberikan warisan tersebut supaya segera memperoleh warisan tersebut. Maka keduanya mendapatkan hukuman dengan tidak mendapatkan wasiat atau warisan yang menjadi tujuannya tersebut. Demikian pula seorang suami ketika dalam keadaan sakit menjelang kematiannya, jika ia mentalaq isterinya supaya tidak mendapatkan warisan darinya, maka isteri tersebut tetap mendapatkan warisan dari suaminya tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Demikian pula, tentang perilaku tidak baik yang disengaja dilakukan suami kepada isterinya tanpa alasan yang benar dengan niatan agar isteinya tersebut minta cerai sehingga suami tersebut bisa mendapatkan harta ganti rugi dari isterinya, maka dalam keadaan seperti ini tidak diperbolehkan baginya untuk mengambil harta tersebut dari isterinya. Sebagaimana firman Allah :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:0.25in;text-align:justify;text-indent:-15.45pt;line-height:120%;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;line-height:120%;font-family:HQPB4;"></span><span style="line-height:120%;font-family:&quot;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><em><span style="font-family:&quot;">Dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepada mereka. </span></em><span style="font-family:&quot;">(QS. An Nisaa&#8217; : 19)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Termasuk juga dalam implementasi kaidah ini adalah tentang pendapat di kalangan madzhab Hambali bahwasannya orang yang memberikan hadiah kepada orang lain disebabkan karena malu atau takut darinya maka wajib bagi yang diberi hadiah untuk tidak menerima hadiah tersebut. <a name="_ftnref7" href="#_ftn7"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[7]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span><span> </span>Banyak hal yang menjadi cabang kaidah ini masuk pula dalam kaidah berperannya maksud dan niat terhadap amalan-amalan. Dan suatu hal semakin tercakup dalam kaidah yang berbeda-beda maka semakin menunjukkan kuatnya hukum berkaitan dengan hal tersebut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Oleh karena itu, sebagaimana tipu muslihat yang dilaksanakan sebagai wasilah untuk melaksanakan perkara yang haram atau meninggalkan kewajiban hukumnya adalah haram, maka muslihat yang dilaksanakan dalam rangka memperoleh sesuatu yang menjadi hak seseorang <span> </span>hukumnya diperbolehkan bahkan diperintahkan. Hal ini dikarenakan seorang hamba diperintahkan untuk mengambil sesuatu yang sudah menjadi haknya, dan hak-hak lain yang berkaitan dengannya, baik dengan cara yang terang-terangan atau tersembunyi. Hal ini sebagaimana firman Allah tatkala menyebutkan mulihat yang dilakukan Nabi Yusuf supaya saudaranya tetap tinggal bersamanya :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><em><span style="font-family:&quot;">Demikianlah kami atur untuk (mencapai maksud) Yusuf. </span></em><span style="font-family:&quot;">(QS. Yusuf : 76)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Semisal dengan hal itu pula adalah muslihat yang dilakukan dalam rangka memperoleh keselamatan jiwa dan harta benda. Sebagaimana yang dialkukan Nabi Khadhir dengan merusak perahu yang ia tumpangi supaya perahu tersebut tidak dirampas oleh raja yang zalim yang merampas setiap perahu bagus yang ia lihat. Oleh karena itu, hukum suatu muslihat mengikuti tujuan dilaksanakannya muslihat tersebut, apakah tujuannya baik ataukah tidak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Termasuk pula dalam kaidah ini adalah firman Allah :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;line-height:120%;font-family:HQPB4;"></span><span style="line-height:120%;font-family:&quot;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><em><span style="font-family:&quot;">Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, </span></em><span style="font-family:&quot;">(QS. An Nisaa&#8217; : 58).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><em><span> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Sedangkan yang dimaksud dengan amanat adalah segala sesuatu yang seseorang mendapatkan kepercayaan untuk mengurusinya, <span style="color:black;">berupa barang titipan</span>, mengurusi anak yatim, menjadi nadzir wakaf, dan semisalnya. Maka termasuk dalam upaya untuk mengembalikan apa yang menjadi amanatnya tersebut kepada pemiliknya adalah menjaga amanat tersebut dengan ditempatkan di tempat penyimpanan yang sesuai. Dan termasuk upaya menjaga amanat tersebut adalah mengurus apa yang diamanatkan dengan memberikan makanan dan sebaginya jika yang diamanatkan tersebut mempunyai ruh. Adapun yang termasuk upaya untuk menggunakan amanat tersebut adalah tidak teledor dan tidak berlebih-lebihan dalam menggunakannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Di antara cabang kaidah ini adalah bahwasannya Allah mengharamkan perbuatan-perbuatan keji, dan melarang mendekat kepada semua wasilah yang dikhawatirkan akan mengantarkan jatuh seseorang pada perkara yang diharamkan tersebut, seperti menyendiri dengan<span> </span>wanita yang bukan mahramnya, atau melihat kepada sesuatu yang diharamkan untuk dilaihat. Oleh karena itu Rasulullah bersabda ;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:120%;margin:0 0.25in 0.0001pt;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;line-height:120%;font-family:&quot;" lang="AR-SA">وَمَنْ وَقَعَ فيِ الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فيِ الْحَرَامِ ، كَالرَّاعِي يَرْعَى حَوْلَ الْحِمَى يُوْشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيْهِ ، أَلاَ وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمَى ، أَلاَ وَإِنَّ حِمَى اللهِ مَحَارِمُهُ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><em>Dan barangsiapa yang jatuh ke dalam perkara yang samar, maka ia telah jatuh ke dalam wilayah perkara yang haram. Seperti penggembala yang menggembala di sekitar daerah larangan, dikhawatirkan ia akan masuk ia ke daerah larangan itu. <span> </span>Ingatlah bahwa setiap raja memiliki daerah larangan dan daerah <span> </span>larangan Allah adalah apa-apa yang diharamkan-Ny</em><em><span>a. </span></em><span>(HR. Bukhari) <a name="_ftnref8" href="#_ftn8"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[8]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Termasuk cabang kaidah ini pula adalah adanya larangan dari mengerjakan sesuatu yang bisa menimbulkan permusuhan dan kebencian, seperti menjual untuk menandingi jualan seorang muslim yang lain, melakukan akad di atas akad muslim yang lain, melamar wanita atas lamaran saudaranya sesama muslim, atau mengajukan perwalian atas pengajuan muslim yang lain. Sebagaimana termasuk cabang kaidah ini pula adalah memberikan dorongan untuk komitmen dengan <span> </span>kejujuran, baik dalam perkatan maupun perbuatan sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Adapun perkara yang tidak masuk dalam kaidah ini adalah permasalahan nadzar. Hal ini <span> </span>dikarenakan suatu hikmah tertentu yang khusus pada permasalahan tersebut. Di mana, menunaikan nadzar ketaatan hukumnya adalah wajib, sedangkan mengikat nadzar hukumnya makruh padahal menunaikan nadzar tidaklah bisa dilaksanakan kecuali dengan mengikat nadzar. Oleh karena itu, Nabi memerintahkan untuk menunaikan nadzar <a name="_ftnref9" href="#_ftn9"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[9]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> dan melarang dari mengikat nadzar. Sebagaimana sabda beliau :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:0.25in;text-align:justify;text-indent:-15.45pt;line-height:120%;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:18pt;line-height:120%;font-family:&quot;" lang="AR-SA">إِنَّهُ لاَ يَأْتِي بِخَيْرٍ , وَإِنَّمَا يُسْتَخْرَجُ بِهِ مِنَ الْبَخِيْلِ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><em><span>Sesungguhnya nadzar itu tidaklah mendatangkan kebaikan, dan sesungguhnya nadzar itu dikeluarkan dari seorang yang bakhil. </span></em><span>(HR. Bukhari) <a name="_ftnref10" href="#_ftn10"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[10]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Hal ini dikarenakan mengikat nadzar mengurangi keikhlasan dalam amalan yang dinadzarkan tersebut, dan menyebabkan orang yang mengikat nadzar masuk kepada bala&#8217; berupa kesempitan sedangkan awalnya ia berada dalam kelapangan. Demikian pula, mengikat nadzar merupakan suatu bentuk memberatkan diri sendiri. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Dan termasuk pula dalam cabang kaidah ini adalah perbuatan seseorang yang telah mentalaq isterinya sebanyak tiga kali, kemudian ia berupaya untuk bisa menikahinya lagi dengan cara tahlil. Maka perbuatan ini haram untuk ia lakukan, bahkan ia terlaknat dikarenakan perbuatannya tersebut, dan perbuatan tahlilnya itu pun tidak menyebabkan bolehnya ia menikahi isteri yang telah ia talaq tiga kali tersebut. Hal ini dikarenakan nikah tahlil itu bukanlah nikah yang hakiki, dan hanya gembarannya seolah-olah termasuk pernikahan, sedangkan hakikatnya adalah adalah <span style="color:black;">perbuatan sia-sia semata.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="color:black;">Sebagaimana wasilah untuk melaksanakan suatu ibadah tertentu mempunyai hukum sesuai dengan ibadah yang dituju tersebut, maka hal-hal yang menyertai dan sebagai penyempurna suatu ibadah tertentu juga mengikuti hukumnya. Oleh karena itu, perginya seseorang untuk melaksanakan suatu ibadah adalah termasuk ibadah juga. Demikian pula, kembalinya seseorang dari melaksanakn ibadah tersebut menuju ke tempatnya semula juga termasuk ibadah. Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian shahabat: <em></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:0.25in;text-align:justify;text-indent:-15.45pt;line-height:120%;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;line-height:120%;font-family:&quot;color:black;" lang="AR-SA">إِنِّي لَأَحْتَسِبُ رُجُوْعِي إِلَى بَيْتِي مِنَ الصَّلاَةِ كَمَا أَحْتَسِبُ خُرُوْجِي مِنْهُ إِلَيْهَا</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><em><span style="color:black;">Sesungguhnya aku mengharap mendapatkan pahala dalam kepulanganku dari melaksanakan sholat sebagaimana aku mengharap dalam mendapatkan pahala dalam kepergianku untuk melaksanakan sholat. </span></em><a name="_ftnref11" href="#_ftn11"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="color:black;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;">[11]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="color:black;"><span> Wabillahi taufiq. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;" dir="rtl"><span style="font-family:&quot;" lang="AR-SA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;" dir="rtl"><span style="font-family:&quot;" lang="AR-SA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;" dir="rtl"><span style="font-family:&quot;" lang="AR-SA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;" dir="rtl"><span style="font-family:&quot;" lang="AR-SA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;" dir="rtl"><span style="font-family:&quot;" lang="AR-SA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;" dir="rtl"><span style="font-family:&quot;" lang="AR-SA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;" dir="rtl"><span style="font-family:&quot;" lang="AR-SA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;" dir="rtl"><span style="font-family:&quot;" lang="AR-SA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;" dir="rtl"><span style="font-family:&quot;" lang="AR-SA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span lang="AR-SA"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<div><!--[if !supportFootnotes]--></p>
<hr size="1" /><!--[endif]--></p>
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span dir="rtl"> </span>HR. Muslim dalam Kitab Adz Dzikr wa Ad Du&#8217;aa&#8217;, Bab Fadhl Al Ijtima&#8217; &#8216;ala Tilawatil Qur&#8217;an No. 2699 dari Abu Hurairah -radhiyallahu &#8216;anhu- dan lafaznya adalah :</p>
<p class="MsoFootnoteText" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ بِهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ</span></strong></p>
</div>
<div id="ftn2">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><a name="_ftn2" href="#_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span dir="rtl"> </span>Di antara hadits yang menunjukkan hal tersebut adalah hadits dari Abu Hurairah –radhiyallahu &#8216;anhu- bahwasannya ia berkata : <em>Shalat seseorang dengan berjama&#8217;ah akan dilipatgandakan pahalanya melebihi sholat yang ia kerjakan di rumahnya, dan yang ia kerjakan di pasar, dilipatgandakan menjadi dua puluh kali lipat. Yang demikian itu dikarenakan apabila ia berwudhu dan memperbaiki wudhunya kemudian pergi ke masjid, tidak ada yang mendorongnya pergi kecuali untuk melaksanakan shoal, maka tidaklah ia melangkahkan kakinya satu langkah pun kecuali diangkat baginya satu derajat dan<span> </span>dan dihapus darinya satu kesalahan</em>. (HR. Bukhari dan ini adalah lafaz beliau dalam Kitab Al Adzan Bab Fadhlu Sholat Al jama&#8217;ah No. 647, dan Muslim dalam Kitab Al Masajid Bab Fadhlu Sholat Al Jama&#8217;ah No. 649)</p>
</div>
<div id="ftn3">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><a name="_ftn3" href="#_ftnref3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span dir="rtl"> </span><span> </span>Ini adalah perkataan Al Hasan dan Qatadah (Tafsir Ibnu Katsir 3/565)</p>
</div>
<div id="ftn4">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><a name="_ftn4" href="#_ftnref4"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span dir="rtl"> </span><span> </span>Al Mughni 1/314</p>
</div>
<div id="ftn5">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><a name="_ftn5" href="#_ftnref5"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[5]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span dir="rtl"> </span><span> </span>Di antara contoh mengubah akad hutang adalah jika seseorang mempunyai piutang kepada orang lain dengan jangka waktu tertentu, lalu sampailah batas akhir waktu pembayaran hutang tersebut, sedangkan orang yang menghutangi tersebut mempunyai rekan yang bersedia untuk memberikan pinjaman kepada orang yang berhutang untuk melunasu hutangnya, maka kembalilah kewajiban membayar hutang itu kepada orang yang berhutang untuk kedua kalinya. Contoh kasus yang lain adalah jika seseorang mempunyai piutang kepada orang lain dengan jangka waktu tertentu. Dan ketika telah jatuh tempo pembayaran hutang tersebut orang yang berhutang tidak memiliki harta untuk mengembalikan hutangnya. Lalu orang yang menghutangi berkata : Aku berikan pinjaman kepadamu kemudian bayarlah hutangmu yang dahulu kepadaku, lalu dilaksanakanlah hal itu. (Al Mudayanah karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin hal 17 dan<span> </span>18)</p>
</div>
<div id="ftn6">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><a name="_ftn6" href="#_ftnref6"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[6]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span dir="rtl"> </span><span> </span>Yang dimaksud dengan &#8216;inah adalah jika seseorang menjual suatu barang secara kredit kepada orang lain dengan harga tertentu kemudian membelinya kembali secara tunai dengan harga yang lebih murah. Jual beli ini dinamakan dengan &#8216;inah dikarenakan orang yang membeli barang secara kredit tersebut mendapatkan gantinya secara &#8216;ain, yaitu secara tunai ketika itu juga. Atau, bias dikatakan &#8216;inah dikarenakan orang yang menjual barang tesebut membeli &#8216;ain (barang) yang ia jual tersebut (Fathul &#8216;Aziz ma&#8217;a Al Majmu&#8217; 8/231, Syarah Al Muntaha 2/158, dan Al Mishbah 2/441)<span> </span></p>
</div>
<div id="ftn7">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><a name="_ftn7" href="#_ftnref7"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[7]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span dir="rtl"> </span><span> </span>Al Muntaha 2/23</p>
</div>
<div id="ftn8">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><a name="_ftn8" href="#_ftnref8"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[8]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span dir="rtl"> </span><span> </span>HR. Bukhari dalam Kitab Al Iman Bab Fadhlu Man Istabra-a li Dinihi No. 52, dan Muslim dalam Kitab Al Musaqaah Bab Akhdzil Halal wa Tarkis Syubuhat No. 1599 dari Nu&#8217;man bin Basyir -radhiyallahu &#8216;anhu-.</p>
</div>
<div id="ftn9">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><a name="_ftn9" href="#_ftnref9"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[9]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span dir="rtl"> </span>Berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Aisyah -radhiyallahu &#8216;anha-, bahwasannya Nabi bersabda : <em>Barangsiapa yang bernadzar untuk mentaati Allah maka hendaklah ia mentaati-Nya, dan barangsiapa yang bernadzar untuk bermaksiat kepada-Nya maka janganlah ia bermaksiat kepada-Nya.</em> (HR. Bukhari dalam Kitabul Iman wan Nudzurr, Bab An Nadzr fit Tha&#8217;ah No. 6696)</p>
</div>
<div id="ftn10">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><a name="_ftn10" href="#_ftnref10"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[10]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span dir="rtl"> </span><span> </span>HR. Bukhari dari Ibnu Umar -radhiyallahu &#8216;anhuma-, : Sesungguhnya Nabi melarang dari nadzar, dan beliau bersabda : Sesungguhnya <em>nadzar itu tidaklah mendatangkan kebaikan, dan nadzar itu hanyalah dikeluarkan dari orang yang bakhil.</em> (HR. Bukhari dalam Kitab Al Iman wan Nudzur, bab Al Wafa&#8217; bin Nudzur No. 6693, dan Muslim dalam Kitab An Nadzr<span> </span>Bab An Nahyu &#8216;Anin Nadzr No. 1639.</p>
</div>
<div id="ftn11">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><a name="_ftn11" href="#_ftnref11"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[11]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span dir="rtl"> </span>Diriwayatkan dari Ubai bin Ka&#8217;ab -radhiyallahu &#8216;anhu- bahwasannya ia berkata : <em>Dahulu ada seseorang dari kalangan anshar yang tidak aku ketahui ada seorang pun yang lebih jauh rumahnya dari orang tersebut. Dan ia tidak pernah tertinggal dari melaksanakan shalat berjama&#8217;ah. Dikatakan kepadanya : Bukankah <span> </span>lebih baik jika engkau membeli seekor keledai yang bisa engkau kendarai ketika gelap maupun ketika terang ? Maka ia menjawab : Aku tidak senang<span> </span>jika rumahku berada di samping masjid, sesungguhnya aku ingin agar perjalananku menuju ke masjid dicatat sebagai pahala bagiku, demikian pula perjalanan pulangku kembali ke keluargaku. Maka Rasulullah bersabda : Sesungguhnya Allah telah mengumpulkan apa yang kau inginkan itu untukmu.</em> (HR. Muslim dalam Kitab Al Masajid, Bab Katsratul Khutha ilal masajid No. 663)</p>
</div>
</div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ustadzkholid.wordpress.com/91/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ustadzkholid.wordpress.com/91/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ustadzkholid.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ustadzkholid.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ustadzkholid.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ustadzkholid.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ustadzkholid.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ustadzkholid.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ustadzkholid.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ustadzkholid.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ustadzkholid.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ustadzkholid.wordpress.com/91/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ustadzkholid.wordpress.com&blog=1599601&post=91&subd=ustadzkholid&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/07/29/wasilah-dihukumi-sesuai-dengan-tujuannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a0d4b768740ebe21dd0224f1ae5fcd2d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ustadzkholid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Syarat Kewajiban Dan Cara Mengeluarkan Zakat</title>
		<link>http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/07/08/syarat-kewajiban-dan-cara-mengeluarkan-zakat/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/07/08/syarat-kewajiban-dan-cara-mengeluarkan-zakat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 07:38:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ustadzkholid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.wordpress.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[

Pengantar
Salah satu rukun islam yang harus diamalkan seorang muslim adalah menunaikan zakat. Keyakinan ini didasari perintah Allah l dalam Al Quran dan Sunnah. Bahkan hal ini sudah menjadi consensus (Ijma’) yang tidak boleh dilanggar.
 
 Adapun dalil AlQur’an, diantaranya firman Allah l :
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا 
 “Ambillah zakat dari sebagian harta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ustadzkholid.wordpress.com&blog=1599601&post=89&subd=ustadzkholid&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoBodyText2"><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p class="MsoBodyText2"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"></span><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA"></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent"><strong><span>Pengantar</span></strong></p>
<p class="MsoBodyTextIndent"><span>Salah satu rukun islam yang harus diamalkan seorang muslim adalah menunaikan zakat. Keyakinan ini didasari perintah Allah l dalam Al Quran dan Sunnah. Bahkan hal ini sudah menjadi consensus (Ijma’) yang tidak boleh dilanggar.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent"><span> </span><span id="more-89"></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent"><span><span> </span>Adapun dalil AlQur’an, diantaranya firman Allah l :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا </span></strong><span style="font-size:10pt;" dir="ltr"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;"><span> </span>“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Dengan zakat itu, kamu membersihkan dan mensucikan mereka.”</span></em><span style="font-size:10pt;"> (At-Taubah:103) dan firmanNya:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">وَأَقِيمُوا الصَّلاَةَ وَءَاتُوا الزَّكَاةَ </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><em><span style="font-size:10pt;">“Dan tegakkanlah solat dan tunaikanlah zakat.” </span></em><span style="font-size:10pt;">(Al-Baqarah:110).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;"><span style="font-size:10pt;">Kemudian dalil dari Sunnah adalah hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhariy dan Muslim dari Ibnu Abbas bahwa beliau berkata, </span></p>
<h1 style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ بَعَثَ ِمُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ إِلَى الْيَمَنِ قَالَ إِنَّكَ سَتَأْتِي قَوْمًا أَهْلَ كِتَابٍ فَإِذَا جِئْتَهُمْ فَادْعُهُمْ إِلَى أَنْ يَشْهَدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لَكَ بِذَلِكَ فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ فَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لَكَ بِذَلِكَ فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ فَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةً تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ فَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لَكَ بِذَلِكَ فَإِيَّاكَ وَكَرَائِمَ أَمْوَالِهِمْ وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ</span><span dir="ltr"></span></h1>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;"><span> </span>“Sesungguhnya Rasulullah n ketika mengutus Muadz ke Yaman berkata, ‘Sesungguhnya engkau akan mendatangi satu kaum dari Ahli Kitab. Karena itu, jika kamu menjumpai mereka, serulah mereka kepada syahadat tiada yang berhak disembah dengan haq kecuali </span></em><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA">الله</span></strong><em><span style="font-size:10pt;"><span> </span>dan Muhammad adalah utusan </span></em><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA">الله</span></strong><em><span style="font-size:10pt;">. Jika mereka mentaati engkau dalam hal itu, maka ajarilah mereka bahwa </span></em><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA">الله</span></strong><em><span style="font-size:10pt;"> telah mewajibkan atas mereka solat lima waktu dalam sehari semalam. Jika mereka telah mentaatimu dalam hal tersebut, maka ajarilah mereka bahwa </span></em><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA">الله</span></strong><em><span style="font-size:10pt;"> telah mewajibkan atas mereka sedakah atas harta<span> </span>mereka, yang diambil dari orang-orang kaya mereka dan dibagi-bagikan kepada para faqir miskin dari mereka. Jika mereka telah mentaatimu dalam hal tersebut, maka berhati-hatilah terhadap harta-harta kesayangan mereka dan bertakwalah dari doa-doa orang yang dizalimi karena tidak ada penghalang darinya dengan </span></em><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA">الله </span></strong><em><span style="font-size:10pt;"><span> </span>.”<a name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[1]</span></strong></span><!--[endif]--></span></span></a></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;"><span style="font-size:10pt;">Sedangkan dari Ijma’, telah bersepakat kaum muslimin atas kewajibannya sebagaimana telah dinukilkan hal tersebut oleh Ibnu Qudamah<a name="_ftnref2" href="#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> dan Ibnu Rusyd<a name="_ftnref3" href="#_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Kewajiban ini tentunya memiliki syarat dan cara yang harus diperhatikan penunainya, sehingga dapat menunaikan kewajibannya dengan benar dan tepat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;">Syarat Kewajiban Mengeluarkan Zakat.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;"><span style="font-size:10pt;">Syarat-syarat kewajiban mengeluarkan zakat adalah sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:-21.3pt;"><strong><span style="font-size:10pt;">1. <span> </span>Islam. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Islam menjadi syarat kewajiban zakat dengan dalil hadits Ibnu Abbas diatas, Hadits ini mengemukakan kewajiban zakat setelah mereka menerima dua kalimat syahadat dan kewajiban sholat. Hal ini tentunya menunjukkan<span> </span>orang yang belum menerima aslam tidak berkewajiban mengeluarkan zakat. <a name="_ftnref4" href="#_ftn4"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:10pt;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:10pt;">Merdeka.</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;"><span> </span>Tidak diwajibkan zakat pada budak sahaya (orang yang tidak merdeka) pada harta yang dimilikinya, karena kepemilikannya tidak sempurna. Demikian juga budak yang sedang dalam perjanjian pembebasan ( Al Mukaatib) tidak diwajibkan menunaikan zakat dari hartanya, karena berhubungan dengan kebutuhan membebaskan dirinya dari perbudakan. Kebutuhannya ini lebih mendesak dari orang merdeka yang bangkrut (ghorim), sehingga sangat pantas sekali tidak diwajibkan.<a name="_ftnref5" href="#_ftn5"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[5]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:-21pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:10pt;"><span>3<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:10pt;">Berakal dan baligh. </span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Dalam hal ini masih diperselisihkan,<span> </span>dan itu ada dalam permasalahan zakat harta anak kecil dan orang gila. Yang rojih anak kecil dan orang gila tidak diwajibkan mengeluarkan zakat, namun diwajibkan kepada wali yang mengelola hartanya untuk mengeluarkan zakatnya, karena kewajiban zakat berhubungan dengan hartanya.<a name="_ftnref6" href="#_ftn6"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[6]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:10pt;"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:10pt;">Memiliki nishab.</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Makna nishab disini adalah ukuran atau batas terendah yang telah ditetapkan oleh Syari (agama) untuk dijadikan sebagai batas kewajiban mengeluarkan zakat bagi yang memiliknya kalau telah sampai pada ukuran tersebut.<a name="_ftnref7" href="#_ftn7"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[7]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Orang yang telah memiliki nishab atau lebih diwajibkan mengeluarkan zakat dengan dasar firman Allah Ta’ala:</span></p>
<h2><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">وَيَسْئَلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ قُلِ الْعَفْوَ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللهُ لَكُمُ اْلأَيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ</span></strong><span style="font-size:10pt;" dir="ltr"></span></h2>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><em><span style="font-family:&quot;">Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah:&#8221;Yang lebih dari keperluan&#8221;. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepadamu supaya kamu berfikir, (QS. 2:219).</span></em><span style="font-family:&quot;"> Makna Al Afwu adalah harta yang telah melebihi kebutuhan. Oleh karena itulah Islam menetapkan nishob sebagai ukuran kekayaan seseorang.<a name="_ftnref8" href="#_ftn8"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[8]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;">4.1. Syarat-syarat Nishob.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Adapun syarat-syarat nishab adalah sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:42.55pt;text-align:justify;text-indent:-21.3pt;"><span style="font-size:10pt;">a.<span> </span>Harta tersebut di luar kebutuhan yang harus dipenuhi oleh seseorang seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, kendaraan, dan alat yang dipergunakan untuk mata pencaharian.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:42.55pt;text-align:justify;text-indent:-21.3pt;"><span style="font-size:10pt;">b.<span> </span>Telah berlalu harta tersebut satu tahun (haul) dihitung dari hari pemilikan nishab<a name="_ftnref9" href="#_ftn9"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[9]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> dengan dalil hadits Rasulullah n:</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:35.45pt;text-align:justify;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">لاَ زَكَاةَ فِيْ مَالٍ حَتَّى يَحُوْلَ عَلَيْهِ الْحَوْلُ</span></strong><span dir="ltr"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:49.65pt;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;">“Tidak ada zakat atas harta, kecuali yang telah melampaui satu haul (satu tahun).”<a name="_ftnref10" href="#_ftn10"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[10]</span></strong></span><!--[endif]--></span></span></a> </span></em><span style="font-size:10pt;">Dikecualikan dari hal ini zakat pertanian dan buah-buahan yang diambil ketika panen dan zakat harta karun yang diambil ketika menemukannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Misalnya: jika seorang muslim memiliki 35 ekor kambing, maka dia tidak diwajibkan berzakat karena nishab bagi kambing itu 40 ekor. Kemudian jika kambing-kambing tersebut berkembang biak sehingga mencapai 40 ekor, maka kita mulai menghitung satu tahun setelah sempurna nishab tersebut. <a name="_ftnref11" href="#_ftn11"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[11]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-21.25pt;margin:9pt 0 4pt 21.25pt;"><strong><span style="font-size:10pt;">4.2. Nishab, Ukuran Dan Cara Mengeluarkan zakatnya.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-21.25pt;margin:9pt 0 4pt 21.25pt;"><strong><span style="font-size:10pt;">4.2.1. Nishob emas dan ukuran zakatnya.</span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Adapun nishab emas adalah 20 dinar. Dinar yang dimaksud disini adalah dinar islami. Ukuran satu dinar setara dengan 4,25 gram emas, sehingga 20 dinar itu setara dengan 85 gram emas murni. Inilah yang telah ditetapkan oleh Syekh Muhammad Al Utsaimin<a name="_ftnref12" href="#_ftn12"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[12]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> dan<span> </span>Yusuf qordhowi<a name="_ftnref13" href="#_ftn13"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[13]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Dalil nishab ini adalah hadits Ali bin Abi tholib</span><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" dir="rtl"> </span></strong><span>,beliau berkata: Sesungguhnya Rasululloh n bersabda:</span><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA"></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA">وَلَيْسَ عَلَيْكَ شَيْءٌ يَعْنِي فِي الذَّهَبِ حَتَّى يَكُونَ لَكَ عِشْرُونَ دِينَارًا فَإِذَا كَانَ لَكَ عِشْرُونَ دِينَارًا وَحَالَ عَلَيْهَا الْحَوْلُ</span></strong><span lang="AR-SA"> </span><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA">فَفِيهَا نِصْفُ دِينَارٍ فَمَا زَادَ فَبِحِسَابِ ذَلِكَ وَلَيْسَ فِي مَالٍ زَكَاةٌ حَتَّى يَحُولَ </span></strong><em><span>Sesungguhnya Nabi n bersabda : Tidak ada kewajiban atas kamu sesuatupun &#8211; yaitu dalam emas- sampai memilki 20 dinar, jika telah memiliki 20 dinar dan telah berlalu satu haul,<span> </span>maka terdapat padanya (zakat) 1/2 dinar, selebihnya dihitung sesuai dengan hal itu, dan tidak ada diharta zakat<span> </span>kecuali setelah satu haul.<a name="_ftnref14" href="#_ftn14"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[14]</span></strong></span><!--[endif]--></span></span></a></span></em><span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Kemudian diambil dari nishab tersebut 2,5 % atau 1/40. Dan kalau lebih dari nishab dan belum sampai pada ukuran kelipatannya maka diambil dan diikutkan dengan nishab yang awal menurut pendapat yang rojih.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Misalnya : seseorang memiliki 87 gram emas yang disimpan<span> </span>maka jika telah sampai haulnya maka wajib atasnya untuk mengeluarkan zakatnya<span> </span>87/40 = 2,175 gram atau uang seharga tersebut.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-21.25pt;margin:9pt 0 4pt 21.25pt;"><strong><span style="font-size:10pt;">4.2.2. Nishab perak dan ukuran zakatnya.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;"><span style="font-size:10pt;">Adapun nishob perak adalah 200 dirham yang setara dengan 595 gram,sebagaimana hitungan Syiekh Muhammad Sholeh Al Utsaimin dalam Syarhul Mumti’(6/104) dan diambil darinya 2,5% dengan perhitungan sama dengan emas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-21.25pt;margin:9pt 0 3pt 21.25pt;"><strong><span style="font-size:10pt;">4.2.3. Nishob zakat binatang ternak dan ukuran zakatnya.</span></strong></p>
<p class="MsoBodyText3"><span>Adapun syarat wajib zakat pada binatang ternak sama dengan diatas dan ditambah satu syarat yaitu binatangnya digembalakan dipadang rumput yang mubah pada kebanyakan waktunya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.25pt;text-indent:-21.25pt;"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA">وَفِي صَدَقَةِ الْغَنَمِ فِي سَائِمَتِهَا إِذَا كَانَتْ أَرْبَعِينَ إِلَى عِشْرِينَ وَمِائَةٍ شَاةٌ&#8230;..</span></strong><span style="font-size:10pt;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;">Dan dalam zakat kambing yang digembalakan diluar: kalau sampai 40 ekor sampai 120 ekor …<a name="_ftnref15" href="#_ftn15"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[15]</span></strong></span><!--[endif]--></span></span></a></span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Sedangkan ukuran nishob dan yang dikeluarkan adalah sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.25pt;text-indent:-21.25pt;"><span style="font-size:10pt;">1.<span> </span>Onta.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:21.3pt;"><span style="font-size:10pt;">Adapun nishob onta adalah 5 ekor,dan perhitungannya adalah sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:21.3pt;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<table class="MsoNormalTable" style="border:medium none;margin-left:33.5pt;border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:163.3pt;padding:0 5.4pt;" width="218" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:6pt 0;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">Jumlah   Onta </span></strong></p>
</td>
<td style="width:258.6pt;border:1pt 1pt 1pt medium solid solid solid none windowtext windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="345" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:6pt 0;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">Jumlah   yang dikeluarkan.</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.3pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="218" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">5-9   ekor </span></strong></p>
</td>
<td style="width:258.6pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="345" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;"><span> </span>seekor kambing</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.3pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="218" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">10-14   ekor</span></strong></p>
</td>
<td style="width:258.6pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="345" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">dua   ekor kambing</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.3pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="218" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">15-19   ekor</span></strong></p>
</td>
<td style="width:258.6pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="345" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">3   ekor kambing</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.3pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="218" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">20-24   ekor<span> </span></span></strong></p>
</td>
<td style="width:258.6pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="345" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">4   ekor kambing</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.3pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="218" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">25   ekor &#8211; 35 ekor</span></strong></p>
</td>
<td style="width:258.6pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="345" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">seekor   bintu makhod</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.3pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="218" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">36<span> </span>ekor &#8211; 45 ekor</span></strong></p>
</td>
<td style="width:258.6pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="345" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">Seekor   Bintu labun</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.3pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="218" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;"><span> </span>46 ekor &#8211; 60 ekor</span></strong></p>
</td>
<td style="width:258.6pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="345" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">seekor   hiqqah</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.3pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.35pt;" width="218" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;"><span> </span>61 ekor &#8211; 75 ekor</span></strong></p>
</td>
<td style="width:258.6pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.35pt;" width="345" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">seekor   jaz’Allah</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.05pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.35pt;" width="217" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">76   ekor &#8211; 90<span> </span>ekor</span></strong></p>
</td>
<td style="width:258.6pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.35pt;" width="345" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;"><span> </span>2 ekor bintu labun</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.05pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="217" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">91   ekor &#8211; 120 ekor</span></strong></p>
</td>
<td style="width:258.6pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="345" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;"><span> </span>2 ekor hiqqah</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.05pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="217" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">121   ekor </span></strong></p>
</td>
<td style="width:258.6pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="345" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;"><span> </span>3ekor bintu labun</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.05pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="217" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">130   ekor </span></strong></p>
</td>
<td style="width:258.6pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="345" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;"><span> </span>seekor hiqqah dan 2 ekor binta labun</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.05pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="217" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">140   ekor </span></strong></p>
</td>
<td style="width:258.6pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="345" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;"><span> </span>2ekor hiqqah dan<span> </span>2 ekor bintu labun</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.05pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="217" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">150   ekor </span></strong></p>
</td>
<td style="width:258.6pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="345" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;"><span> </span>3 ekor hiqqah</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.05pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="217" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">160   ekor </span></strong></p>
</td>
<td style="width:258.6pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="345" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;"><span> </span>4 ekor bintu labun</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.05pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="217" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">170   ekor </span></strong></p>
</td>
<td style="width:258.6pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="345" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;"><span> </span>seekor hiqqah dan 3 ekor bintu labun</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.05pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="217" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">180   ekor </span></strong></p>
</td>
<td style="width:258.6pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="345" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;"><span> </span>2 ekor hiqqah dan 2 ekor bintu labun</span></strong></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Keterangan Tabel: </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">1. Bintu Makhod adalah onta yang telah berusia satu tahun.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">2. Bintu Labun adalah onta yang berusia dua tahun.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">3. Hiqqah adalah onta yang telah berusia tiga tahun</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">4. Jad’ah adalah onta yang berusia empat tahun.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.3pt;text-indent:-21.3pt;"><span style="font-size:10pt;">2.<span> </span>Sapi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:21.3pt;"><span style="font-size:10pt;">Nishob sapi adalah 30 ekor, apabila kurang dari 30 ekor tidak ada zakatnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Cara penghitungan :</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<table class="MsoNormalTable" style="border:medium none;margin-left:33.75pt;border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="width:163.05pt;border:1pt 1pt medium solid solid none windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="217" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.7pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">Jumlah Sapi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.7pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
</td>
<td style="width:231.6pt;border:1pt 1pt medium medium solid solid none none windowtext windowtext 0 0;padding:0 5.4pt;" width="309" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">Jumlah yang di keluarkan</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.05pt;border:1pt medium 1pt 1pt solid none solid solid windowtext 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="217" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.7pt;text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">30-39   ekor </span></strong></p>
</td>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:231.6pt;padding:0 5.4pt;" width="309" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">seekor   tabi’ atau tabi’ah</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.05pt;border:medium medium 1pt 1pt none none solid solid 0 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="217" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.7pt;text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">40-59   ekor</span></strong></p>
</td>
<td style="width:231.6pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="309" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">seekor   Musinah</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.05pt;border:medium medium 1pt 1pt none none solid solid 0 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="217" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.7pt;text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">60   ekor </span></strong></p>
</td>
<td style="width:231.6pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="309" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">2   ekor tabi’ atau 2 ekor tabi’ah</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.05pt;border:medium medium 1pt 1pt none none solid solid 0 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="217" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">70   ekor </span></strong></p>
</td>
<td style="width:231.6pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="309" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">seekor   tabi’ dan seekor musinah</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.05pt;border:medium medium 1pt 1pt none none solid solid 0 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="217" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">80   ekor </span></strong></p>
</td>
<td style="width:231.6pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="309" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">2   ekor Musinnah</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.05pt;border:medium medium medium 1pt none none none solid 0 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="217" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">90   ekor</span></strong></p>
</td>
<td style="width:231.6pt;border:medium 1pt none solid 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="309" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">3   ekor tabi’</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:163.05pt;padding:0 5.4pt;" width="217" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">100   ekor </span></strong></p>
</td>
<td style="width:231.6pt;border:1pt 1pt 1pt medium solid solid solid none windowtext windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="309" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">2   ekor tabi’ dan seekor musinnah.</span></strong></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Keterangan tabel: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.3pt;text-indent:-21.3pt;"><span style="font-size:10pt;">#.<span> </span>Tabi’ dan tabi’ah<span> </span>adalah<span> </span>sapi jantan dan betina yang berusia setahun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.3pt;text-indent:-21.3pt;"><span style="font-size:10pt;">#.<span> </span>Musinnah adalah sapi betina yang berusia dua tahun.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">#. Setiap 30 ekor sapi zakatnya seekor Tabi’ dan setiap a40 ekor sapi zakatnya seekor musinnah.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.3pt;text-indent:-21.3pt;"><span style="font-size:10pt;">3.<span> </span>Kambing.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:21.3pt;"><span style="font-size:10pt;">Nishob kambing adalah 40 ekor,dan perhitungannya adalah sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<table class="MsoNormalTable" style="border:medium none;margin-left:33.75pt;border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:163.05pt;padding:0 5.4pt;" width="217" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">Jumlah kambing</span></p>
</td>
<td style="width:295.95pt;border:1pt 1pt 1pt medium solid solid solid none windowtext windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="395" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">Jumlah yang dikeluarkan </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.05pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="217" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">40   ekor </span></strong></p>
</td>
<td style="width:295.95pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="395" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">seekor   kambing</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.05pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="217" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">120   ekor</span></strong></p>
</td>
<td style="width:295.95pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="395" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">2   ekor kambing.</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.05pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="217" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">201   &#8211; 300 ekor</span></strong></p>
</td>
<td style="width:295.95pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="395" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">3   ekor kambing.</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.05pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="217" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">Lebih   dari 300 ekor</span></strong></p>
</td>
<td style="width:295.95pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="395" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">Setiap   seratus satu ekor kambing.</span></strong></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Dalil perhitungan nishob zakat binatang ternak adalah :</span></p>
<h3><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ</span></strong></h3>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">هَذِهِ فَرِيضَةُ الصَّدَقَةِ الَّتِي فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الْمُسْلِمِينَ وَالَّتِي أَمَرَ اللَّهُ بِهَا رَسُولَهُ فَمَنْ سُئِلَهَا مِنْ الْمُسْلِمِينَ عَلَى وَجْهِهَا فَلْيُعْطِهَا وَمَنْ سُئِلَ فَوْقَهَا فَلَا يُعْطِ فِي أَرْبَعٍ وَعِشْرِينَ مِنْ الْإِبِلِ فَمَا دُونَهَا مِنْ الْغَنَمِ مِنْ كُلِّ خَمْسٍ شَاةٌ إِذَا بَلَغَتْ خَمْسًا وَعِشْرِينَ إِلَى خَمْسٍ وَثَلَاثِينَ فَفِيهَا بِنْتُ مَخَاضٍ أُنْثَى فَإِذَا بَلَغَتْ سِتًّا وَثَلَاثِينَ إِلَى خَمْسٍ وَأَرْبَعِينَ فَفِيهَا بِنْتُ لَبُونٍ أُنْثَى فَإِذَا بَلَغَتْ سِتًّا وَأَرْبَعِينَ إِلَى سِتِّينَ فَفِيهَا حِقَّةٌ طَرُوقَةُ الْجَمَلِ فَإِذَا بَلَغَتْ وَاحِدَةً وَسِتِّينَ إِلَى خَمْسٍ وَسَبْعِينَ فَفِيهَا جَذَعَةٌ فَإِذَا بَلَغَتْ يَعْنِي سِتًّا وَسَبْعِينَ إِلَى تِسْعِينَ فَفِيهَا بِنْتَا لَبُونٍ فَإِذَا بَلَغَتْ إِحْدَى وَتِسْعِينَ إِلَى عِشْرِينَ وَمِائَةٍ فَفِيهَا حِقَّتَانِ طَرُوقَتَا الْجَمَلِ فَإِذَا زَادَتْ عَلَى عِشْرِينَ وَمِائَةٍ فَفِي كُلِّ أَرْبَعِينَ بِنْتُ لَبُونٍ وَفِي كُلِّ خَمْسِينَ حِقَّةٌ وَمَنْ لَمْ يَكُنْ مَعَهُ إِلَّا أَرْبَعٌ مِنْ الْإِبِلِ فَلَيْسَ فِيهَا صَدَقَةٌ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ رَبُّهَا فَإِذَا بَلَغَتْ خَمْسًا مِنْ الْإِبِلِ فَفِيهَا شَاةٌ وَفِي صَدَقَةِ الْغَنَمِ فِي سَائِمَتِهَا إِذَا كَانَتْ أَرْبَعِينَ إِلَى عِشْرِينَ وَمِائَةٍ شَاةٌ فَإِذَا زَادَتْ عَلَى عِشْرِينَ وَمِائَةٍ إِلَى مِائَتَيْنِ شَاتَانِ فَإِذَا زَادَتْ عَلَى مِائَتَيْنِ إِلَى ثَلَاثِ مِائَةٍ فَفِيهَا ثَلَاثُ شِيَاهٍ فَإِذَا زَادَتْ عَلَى ثَلَاثِ مِائَةٍ</span></strong><span style="font-size:10pt;" dir="ltr" lang="AR-SA"> </span><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">فَفِي كُلِّ مِائَةٍ شَاةٌ فَإِذَا كَانَتْ سَائِمَةُ الرَّجُلِ نَاقِصَةً مِنْ أَرْبَعِينَ شَاةً وَاحِدَةً فَلَيْسَ فِيهَا صَدَقَةٌ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ رَبُّهَا وَفِي الرِّقَّةِ رُبْعُ الْعُشْرِ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ إِلَّا تِسْعِينَ وَمِائَةً فَلَيْسَ فِيهَا شَيْءٌ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ رَبُّهَا</span></strong><span style="font-size:10pt;" dir="ltr"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;">Ini adalah kewajiban zakat yang diperintahkan Rasululloh n atas kaum muslimin dan yang diperintahkan Allah I dengannya Rasul-Nya: Dalam setiap 24 ekor onta dan yang kurang dari itu (zakatnya) kambing: pada setiap 5 ekor satu kambing. Kalau telah sampai 25 ekor sampai 35 ekor maka ada (zakat) Binti makhod (onta perempuan yang berusia setahun),<span> </span>jika tidak ada boleh dengan ibnu Labun (onta laki-laki yang berusia dua tahun).Jika sampai 36 sampai 45 ekor,terdapat terdapat padanya<span> </span>Binti Labun (onta perempuan berusia dua tahun),kalau sampai 46 sampai 60 ekor terdapat Hiqqah (onta perempauan yang telah sempurna berusia 3 tahun) yang siap dihamili oleh onta laki-laki.kalau sampai 61 sampai 75 terdapat jidz’ah(onta yang telah berusia 4 tahun) ,kalau sampai<span> </span>76 sampai 90 ekor terdapat 2 Bintu Labun. Kalau sampai 91 sampai 120 ekor terdapat 2 Hiqqah.kalau sampai lebih dar 120,maka setiap 40 ekor ada Bntu Labin dan setiap 50 hiqqah.dan barang siapa yang memiliki kurang dari 4 ekor onta mak tidak ada zakatnya kecuali kalau pemiliknya menghendaki. Dan dalam zakat kambing yang digembalakan diluar: kalau sampai 40 ekor sampai 120 ekor ada seekor kambing dan jika lebih dari 120 sampai 200 ekor ,ada 2 ekor,jika lebih dari 200 sampai 300 ekor,ada 3 ekor dan kalau lebih dari 300 ekor,maka setiap 100 ekor ada seekor kambing, jika gembalaan seseorang kurang dari 40, seekor saja maka tidak terdapat zakat kecuali bila pemiliknya menghendakinya</span></em><span style="font-size:10pt;">. <a name="_ftnref16" href="#_ftn16"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[16]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-21.25pt;margin:9pt 0 3pt 21.25pt;"><strong><span style="font-size:10pt;">4.2.3. Nishob zakat hasil pertanian dan buah-buahan dan ukuran zakatnya.</span></strong></p>
<p class="MsoBodyText3" style="margin:0 0 0.0001pt;"><span>Zakat hasil pertanian dan buah-buahan disyariatkan dalam islam dengan dasar firman Allah l :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">وَهُوَ الَّذِي أَنشَأَ جَنَّاتٍ مَّعْرُوشَاتٍ وَغَيْرَ مَعْرُوشَاتٍ وَالنَّخْلَ وَالزَّرْعَ مُخْتَلِفًا أُكُلُهُ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُتَشَابِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ كُلُوا مِنْ ثَمَرِهِ إِذَآأَثْمَرَ وَءَاتُوا حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ وَلاَتُسْرِفُوا إِنَّهُ لاَيُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ</span></strong><span style="font-size:10pt;" dir="ltr"></span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><em><span style="font-family:&quot;">Dan dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya), dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermaca-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya dihari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (Surat Al An’am :141)</span></em></p>
<p class="MsoBodyText3" style="margin:0 0 0.0001pt;"><span>Sedangkan nishobnya adalah 5 Wasaq, berdasarkan sabda Rasululloh n :</span></p>
<h4><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">لَيْسَ فِيْمَا دُوْنَ خَمْسَةِ أَوْسُقِ صَدَقَةٌ</span></strong></h4>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;">Tidak ada dibawah lima Wasaq zakat.<a name="_ftnref17" href="#_ftn17"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[17]</span></strong></span><!--[endif]--></span></span></a></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Satu wasaq setara dengan 60 Sho’<a name="_ftnref18" href="#_ftn18"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[18]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> dan satu Sho’ setara dengan 2,175 kg<a name="_ftnref19" href="#_ftn19"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[19]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> atau 3 kg menurut ukuran komite tetap fatwa dan penelitian Islam Saudi Arabia (Lajnah Daimah Li Al fatwa Wa Al Buhuts Al Islamiyah). Berdasarkan fatwa dan amal resmi yang berlaku di Saudi   Arabia nishob zakat hasil pertanian adalah 300X 3= 900 kg. Adapun ukuran yang dikeluarkan bila diairi dengan pengairan (menggunakan alat penyiram tanaman) 1/20 (5%) dan bila diairi dengan hujan (tadah hujan) maka 1/10 (10%). Ini berdasarkan sabda Rasululloh n :</span></p>
<h5><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">فِيْمَا سَقَتْ الأَنْهَارُ وَالغَيْمُ الْعُشُوْرُوَ فِيْمَا سُقِِيَ بِالسَّانِيَةِ نِصْفُ الْعُشُوْرِ</span></strong></h5>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;">Pada yang disirami oleh sungai dan hujan maka sepersepuluh (1/10) dan yang disirami dengan pengairan (irigasi) maka seperduapuluh (1/20).<a name="_ftnref20" href="#_ftn20"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[20]</span></strong></span><!--[endif]--></span></span></a></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Misalnya: seorang petani berhasil menuai panennya sebanyak 1000kg. Maka ukuran yang dikeluarkan bila dengan pengairan (alat siram tanaman) adalah 1000 X 1/20 = 50 kg. Bila tadah hujan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-21.25pt;margin:9pt 0 3pt 21.25pt;"><strong><span style="font-size:10pt;">4.2.5. Nishob zakat barang dagangan dan ukuran zakatnya.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Zakat barang dagangan masih diperselisihkan para ulama pensyariatannya. Menurut pendapat yang mewajibkan zakat perdagangan, nishab dan ukuran zakatnya sama dengan nishob dan ukuran zakat emas. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;"><span style="font-size:10pt;">Adapun syarat-syarat mengeluarkan zakat perdagangan sama dengan syarat-syarat yang<strong> </strong>ada pada zakat yang lain kecuali ada tambahan 3 syarat,yaitu:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:-21.3pt;"><span style="font-size:10pt;">1.<span> </span>Memilikinya dengan tidak dipaksa,seperti dengan membeli,menerima hadiah dan yang sejenisnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:-21.3pt;"><span style="font-size:10pt;">2.<span> </span>Memilikinya dengan niat untuk perdagangan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:-21.3pt;"><span style="font-size:10pt;">3.<span> </span>Nilainya telah sampai nishob.<a name="_ftnref21" href="#_ftn21"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[21]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;"><span style="font-size:10pt;">Seorang pedagang harus menghitung jumlah nilai barang dagangan dengan harga asli (beli), lalu digabungkan dengan keuntungan bersih setelah dipotong hutang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;"><span style="font-size:10pt;">Misalnya: Seorang pedagang menjumlah barang dagangannya diakhir tahun dengan jumlah totoal Rp 200.000.000. dan laba bersih sebesar Rp 50.000.000. sementara ia memiliki hutang sebesar Rp 100.000.000. maka perhitungannya adalah: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Modal – hutang : Rp 200.000.000. – Rp 100.000.00.= Rp 100.000.000. jadi jumlah harta zakat adalah Rp 100.000.000 + 50.000.000. = 150.000.000.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Zakat yang harus dibayarkan: Rp 150.000.000.X 2,5% = Rp 3.750.000.<a name="_ftnref22" href="#_ftn22"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[22]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-21.25pt;margin:9pt 0 3pt 21.25pt;"><strong><span style="font-size:10pt;">4.2.5. Nishob zakat harta karun dan ukuran zakatnya.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Zakat harta karun diwajibkan secara langsung tanpa mensyaratkan nishob dan haul, berdasarkan keumuman sabda rasululloh n :</span></p>
<h6><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">وَفِيْ الرِّكَازِ الْخُمُسُ</span></strong></h6>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;">Dalam harta karun temuan terdapat seperlima zakatnya.<a name="_ftnref23" href="#_ftn23"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[23]</span></strong></span><!--[endif]--></span></span></a></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;">4.2.4. Cara menghitung nishob.</span></strong><span style="font-size:10pt;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Dalam menghitung <em>nishab </em><span>terjadi perbedaan pendapat, yaitu pada masalah</span>: apakah yang dilihat adalah nishab selama setahun ataukah hanya dilihat pada awal dan akhir tahun saja?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Al-Imam an-Nawawy berkata, “Menurut mazhab kami (Syafii), mazhab Malik, Ahmad, dan jumhur adalah disyaratkan pada harta<span> </span>yang wajib dikeluarkan zakatnya – dan (dalam mengeluarkan zakatnya) berpatokan pada hitungan haul, seperti emas, perak, dan binatang ternak – keberadaan nishab pada semua haul (selama setahun). Maka kalau berkurang nishab tersebut pada satu ketika dari haul, maka terputuslah (hitungan) haul, dan kalau sempurna lagi setelah itu maka dimulai perhitungannya lagi ketika sempurna nishab tersebut. <a name="_ftnref24" href="#_ftn24"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[24]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> inilah pendapat yang rojih insya Allah l .</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Misalnya nishob tercapai pada bulan Muharram 1423 H lalu dibulan Rajab tahun tersebut harta berkurang dari nishobnya. Maka perhitungan dihapus. Kemudian pada bulan Romadhan harta bertambah sehingga mencapai nishob, maka dimulai lagi perhitungan pertama dari bulan Romadhon tersebut. Demikian seterusnya sampai mencapai setahun sempurna, lalu dikeluarkan zakatnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Demikian tulisan singkat ini mudah-mudahan bermanfaat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<div><!--[if !supportFootnotes]--></p>
<hr size="1" /><!--[endif]--></p>
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Hadits riwayat Al Jamaah.</p>
</div>
<div id="ftn2">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn2" href="#_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> <span>Lihat: Al-Mughniy karya Ibnu Al Qudamah 4/5</span></p>
</div>
<div id="ftn3">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn3" href="#_ftnref3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> <span>Lihat: Bidayah al-Mujtahidin 1/244</span></p>
</div>
<div id="ftn4">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn4" href="#_ftnref4"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> lihat Al Wajiz Fi Fiqhi Al Sunnah wa Al Kitabi Al Aziz karya Abduladzim bin Badawiy hal 212 dan Al Zakaat Wa Tanmiyat Al Mujtama’ karya Al Sayyid Ahmad Al Makhzanjiy hal 115.</p>
</div>
<div id="ftn5">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn5" href="#_ftnref5"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[5]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Lihat Al Zakaat Wa Tanmiyat Al Mujtama’ karya Al Sayyid Ahmad Al Makhzanjiy hal 118.</p>
</div>
<div id="ftn6">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn6" href="#_ftnref6"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[6]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Ibid hal 117-118.</p>
</div>
<div id="ftn7">
<p class="MsoBodyText" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><a name="_ftn7" href="#_ftnref7"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[7]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Lihat: Syarh al-Mumti’ ‘Ala Zaad Al Mustaqni’ karya Syeikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin 6/20</p>
</div>
<div id="ftn8">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn8" href="#_ftnref8"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[8]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> lihat Al Zakaat Wa Tanmiyat Al Mujtama’ karya Al Sayyid Ahmad Al Makhzanjiy hal 119.</p>
</div>
<div id="ftn9">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn9" href="#_ftnref9"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[9]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> <span>Lihat: Fiqh as-Sunah karya Sayyid Saabiq 1/467</span></p>
</div>
<div id="ftn10">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a name="_ftn10" href="#_ftnref10"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[10]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span style="font-size:10pt;"> </span><span style="font-size:10pt;">Hadits ini diriwayatkan dari beberapa jalan periwayatan. Diriwayatkan dari jalan periwayatan Ibnu Umar oleh At-Tirmidzy 1/123, dari jalan periwayatan ‘Aisyah oleh Ibnu Majah dalam Sunannya no. 1793, dari periwayatan Anas bin Malik oleh Al Daraquthniy dalam sunannya no. 199 dan periwayatan Ali bin Abi Tholib oleh Abu Daud dalam sunannya no. 1573. hadits ini dihasankan oleh</span><span style="font-size:10pt;"> Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albaniy dalam kitab Irwa al-Ghalil 3/254-258.</span></p>
</div>
<div id="ftn11">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn11" href="#_ftnref11"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[11]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> <span>Lihat: <span>Syarh al-Mumti’</span> 6/ 24</span></p>
</div>
<div id="ftn12">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn12" href="#_ftnref12"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[12]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> dalam syarhul mumti’(6/103),</p>
</div>
<div id="ftn13">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn13" href="#_ftnref13"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[13]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> dalam fiqhu azzakat</p>
</div>
<div id="ftn14">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn14" href="#_ftnref14"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[14]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Hadits Ali bin Abi Tholib ini diriwayatkan oleh Abu Daud dalam sunannya no.1573 dan Al Baihaqiy dalam Sunan Al Kubra 4/95. hadits ini dihasankan Syeikh AL Albaniy dalam Irwa’ Al Gholil 3/256.</p>
</div>
<div id="ftn15">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn15" href="#_ftnref15"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[15]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Hadits diriwayatkan Imam Al Bukhori dalam shohihnya.no. 1362.</p>
</div>
<div id="ftn16">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn16" href="#_ftnref16"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[16]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Hadits diriwayatkan Imam Al Bukhori dalam shohihnya.no. 1362</p>
</div>
<div id="ftn17">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn17" href="#_ftnref17"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[17]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Muttafaqun ‘Alaihi.</p>
</div>
<div id="ftn18">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn18" href="#_ftnref18"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[18]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Menurut kesepakatan, lihat penjelasan Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 3/364.</p>
</div>
<div id="ftn19">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn19" href="#_ftnref19"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[19]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Menurut hitungan Syeikh Abdullah bin Sulaiman Alimanii’ dalam makalah beliau yang berjudul Bahtsun Fi Tahwili Al Mawaaziin wa Al Makaayil Al Syari’ah Ila Al Maqaadir Al Mu’ashir dalam Majalah Buhuts Al Islamiy Edisi 59, hal. 195. sehingga menurut hitungan beliau ini, nishob zakat pertanian dan buah-buahan adalah 300 X 2,175 = 652,5 kg.</p>
</div>
<div id="ftn20">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn20" href="#_ftnref20"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[20]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Riwayat Muslim 2/673.</p>
</div>
<div id="ftn21">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn21" href="#_ftnref21"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[21]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Lihat tulisan penulis dalam majalah Assunnah edisi ../../…? Hal? (tolong carikan berjudul Fiqih Zakat).</p>
</div>
<div id="ftn22">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn22" href="#_ftnref22"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[22]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Lihat Panduan praktis menghitung zakat karya Adil Rasyad Ghanim (edisi terjemahan) hal 14.</p>
</div>
<div id="ftn23">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn23" href="#_ftnref23"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[23]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Muttafaqun ‘Alaihi, lihat Al Wajiz Fi Fiqhi Al Sunnah wa Al Kitabi Al Aziz hal 218.</p>
</div>
<div id="ftn24">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a name="_ftn24" href="#_ftnref24"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[24]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> <span style="font-size:10pt;">Dinukil oleh Sayyid Sabiq dari ucapannya dalam <em>Fiqh as-Sunnah</em> 1/468</span></p>
</div>
</div>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Abu Al Abbas Kholid bin Syamhudi.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ustadzkholid.wordpress.com/89/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ustadzkholid.wordpress.com/89/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ustadzkholid.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ustadzkholid.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ustadzkholid.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ustadzkholid.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ustadzkholid.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ustadzkholid.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ustadzkholid.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ustadzkholid.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ustadzkholid.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ustadzkholid.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ustadzkholid.wordpress.com&blog=1599601&post=89&subd=ustadzkholid&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/07/08/syarat-kewajiban-dan-cara-mengeluarkan-zakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a0d4b768740ebe21dd0224f1ae5fcd2d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ustadzkholid</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>