<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Mengarungi Samudra Kehidupan</title>
	<atom:link href="http://ustadzkholid.wordpress.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzkholid.wordpress.com</link>
	<description>do'a dari antum sekalian buat kebaikan kami sangat diharapkan.</description>
	<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 05:00:33 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Wasilah Dihukumi Sesuai Dengan Tujuannya</title>
		<link>http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/07/29/wasilah-dihukumi-sesuai-dengan-tujuannya/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/07/29/wasilah-dihukumi-sesuai-dengan-tujuannya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 04:57:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ustadzkholid</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kaedah fiqhiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.wordpress.com/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[
KAIDAH KEDUA
Wasilah Dihukumi Sesuai Dengan Tujuannya

Beberapa hal yang masuk dalam kaidah ini antara lain adalah bahwasannya perkara wajib yang tidak bisa sempurna kecuali dengan keberadaan sesuatu hal, maka hal tersebut hukumnya wajib pula. Dan perkara sunnah yang tidak bisa sempurna kecuali dengan keberadaan sesuatu hal, maka hal tersebut sunnah juga hukumnya. Demikian pula, sarana-sarana yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:left;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr" align="center"><strong>KAIDAH KEDUA</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr" align="center"><strong>Wasilah Dihukumi Sesuai Dengan Tujuannya</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Beberapa hal yang masuk dalam kaidah ini antara lain adalah bahwasannya perkara wajib yang tidak bisa sempurna kecuali dengan keberadaan sesuatu hal, maka hal tersebut hukumnya wajib pula. Dan perkara sunnah yang tidak bisa sempurna kecuali dengan keberadaan sesuatu hal, maka hal tersebut sunnah juga hukumnya. Demikian pula, sarana-sarana yang mengantarkan kepada perkara yang haram atau mengantarkan kepada perkara yang makruh, maka hukumnya mengikuti perkara yang haram atau makruh tersebut.<span id="more-91"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Demikian pula, tercabang dari kaidah ini, bahwa hal-hal yang mengikuti ibadah ataupun <span> </span>amalan <span> </span>tertentu maka hukumnya sesuai dengan ibadah yang menjadi tujuan tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Kaidah ini merupakan kaidah yang sifatnya menyeluruh dan diikuti oleh beberapa kaidah lain sebagaimana disebutkan dalam asalnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Adapun yang dimaksud dengan wasilah adalah jalan-jalan yang ditempuh untuk menuju kepada suatu perkara tertentu, dan sebab yang menyampaikan kepadanya. Demikian pula, hal-hal yang tergantung padanya suatu perkara tertentu, dan kelaziman-kelaziman yang keberadaannya melazimkan keberadaan perkara tersebut, serta syarat-syarat yang tergantung hukum-hukum pada sesuatu tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Maka apabila Allah <span style="font-family:&quot;"><span>U</span></span> dan Rasul-Nya memerintahkan sesuatu maka itu adalah perintah untuk melaksanakan perintah tersebut dan hal-hal yang perintah tersebut tidak sempurna kecuali dengan hal tersebut. Demikian pula, perintah tersebut juga mencakup perintah untuk memenuhi semua syarat-syarat dalam syari&#8217;at, syarat-syarat dalam adat, yang maknawi ataupun inderawi. Hal ini dikarenakan Dzat Yang Maha Mengetahui dan Maha Hikmah mengetahui apa yang menjadi konsekuaensi dari hukum-hukum yang Ia syariatkan kepada hambanya berupa kelaziman-kelaziman, syarat-syarat, dan penyempurna-penyempurna. Maka perintah untuk mengerjakan sesuatu merupakan perintah untuk hal yang diperintahkan tersebut, dan juga perintah untuk mengerjakan hal-hal yang tidaklah bisa sempurna perkara yang diperintahkan tersebut kecuali <span> </span>dengannya. Dan larangan dari mengerjakan sesuatu merupakan larangan dari hal yang dilarang tersebut dan dari segala sesuatu yang mengantarkan kepada larangan tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Oleh karena itu, berjalan untuk melaksanakan sholat, untuk menghadiri majelis dzikir, silaturahim, menjenguk orang sakit, mengiringi jenazah, dan selainnya masuk dalam kategori ibadah juga. Demikian pula keluar untuk melaksanakan haji dan umroh, serta jihad fi sabilillah sejak keluar dari tempat tinggalnya sampai pulang kembali maka ia senantiasa dalam pelaksanaan ibadah, karena keluarnya tersebut merupakan wasilah untuk melaksanakan ibadah dan menjadi penyempurnanya. Allah <span style="font-family:&quot;"><span>U</span></span> berfirman :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-size:14pt;line-height:120%;font-family:HQPB4;"></span><span style="font-size:14pt;line-height:120%;font-family:HQPB1;"></span><em>Yang demikian itu ialah Karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik, Dan mereka tiada menafkahkan suatu nafkah yang kecil dan tidak (pula) yang besar dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi mereka (amal saleh pula) Karena Allah akan memberi balasan kepada mereka yang lebih baik dari apa yang Telah mereka kerjakan</em>. (QS. At Taubah : 120-121)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Dan di dalam hadits yang shahih, Nabi <span style="font-family:&quot;"><span>r</span></span> bersabda :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:2.55pt;text-align:justify;line-height:120%;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;line-height:120%;font-family:&quot;" lang="AR-SA">مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَلَكَ اللهُ أَوَ سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><em><span>Barangsiapa yang menempuh suatu perjalanan dalam rangka menuntut ilmu maka Allah akan memperjalankannya atau memudahkan jalan beginya menuju ke surga.</span></em><span> (HR. Muslim) <a name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><em></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Dan sungguh telah banyak hadits-hadits shahih yang menjelaskan tentang pahala berjalan untuk melaksanakan sholat, dan sesungguhnya setiap langkah yang ditempuh dalam perjalanan tersebut ditulis baginya satu kebaikan dan dihapuskan satu kejelekan. <a name="_ftnref2" href="#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Dan firman Allah </span><span style="font-family:&quot;"><span>U</span></span><span> :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><em><span style="font-family:&quot;">sesungguhnya kami menghidupkan orang-orang mati dan kami menuliskan apa yang Telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. dan segala sesuatu kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh mahfuzh). </span></em><span style="font-family:&quot;">(QS. Yasin : 12)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Yang dimaksudkan dengan <em>&#8220;bekas-bekas yang mereka tinggalkan&#8221;</em> pada ayat di atas adalah perpindahan langkah-langkah dan amalan-amalan mereka, apakah untuk melaksanakan ibadah ataukah sebaliknya. <a name="_ftnref3" href="#_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Oleh karena itu, sebagaimana melangkahkan kaki dan upaya-upaya untuk melaksanakan ibadah dihukumi sesuai dengan hukum ibadah yang dimaksud, maka melangkahkan kaki untuk menuju kepada kemaksiatan juga dihukumi sesuai dengan hukum kemaksiatan tersebut dan kemaksiatan yang lain. Maka perintah untuk melaksanakan sholat adalah perintah untuk melaksnakan sholat dan perkara-perkara yang sholat tidak sempurna kecuali dengannya berupa thaharah, menutup aurat, menghadap kiblat, dan syarat-syarat lainnya. Dan juga, perintah untuk mempelajari hukum-hukum yang pelaksanaan sholat tidaklah bisa sempurna kecuali dengan didahului dengan mempelajari ilmu tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Demikian pula seluruh ibadah yang wajib atau sunnah yang tidaklah bisa sempurna kecuali dengan suatu hal, maka hal itu juga wajib karena perkara yang diwajibkan tersebut, atau<span> </span>sunnah dikarenakan perkara yang sunnah tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Termasuk pula cabang kaidah ini adalah perkataan ulama <a name="_ftnref4" href="#_ftn4"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> : Jika datang waktu sholat bagi orang yang tidak menjumpai air, maka wajib baginya untuk mencarinya di tempat-tempat yang bisa diharapkan untuk mendapatkan air tersebut. Dikarenakan hal-hal yang tidak sempurna kewajiban kecuali dengan keberadaannya maka perkara tersebut juga wajib. Demikian pula, wajib baginya untuk membeli air atau membeli penutup aurat yang wajib dengan harga yang wajar, atau dengan harga yang lebih dari harga wajar asalkan tidak memadharatinya dan tidak menyebabkan kehabisan harta.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Dan masuk di dalam kaidah ini juga adalah tentang wajibnya mempelajari ilmu perindustrian yang hal ini sangat dibutuhkan manusia dalam urusan agama dan dunia mereka, baik urusan yang besar maupun yang kecil. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Demikian pula, masuk dalam kaidah ini adalah wajibnya mempelajari ilmu-ilmu yang bermanfaat. Dan ilmu tersebut terbagi manjadi dua macam : </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong><span>Pertama</span></strong><span> : Ilmu yang hukum mempelajarinya fardhu ain, yaitu ilmu yang sifatnya sangat diperlukan oleh setiap manusia dalam urusan agama, akhirat, maupun urusan yang berkaitan dengan muamalah. Setiap orang berbeda kadarnya sesuai dengan keadaan masing-masing. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong><span>Kedua</span></strong><span> : Ilmu yang hukum mempelajarinya fardhu kifayah, yaitu ilmu yang merupakan tambahan dari yang hukumnya fardhu ain, yang ilmu tersebut dibutuhkan oleh muasyarakat luas. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Maka, ilmu yang sangat dibutuhkan oleh seorang manusia secara pribadi hukumnya fardhu ain. Adapun ilmu yang<span> </span>sifatnya tidak mendesak jika ditinjau dari sisi individu seseorang, namun masyarakat luas membutuhkannya maka hukumnya fardhu kifayah. Di mana, perkara yang fardhu kifayah ini jika telah dilaksanakan oleh sebagian orang yang telah mencukupi maka gugur kewajiban sebagian yang lain, dan jika tidak ada sama sekali yang melaksanakannya maka wajib atas setiap orang. Oleh karena itu, termasuk cabang kaidah ini adalah semua hal yang hukumnya fardhu kifayah, berupa adzan, iqamah, kepemimpinan yang kecil maupun yang besar, amar ma&#8217;ruf nahi munkar, jihad yang hukumnya fardhu kifayah, pengurusan jenazah berupa memandikan, mengkafani, menyolatkan, membawanya ke pemakaman, menguburkannya, serta hal-hal yang menyertainya, persawahan, perkebunan, dan hal hal yang menyertainya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Termasuk pula dalam kaidah ini adalah usaha seseorang dalam bekerja yang menjadi wasilah baginya untuk memenuhi apa yang menjadi kawajibannya, baik kepada dirinya sendiri, kepada isterinya, anak-anaknya, budaknya, dan juga binatang ternaknya, serta untuk melunasi hutangnya. Dikarenakan hal-hal tersebut hukumnya adalah wajib, maka usaha untuk menunaikan kewajiban-kewajiban tersebut hukumnya juga wajib.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Demikian pula, tentang wajibnya mempelajari tanda-tanda datangnya waktu shalat, mengetahui arah kiblat, dan arah mata angin bagi orang yang membutuhkan hal tersebut. Hal-hal tersebut masuk juga dalam kaidah ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Dan termasuk pula dalam kaidah ini adalah bahwa ilmu-ilmu syar&#8217;i terbagi menjadi dua macam, yaitu ilmu yang menjadi tujuan, yaitu ilmu Al Qur&#8217;an dan As Sunnah. Maka wasilah untuk memahami ilmu Al Qur&#8217;an dan As Sunnah seperti ilmu bahasa Arab beserta macam-macamnya, yang pemahaman terhadap Al Qur&#8217;an dan As Sunnah sangat tergantung dari penguasaan seseorang terhadap ilmu bahasa Arab tersebut, maka menyibukkan diri untuk mempelajari ilmu bahasa Arab dengan tujuan tersebut hukumnya mengikuti hukum mempelajari ilmu-ilmu syar&#8217;i tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Termasuk pula dalam kaidah ini adalah mengenai perkara-perkara mubah yang menjadi wasilah dalam meninggalkan kewajiban, atau menjadi wasilah dalam melaksanakan sesuatu yang haram. Oleh karena itu, diharamkan jual beli setelah adzan kedua shalat Jum&#8217;at. Berdasarkan firman Allah <em><span> </span></em></span><span style="font-family:&quot;"><span>U</span></span><span> :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><em><span style="font-family:&quot;">Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum&#8217;at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli</span></em><em><span>. (QS. Al Jumu&#8217;ah : 9)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:14.2pt;text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Demikian pula haram hukumnya jual beli ketika dikhawatirkan terlewatnya waktu shalat fardhu, atau dikhawatirkan tertinggal dari shalat berjamaah yang wajib menurut pendapat yang benar dalam masalah ini.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Demikian pula diharamkan menjual sesuatu kepada orang yang akan menggunakannya untuk mengerjakan kemaksiatan. Seperti menjual anggur kepada orang yang akan menjadikannya menjadi minuman khamr. Atau menjual senjata kepada orang yang akan menggunakannya untuk menimbulkan fitnah, atau menjual senjata kepada perampok. Dan juga tidak diperbolehkan menjual telur atau semisalnya kepada orang yang akan menggunakannya untuk berjudi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Demikian pula haram hukumnya melakukan tipu muslihat dalam semua jenis muamalah yang hal tersebut mengantarkan kepada perkara yang haram, seperti mengubah akad hutang kepada orang yang berhutang. <a name="_ftnref5" href="#_ftn5"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[5]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Dan juga jual beli &#8216;inah <a name="_ftnref6" href="#_ftn6"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[6]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>, serta tipu daya untuk menggagalkan syuf&#8217;ah dengan cara wakaf, atau menampakkan hasil yang bukan menjadi tujuan yang dimaksud, ataupun menampakkan adanya tambahan harga supaya tidak diambil oleh orang yang mempunyai hak syuf&#8217;ah tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Termasuk dalam kaidah ini pula adalah perbuatan orang yang diberi wasiat oleh orang lain, kemudian ia membunuh orang yang memberikan wasiat tersebut. Atau orang yang mendapatkan hak warisan, lalu ia membunuh orang yang memberikan warisan tersebut supaya segera memperoleh warisan tersebut. Maka keduanya mendapatkan hukuman dengan tidak mendapatkan wasiat atau warisan yang menjadi tujuannya tersebut. Demikian pula seorang suami ketika dalam keadaan sakit menjelang kematiannya, jika ia mentalaq isterinya supaya tidak mendapatkan warisan darinya, maka isteri tersebut tetap mendapatkan warisan dari suaminya tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Demikian pula, tentang perilaku tidak baik yang disengaja dilakukan suami kepada isterinya tanpa alasan yang benar dengan niatan agar isteinya tersebut minta cerai sehingga suami tersebut bisa mendapatkan harta ganti rugi dari isterinya, maka dalam keadaan seperti ini tidak diperbolehkan baginya untuk mengambil harta tersebut dari isterinya. Sebagaimana firman Allah :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:0.25in;text-align:justify;text-indent:-15.45pt;line-height:120%;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;line-height:120%;font-family:HQPB4;"></span><span style="line-height:120%;font-family:&quot;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><em><span style="font-family:&quot;">Dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepada mereka. </span></em><span style="font-family:&quot;">(QS. An Nisaa&#8217; : 19)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Termasuk juga dalam implementasi kaidah ini adalah tentang pendapat di kalangan madzhab Hambali bahwasannya orang yang memberikan hadiah kepada orang lain disebabkan karena malu atau takut darinya maka wajib bagi yang diberi hadiah untuk tidak menerima hadiah tersebut. <a name="_ftnref7" href="#_ftn7"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[7]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span><span> </span>Banyak hal yang menjadi cabang kaidah ini masuk pula dalam kaidah berperannya maksud dan niat terhadap amalan-amalan. Dan suatu hal semakin tercakup dalam kaidah yang berbeda-beda maka semakin menunjukkan kuatnya hukum berkaitan dengan hal tersebut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Oleh karena itu, sebagaimana tipu muslihat yang dilaksanakan sebagai wasilah untuk melaksanakan perkara yang haram atau meninggalkan kewajiban hukumnya adalah haram, maka muslihat yang dilaksanakan dalam rangka memperoleh sesuatu yang menjadi hak seseorang <span> </span>hukumnya diperbolehkan bahkan diperintahkan. Hal ini dikarenakan seorang hamba diperintahkan untuk mengambil sesuatu yang sudah menjadi haknya, dan hak-hak lain yang berkaitan dengannya, baik dengan cara yang terang-terangan atau tersembunyi. Hal ini sebagaimana firman Allah tatkala menyebutkan mulihat yang dilakukan Nabi Yusuf supaya saudaranya tetap tinggal bersamanya :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><em><span style="font-family:&quot;">Demikianlah kami atur untuk (mencapai maksud) Yusuf. </span></em><span style="font-family:&quot;">(QS. Yusuf : 76)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Semisal dengan hal itu pula adalah muslihat yang dilakukan dalam rangka memperoleh keselamatan jiwa dan harta benda. Sebagaimana yang dialkukan Nabi Khadhir dengan merusak perahu yang ia tumpangi supaya perahu tersebut tidak dirampas oleh raja yang zalim yang merampas setiap perahu bagus yang ia lihat. Oleh karena itu, hukum suatu muslihat mengikuti tujuan dilaksanakannya muslihat tersebut, apakah tujuannya baik ataukah tidak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Termasuk pula dalam kaidah ini adalah firman Allah :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;line-height:120%;font-family:HQPB4;"></span><span style="line-height:120%;font-family:&quot;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><em><span style="font-family:&quot;">Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, </span></em><span style="font-family:&quot;">(QS. An Nisaa&#8217; : 58).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><em><span> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Sedangkan yang dimaksud dengan amanat adalah segala sesuatu yang seseorang mendapatkan kepercayaan untuk mengurusinya, <span style="color:black;">berupa barang titipan</span>, mengurusi anak yatim, menjadi nadzir wakaf, dan semisalnya. Maka termasuk dalam upaya untuk mengembalikan apa yang menjadi amanatnya tersebut kepada pemiliknya adalah menjaga amanat tersebut dengan ditempatkan di tempat penyimpanan yang sesuai. Dan termasuk upaya menjaga amanat tersebut adalah mengurus apa yang diamanatkan dengan memberikan makanan dan sebaginya jika yang diamanatkan tersebut mempunyai ruh. Adapun yang termasuk upaya untuk menggunakan amanat tersebut adalah tidak teledor dan tidak berlebih-lebihan dalam menggunakannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Di antara cabang kaidah ini adalah bahwasannya Allah mengharamkan perbuatan-perbuatan keji, dan melarang mendekat kepada semua wasilah yang dikhawatirkan akan mengantarkan jatuh seseorang pada perkara yang diharamkan tersebut, seperti menyendiri dengan<span> </span>wanita yang bukan mahramnya, atau melihat kepada sesuatu yang diharamkan untuk dilaihat. Oleh karena itu Rasulullah bersabda ;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:120%;margin:0 0.25in 0.0001pt;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;line-height:120%;font-family:&quot;" lang="AR-SA">وَمَنْ وَقَعَ فيِ الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فيِ الْحَرَامِ ، كَالرَّاعِي يَرْعَى حَوْلَ الْحِمَى يُوْشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيْهِ ، أَلاَ وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمَى ، أَلاَ وَإِنَّ حِمَى اللهِ مَحَارِمُهُ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><em>Dan barangsiapa yang jatuh ke dalam perkara yang samar, maka ia telah jatuh ke dalam wilayah perkara yang haram. Seperti penggembala yang menggembala di sekitar daerah larangan, dikhawatirkan ia akan masuk ia ke daerah larangan itu. <span> </span>Ingatlah bahwa setiap raja memiliki daerah larangan dan daerah <span> </span>larangan Allah adalah apa-apa yang diharamkan-Ny</em><em><span>a. </span></em><span>(HR. Bukhari) <a name="_ftnref8" href="#_ftn8"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[8]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Termasuk cabang kaidah ini pula adalah adanya larangan dari mengerjakan sesuatu yang bisa menimbulkan permusuhan dan kebencian, seperti menjual untuk menandingi jualan seorang muslim yang lain, melakukan akad di atas akad muslim yang lain, melamar wanita atas lamaran saudaranya sesama muslim, atau mengajukan perwalian atas pengajuan muslim yang lain. Sebagaimana termasuk cabang kaidah ini pula adalah memberikan dorongan untuk komitmen dengan <span> </span>kejujuran, baik dalam perkatan maupun perbuatan sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Adapun perkara yang tidak masuk dalam kaidah ini adalah permasalahan nadzar. Hal ini <span> </span>dikarenakan suatu hikmah tertentu yang khusus pada permasalahan tersebut. Di mana, menunaikan nadzar ketaatan hukumnya adalah wajib, sedangkan mengikat nadzar hukumnya makruh padahal menunaikan nadzar tidaklah bisa dilaksanakan kecuali dengan mengikat nadzar. Oleh karena itu, Nabi memerintahkan untuk menunaikan nadzar <a name="_ftnref9" href="#_ftn9"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[9]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> dan melarang dari mengikat nadzar. Sebagaimana sabda beliau :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:0.25in;text-align:justify;text-indent:-15.45pt;line-height:120%;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:18pt;line-height:120%;font-family:&quot;" lang="AR-SA">إِنَّهُ لاَ يَأْتِي بِخَيْرٍ , وَإِنَّمَا يُسْتَخْرَجُ بِهِ مِنَ الْبَخِيْلِ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><em><span>Sesungguhnya nadzar itu tidaklah mendatangkan kebaikan, dan sesungguhnya nadzar itu dikeluarkan dari seorang yang bakhil. </span></em><span>(HR. Bukhari) <a name="_ftnref10" href="#_ftn10"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[10]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Hal ini dikarenakan mengikat nadzar mengurangi keikhlasan dalam amalan yang dinadzarkan tersebut, dan menyebabkan orang yang mengikat nadzar masuk kepada bala&#8217; berupa kesempitan sedangkan awalnya ia berada dalam kelapangan. Demikian pula, mengikat nadzar merupakan suatu bentuk memberatkan diri sendiri. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span>Dan termasuk pula dalam cabang kaidah ini adalah perbuatan seseorang yang telah mentalaq isterinya sebanyak tiga kali, kemudian ia berupaya untuk bisa menikahinya lagi dengan cara tahlil. Maka perbuatan ini haram untuk ia lakukan, bahkan ia terlaknat dikarenakan perbuatannya tersebut, dan perbuatan tahlilnya itu pun tidak menyebabkan bolehnya ia menikahi isteri yang telah ia talaq tiga kali tersebut. Hal ini dikarenakan nikah tahlil itu bukanlah nikah yang hakiki, dan hanya gembarannya seolah-olah termasuk pernikahan, sedangkan hakikatnya adalah adalah <span style="color:black;">perbuatan sia-sia semata.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="color:black;">Sebagaimana wasilah untuk melaksanakan suatu ibadah tertentu mempunyai hukum sesuai dengan ibadah yang dituju tersebut, maka hal-hal yang menyertai dan sebagai penyempurna suatu ibadah tertentu juga mengikuti hukumnya. Oleh karena itu, perginya seseorang untuk melaksanakan suatu ibadah adalah termasuk ibadah juga. Demikian pula, kembalinya seseorang dari melaksanakn ibadah tersebut menuju ke tempatnya semula juga termasuk ibadah. Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian shahabat: <em></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:0.25in;text-align:justify;text-indent:-15.45pt;line-height:120%;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;line-height:120%;font-family:&quot;color:black;" lang="AR-SA">إِنِّي لَأَحْتَسِبُ رُجُوْعِي إِلَى بَيْتِي مِنَ الصَّلاَةِ كَمَا أَحْتَسِبُ خُرُوْجِي مِنْهُ إِلَيْهَا</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><em><span style="color:black;">Sesungguhnya aku mengharap mendapatkan pahala dalam kepulanganku dari melaksanakan sholat sebagaimana aku mengharap dalam mendapatkan pahala dalam kepergianku untuk melaksanakan sholat. </span></em><a name="_ftnref11" href="#_ftn11"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="color:black;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;">[11]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="color:black;"><span> Wabillahi taufiq. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;" dir="rtl"><span style="font-family:&quot;" lang="AR-SA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;" dir="rtl"><span style="font-family:&quot;" lang="AR-SA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;" dir="rtl"><span style="font-family:&quot;" lang="AR-SA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;" dir="rtl"><span style="font-family:&quot;" lang="AR-SA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;" dir="rtl"><span style="font-family:&quot;" lang="AR-SA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;" dir="rtl"><span style="font-family:&quot;" lang="AR-SA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;" dir="rtl"><span style="font-family:&quot;" lang="AR-SA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;" dir="rtl"><span style="font-family:&quot;" lang="AR-SA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;" dir="rtl"><span style="font-family:&quot;" lang="AR-SA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span lang="AR-SA"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;line-height:120%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span></p>
<div><!--[if !supportFootnotes]--></p>
<hr size="1" /><!--[endif]--></p>
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span dir="rtl"> </span>HR. Muslim dalam Kitab Adz Dzikr wa Ad Du&#8217;aa&#8217;, Bab Fadhl Al Ijtima&#8217; &#8216;ala Tilawatil Qur&#8217;an No. 2699 dari Abu Hurairah -radhiyallahu &#8216;anhu- dan lafaznya adalah :</p>
<p class="MsoFootnoteText" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ بِهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ</span></strong></p>
</div>
<div id="ftn2">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><a name="_ftn2" href="#_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span dir="rtl"> </span>Di antara hadits yang menunjukkan hal tersebut adalah hadits dari Abu Hurairah –radhiyallahu &#8216;anhu- bahwasannya ia berkata : <em>Shalat seseorang dengan berjama&#8217;ah akan dilipatgandakan pahalanya melebihi sholat yang ia kerjakan di rumahnya, dan yang ia kerjakan di pasar, dilipatgandakan menjadi dua puluh kali lipat. Yang demikian itu dikarenakan apabila ia berwudhu dan memperbaiki wudhunya kemudian pergi ke masjid, tidak ada yang mendorongnya pergi kecuali untuk melaksanakan shoal, maka tidaklah ia melangkahkan kakinya satu langkah pun kecuali diangkat baginya satu derajat dan<span> </span>dan dihapus darinya satu kesalahan</em>. (HR. Bukhari dan ini adalah lafaz beliau dalam Kitab Al Adzan Bab Fadhlu Sholat Al jama&#8217;ah No. 647, dan Muslim dalam Kitab Al Masajid Bab Fadhlu Sholat Al Jama&#8217;ah No. 649)</p>
</div>
<div id="ftn3">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><a name="_ftn3" href="#_ftnref3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span dir="rtl"> </span><span> </span>Ini adalah perkataan Al Hasan dan Qatadah (Tafsir Ibnu Katsir 3/565)</p>
</div>
<div id="ftn4">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><a name="_ftn4" href="#_ftnref4"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span dir="rtl"> </span><span> </span>Al Mughni 1/314</p>
</div>
<div id="ftn5">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><a name="_ftn5" href="#_ftnref5"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[5]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span dir="rtl"> </span><span> </span>Di antara contoh mengubah akad hutang adalah jika seseorang mempunyai piutang kepada orang lain dengan jangka waktu tertentu, lalu sampailah batas akhir waktu pembayaran hutang tersebut, sedangkan orang yang menghutangi tersebut mempunyai rekan yang bersedia untuk memberikan pinjaman kepada orang yang berhutang untuk melunasu hutangnya, maka kembalilah kewajiban membayar hutang itu kepada orang yang berhutang untuk kedua kalinya. Contoh kasus yang lain adalah jika seseorang mempunyai piutang kepada orang lain dengan jangka waktu tertentu. Dan ketika telah jatuh tempo pembayaran hutang tersebut orang yang berhutang tidak memiliki harta untuk mengembalikan hutangnya. Lalu orang yang menghutangi berkata : Aku berikan pinjaman kepadamu kemudian bayarlah hutangmu yang dahulu kepadaku, lalu dilaksanakanlah hal itu. (Al Mudayanah karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin hal 17 dan<span> </span>1 <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> </p>
</div>
<div id="ftn6">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><a name="_ftn6" href="#_ftnref6"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[6]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span dir="rtl"> </span><span> </span>Yang dimaksud dengan &#8216;inah adalah jika seseorang menjual suatu barang secara kredit kepada orang lain dengan harga tertentu kemudian membelinya kembali secara tunai dengan harga yang lebih murah. Jual beli ini dinamakan dengan &#8216;inah dikarenakan orang yang membeli barang secara kredit tersebut mendapatkan gantinya secara &#8216;ain, yaitu secara tunai ketika itu juga. Atau, bias dikatakan &#8216;inah dikarenakan orang yang menjual barang tesebut membeli &#8216;ain (barang) yang ia jual tersebut (Fathul &#8216;Aziz ma&#8217;a Al Majmu&#8217; 8/231, Syarah Al Muntaha 2/158, dan Al Mishbah 2/441)<span> </span></p>
</div>
<div id="ftn7">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><a name="_ftn7" href="#_ftnref7"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[7]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span dir="rtl"> </span><span> </span>Al Muntaha 2/23</p>
</div>
<div id="ftn8">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><a name="_ftn8" href="#_ftnref8"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[8]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span dir="rtl"> </span><span> </span>HR. Bukhari dalam Kitab Al Iman Bab Fadhlu Man Istabra-a li Dinihi No. 52, dan Muslim dalam Kitab Al Musaqaah Bab Akhdzil Halal wa Tarkis Syubuhat No. 1599 dari Nu&#8217;man bin Basyir -radhiyallahu &#8216;anhu-.</p>
</div>
<div id="ftn9">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><a name="_ftn9" href="#_ftnref9"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[9]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span dir="rtl"> </span>Berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Aisyah -radhiyallahu &#8216;anha-, bahwasannya Nabi bersabda : <em>Barangsiapa yang bernadzar untuk mentaati Allah maka hendaklah ia mentaati-Nya, dan barangsiapa yang bernadzar untuk bermaksiat kepada-Nya maka janganlah ia bermaksiat kepada-Nya.</em> (HR. Bukhari dalam Kitabul Iman wan Nudzurr, Bab An Nadzr fit Tha&#8217;ah No. 6696)</p>
</div>
<div id="ftn10">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><a name="_ftn10" href="#_ftnref10"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[10]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span dir="rtl"> </span><span> </span>HR. Bukhari dari Ibnu Umar -radhiyallahu &#8216;anhuma-, : Sesungguhnya Nabi melarang dari nadzar, dan beliau bersabda : Sesungguhnya <em>nadzar itu tidaklah mendatangkan kebaikan, dan nadzar itu hanyalah dikeluarkan dari orang yang bakhil.</em> (HR. Bukhari dalam Kitab Al Iman wan Nudzur, bab Al Wafa&#8217; bin Nudzur No. 6693, dan Muslim dalam Kitab An Nadzr<span> </span>Bab An Nahyu &#8216;Anin Nadzr No. 1639.</p>
</div>
<div id="ftn11">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><a name="_ftn11" href="#_ftnref11"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[11]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span dir="rtl"> </span>Diriwayatkan dari Ubai bin Ka&#8217;ab -radhiyallahu &#8216;anhu- bahwasannya ia berkata : <em>Dahulu ada seseorang dari kalangan anshar yang tidak aku ketahui ada seorang pun yang lebih jauh rumahnya dari orang tersebut. Dan ia tidak pernah tertinggal dari melaksanakan shalat berjama&#8217;ah. Dikatakan kepadanya : Bukankah <span> </span>lebih baik jika engkau membeli seekor keledai yang bisa engkau kendarai ketika gelap maupun ketika terang ? Maka ia menjawab : Aku tidak senang<span> </span>jika rumahku berada di samping masjid, sesungguhnya aku ingin agar perjalananku menuju ke masjid dicatat sebagai pahala bagiku, demikian pula perjalanan pulangku kembali ke keluargaku. Maka Rasulullah bersabda : Sesungguhnya Allah telah mengumpulkan apa yang kau inginkan itu untukmu.</em> (HR. Muslim dalam Kitab Al Masajid, Bab Katsratul Khutha ilal masajid No. 663)</p>
</div>
</div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ustadzkholid.wordpress.com/91/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ustadzkholid.wordpress.com/91/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ustadzkholid.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ustadzkholid.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ustadzkholid.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ustadzkholid.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ustadzkholid.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ustadzkholid.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ustadzkholid.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ustadzkholid.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ustadzkholid.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ustadzkholid.wordpress.com/91/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ustadzkholid.wordpress.com&blog=1599601&post=91&subd=ustadzkholid&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/07/29/wasilah-dihukumi-sesuai-dengan-tujuannya/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Syarat Kewajiban Dan Cara Mengeluarkan Zakat</title>
		<link>http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/07/08/syarat-kewajiban-dan-cara-mengeluarkan-zakat/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/07/08/syarat-kewajiban-dan-cara-mengeluarkan-zakat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 07:38:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ustadzkholid</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.wordpress.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[

Pengantar
Salah satu rukun islam yang harus diamalkan seorang muslim adalah menunaikan zakat. Keyakinan ini didasari perintah Allah l dalam Al Quran dan Sunnah. Bahkan hal ini sudah menjadi consensus (Ijma’) yang tidak boleh dilanggar.
 
 Adapun dalil AlQur’an, diantaranya firman Allah l :
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا 
 “Ambillah zakat dari sebagian harta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoBodyText2"><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p class="MsoBodyText2"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"></span><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA"></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent"><strong><span>Pengantar</span></strong></p>
<p class="MsoBodyTextIndent"><span>Salah satu rukun islam yang harus diamalkan seorang muslim adalah menunaikan zakat. Keyakinan ini didasari perintah Allah l dalam Al Quran dan Sunnah. Bahkan hal ini sudah menjadi consensus (Ijma’) yang tidak boleh dilanggar.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent"><span> </span><span id="more-89"></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent"><span><span> </span>Adapun dalil AlQur’an, diantaranya firman Allah l :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا </span></strong><span style="font-size:10pt;" dir="ltr"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;"><span> </span>“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Dengan zakat itu, kamu membersihkan dan mensucikan mereka.”</span></em><span style="font-size:10pt;"> (At-Taubah:103) dan firmanNya:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">وَأَقِيمُوا الصَّلاَةَ وَءَاتُوا الزَّكَاةَ </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><em><span style="font-size:10pt;">“Dan tegakkanlah solat dan tunaikanlah zakat.” </span></em><span style="font-size:10pt;">(Al-Baqarah:110).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;"><span style="font-size:10pt;">Kemudian dalil dari Sunnah adalah hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhariy dan Muslim dari Ibnu Abbas bahwa beliau berkata, </span></p>
<h1 style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ بَعَثَ ِمُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ إِلَى الْيَمَنِ قَالَ إِنَّكَ سَتَأْتِي قَوْمًا أَهْلَ كِتَابٍ فَإِذَا جِئْتَهُمْ فَادْعُهُمْ إِلَى أَنْ يَشْهَدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لَكَ بِذَلِكَ فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ فَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لَكَ بِذَلِكَ فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ فَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةً تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ فَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لَكَ بِذَلِكَ فَإِيَّاكَ وَكَرَائِمَ أَمْوَالِهِمْ وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ</span><span dir="ltr"></span></h1>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;"><span> </span>“Sesungguhnya Rasulullah n ketika mengutus Muadz ke Yaman berkata, ‘Sesungguhnya engkau akan mendatangi satu kaum dari Ahli Kitab. Karena itu, jika kamu menjumpai mereka, serulah mereka kepada syahadat tiada yang berhak disembah dengan haq kecuali </span></em><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA">الله</span></strong><em><span style="font-size:10pt;"><span> </span>dan Muhammad adalah utusan </span></em><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA">الله</span></strong><em><span style="font-size:10pt;">. Jika mereka mentaati engkau dalam hal itu, maka ajarilah mereka bahwa </span></em><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA">الله</span></strong><em><span style="font-size:10pt;"> telah mewajibkan atas mereka solat lima waktu dalam sehari semalam. Jika mereka telah mentaatimu dalam hal tersebut, maka ajarilah mereka bahwa </span></em><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA">الله</span></strong><em><span style="font-size:10pt;"> telah mewajibkan atas mereka sedakah atas harta<span> </span>mereka, yang diambil dari orang-orang kaya mereka dan dibagi-bagikan kepada para faqir miskin dari mereka. Jika mereka telah mentaatimu dalam hal tersebut, maka berhati-hatilah terhadap harta-harta kesayangan mereka dan bertakwalah dari doa-doa orang yang dizalimi karena tidak ada penghalang darinya dengan </span></em><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA">الله </span></strong><em><span style="font-size:10pt;"><span> </span>.”<a name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[1]</span></strong></span><!--[endif]--></span></span></a></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;"><span style="font-size:10pt;">Sedangkan dari Ijma’, telah bersepakat kaum muslimin atas kewajibannya sebagaimana telah dinukilkan hal tersebut oleh Ibnu Qudamah<a name="_ftnref2" href="#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> dan Ibnu Rusyd<a name="_ftnref3" href="#_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Kewajiban ini tentunya memiliki syarat dan cara yang harus diperhatikan penunainya, sehingga dapat menunaikan kewajibannya dengan benar dan tepat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;">Syarat Kewajiban Mengeluarkan Zakat.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;"><span style="font-size:10pt;">Syarat-syarat kewajiban mengeluarkan zakat adalah sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:-21.3pt;"><strong><span style="font-size:10pt;">1. <span> </span>Islam. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Islam menjadi syarat kewajiban zakat dengan dalil hadits Ibnu Abbas diatas, Hadits ini mengemukakan kewajiban zakat setelah mereka menerima dua kalimat syahadat dan kewajiban sholat. Hal ini tentunya menunjukkan<span> </span>orang yang belum menerima aslam tidak berkewajiban mengeluarkan zakat. <a name="_ftnref4" href="#_ftn4"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:10pt;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:10pt;">Merdeka.</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;"><span> </span>Tidak diwajibkan zakat pada budak sahaya (orang yang tidak merdeka) pada harta yang dimilikinya, karena kepemilikannya tidak sempurna. Demikian juga budak yang sedang dalam perjanjian pembebasan ( Al Mukaatib) tidak diwajibkan menunaikan zakat dari hartanya, karena berhubungan dengan kebutuhan membebaskan dirinya dari perbudakan. Kebutuhannya ini lebih mendesak dari orang merdeka yang bangkrut (ghorim), sehingga sangat pantas sekali tidak diwajibkan.<a name="_ftnref5" href="#_ftn5"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[5]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:-21pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:10pt;"><span>3<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:10pt;">Berakal dan baligh. </span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Dalam hal ini masih diperselisihkan,<span> </span>dan itu ada dalam permasalahan zakat harta anak kecil dan orang gila. Yang rojih anak kecil dan orang gila tidak diwajibkan mengeluarkan zakat, namun diwajibkan kepada wali yang mengelola hartanya untuk mengeluarkan zakatnya, karena kewajiban zakat berhubungan dengan hartanya.<a name="_ftnref6" href="#_ftn6"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[6]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:10pt;"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:10pt;">Memiliki nishab.</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Makna nishab disini adalah ukuran atau batas terendah yang telah ditetapkan oleh Syari (agama) untuk dijadikan sebagai batas kewajiban mengeluarkan zakat bagi yang memiliknya kalau telah sampai pada ukuran tersebut.<a name="_ftnref7" href="#_ftn7"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[7]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Orang yang telah memiliki nishab atau lebih diwajibkan mengeluarkan zakat dengan dasar firman Allah Ta’ala:</span></p>
<h2><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">وَيَسْئَلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ قُلِ الْعَفْوَ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللهُ لَكُمُ اْلأَيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ</span></strong><span style="font-size:10pt;" dir="ltr"></span></h2>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><em><span style="font-family:&quot;">Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah:&#8221;Yang lebih dari keperluan&#8221;. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepadamu supaya kamu berfikir, (QS. 2:219).</span></em><span style="font-family:&quot;"> Makna Al Afwu adalah harta yang telah melebihi kebutuhan. Oleh karena itulah Islam menetapkan nishob sebagai ukuran kekayaan seseorang.<a name="_ftnref8" href="#_ftn8"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[8]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;">4.1. Syarat-syarat Nishob.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Adapun syarat-syarat nishab adalah sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:42.55pt;text-align:justify;text-indent:-21.3pt;"><span style="font-size:10pt;">a.<span> </span>Harta tersebut di luar kebutuhan yang harus dipenuhi oleh seseorang seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, kendaraan, dan alat yang dipergunakan untuk mata pencaharian.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:42.55pt;text-align:justify;text-indent:-21.3pt;"><span style="font-size:10pt;">b.<span> </span>Telah berlalu harta tersebut satu tahun (haul) dihitung dari hari pemilikan nishab<a name="_ftnref9" href="#_ftn9"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[9]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> dengan dalil hadits Rasulullah n:</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:35.45pt;text-align:justify;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">لاَ زَكَاةَ فِيْ مَالٍ حَتَّى يَحُوْلَ عَلَيْهِ الْحَوْلُ</span></strong><span dir="ltr"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:49.65pt;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;">“Tidak ada zakat atas harta, kecuali yang telah melampaui satu haul (satu tahun).”<a name="_ftnref10" href="#_ftn10"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[10]</span></strong></span><!--[endif]--></span></span></a> </span></em><span style="font-size:10pt;">Dikecualikan dari hal ini zakat pertanian dan buah-buahan yang diambil ketika panen dan zakat harta karun yang diambil ketika menemukannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Misalnya: jika seorang muslim memiliki 35 ekor kambing, maka dia tidak diwajibkan berzakat karena nishab bagi kambing itu 40 ekor. Kemudian jika kambing-kambing tersebut berkembang biak sehingga mencapai 40 ekor, maka kita mulai menghitung satu tahun setelah sempurna nishab tersebut. <a name="_ftnref11" href="#_ftn11"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[11]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-21.25pt;margin:9pt 0 4pt 21.25pt;"><strong><span style="font-size:10pt;">4.2. Nishab, Ukuran Dan Cara Mengeluarkan zakatnya.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-21.25pt;margin:9pt 0 4pt 21.25pt;"><strong><span style="font-size:10pt;">4.2.1. Nishob emas dan ukuran zakatnya.</span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Adapun nishab emas adalah 20 dinar. Dinar yang dimaksud disini adalah dinar islami. Ukuran satu dinar setara dengan 4,25 gram emas, sehingga 20 dinar itu setara dengan 85 gram emas murni. Inilah yang telah ditetapkan oleh Syekh Muhammad Al Utsaimin<a name="_ftnref12" href="#_ftn12"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[12]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> dan<span> </span>Yusuf qordhowi<a name="_ftnref13" href="#_ftn13"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[13]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Dalil nishab ini adalah hadits Ali bin Abi tholib</span><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" dir="rtl"> </span></strong><span>,beliau berkata: Sesungguhnya Rasululloh n bersabda:</span><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA"></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA">وَلَيْسَ عَلَيْكَ شَيْءٌ يَعْنِي فِي الذَّهَبِ حَتَّى يَكُونَ لَكَ عِشْرُونَ دِينَارًا فَإِذَا كَانَ لَكَ عِشْرُونَ دِينَارًا وَحَالَ عَلَيْهَا الْحَوْلُ</span></strong><span lang="AR-SA"> </span><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA">فَفِيهَا نِصْفُ دِينَارٍ فَمَا زَادَ فَبِحِسَابِ ذَلِكَ وَلَيْسَ فِي مَالٍ زَكَاةٌ حَتَّى يَحُولَ </span></strong><em><span>Sesungguhnya Nabi n bersabda : Tidak ada kewajiban atas kamu sesuatupun - yaitu dalam emas- sampai memilki 20 dinar, jika telah memiliki 20 dinar dan telah berlalu satu haul,<span> </span>maka terdapat padanya (zakat) 1/2 dinar, selebihnya dihitung sesuai dengan hal itu, dan tidak ada diharta zakat<span> </span>kecuali setelah satu haul.<a name="_ftnref14" href="#_ftn14"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[14]</span></strong></span><!--[endif]--></span></span></a></span></em><span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Kemudian diambil dari nishab tersebut 2,5 % atau 1/40. Dan kalau lebih dari nishab dan belum sampai pada ukuran kelipatannya maka diambil dan diikutkan dengan nishab yang awal menurut pendapat yang rojih.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Misalnya : seseorang memiliki 87 gram emas yang disimpan<span> </span>maka jika telah sampai haulnya maka wajib atasnya untuk mengeluarkan zakatnya<span> </span>87/40 = 2,175 gram atau uang seharga tersebut.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-21.25pt;margin:9pt 0 4pt 21.25pt;"><strong><span style="font-size:10pt;">4.2.2. Nishab perak dan ukuran zakatnya.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;"><span style="font-size:10pt;">Adapun nishob perak adalah 200 dirham yang setara dengan 595 gram,sebagaimana hitungan Syiekh Muhammad Sholeh Al Utsaimin dalam Syarhul Mumti’(6/104) dan diambil darinya 2,5% dengan perhitungan sama dengan emas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-21.25pt;margin:9pt 0 3pt 21.25pt;"><strong><span style="font-size:10pt;">4.2.3. Nishob zakat binatang ternak dan ukuran zakatnya.</span></strong></p>
<p class="MsoBodyText3"><span>Adapun syarat wajib zakat pada binatang ternak sama dengan diatas dan ditambah satu syarat yaitu binatangnya digembalakan dipadang rumput yang mubah pada kebanyakan waktunya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.25pt;text-indent:-21.25pt;"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA">وَفِي صَدَقَةِ الْغَنَمِ فِي سَائِمَتِهَا إِذَا كَانَتْ أَرْبَعِينَ إِلَى عِشْرِينَ وَمِائَةٍ شَاةٌ&#8230;..</span></strong><span style="font-size:10pt;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;">Dan dalam zakat kambing yang digembalakan diluar: kalau sampai 40 ekor sampai 120 ekor …<a name="_ftnref15" href="#_ftn15"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[15]</span></strong></span><!--[endif]--></span></span></a></span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Sedangkan ukuran nishob dan yang dikeluarkan adalah sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.25pt;text-indent:-21.25pt;"><span style="font-size:10pt;">1.<span> </span>Onta.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:21.3pt;"><span style="font-size:10pt;">Adapun nishob onta adalah 5 ekor,dan perhitungannya adalah sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:21.3pt;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<table class="MsoNormalTable" style="border:medium none;margin-left:33.5pt;border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:163.3pt;padding:0 5.4pt;" width="218" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:6pt 0;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">Jumlah   Onta </span></strong></p>
</td>
<td style="width:258.6pt;border:1pt 1pt 1pt medium solid solid solid none windowtext windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="345" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:6pt 0;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">Jumlah   yang dikeluarkan.</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.3pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="218" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">5-9   ekor </span></strong></p>
</td>
<td style="width:258.6pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="345" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;"><span> </span>seekor kambing</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.3pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="218" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">10-14   ekor</span></strong></p>
</td>
<td style="width:258.6pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="345" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">dua   ekor kambing</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.3pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="218" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">15-19   ekor</span></strong></p>
</td>
<td style="width:258.6pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="345" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">3   ekor kambing</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.3pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="218" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">20-24   ekor<span> </span></span></strong></p>
</td>
<td style="width:258.6pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="345" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">4   ekor kambing</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.3pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="218" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">25   ekor - 35 ekor</span></strong></p>
</td>
<td style="width:258.6pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="345" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">seekor   bintu makhod</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.3pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="218" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">36<span> </span>ekor - 45 ekor</span></strong></p>
</td>
<td style="width:258.6pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="345" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">Seekor   Bintu labun</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.3pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="218" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;"><span> </span>46 ekor - 60 ekor</span></strong></p>
</td>
<td style="width:258.6pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="345" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">seekor   hiqqah</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.3pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.35pt;" width="218" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;"><span> </span>61 ekor - 75 ekor</span></strong></p>
</td>
<td style="width:258.6pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.35pt;" width="345" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">seekor   jaz’Allah</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.05pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.35pt;" width="217" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">76   ekor - 90<span> </span>ekor</span></strong></p>
</td>
<td style="width:258.6pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.35pt;" width="345" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;"><span> </span>2 ekor bintu labun</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.05pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="217" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">91   ekor - 120 ekor</span></strong></p>
</td>
<td style="width:258.6pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="345" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;"><span> </span>2 ekor hiqqah</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.05pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="217" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">121   ekor </span></strong></p>
</td>
<td style="width:258.6pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="345" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;"><span> </span>3ekor bintu labun</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.05pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="217" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">130   ekor </span></strong></p>
</td>
<td style="width:258.6pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="345" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;"><span> </span>seekor hiqqah dan 2 ekor binta labun</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.05pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="217" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">140   ekor </span></strong></p>
</td>
<td style="width:258.6pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="345" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;"><span> </span>2ekor hiqqah dan<span> </span>2 ekor bintu labun</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.05pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="217" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">150   ekor </span></strong></p>
</td>
<td style="width:258.6pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="345" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;"><span> </span>3 ekor hiqqah</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.05pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="217" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">160   ekor </span></strong></p>
</td>
<td style="width:258.6pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="345" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;"><span> </span>4 ekor bintu labun</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.05pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="217" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">170   ekor </span></strong></p>
</td>
<td style="width:258.6pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="345" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;"><span> </span>seekor hiqqah dan 3 ekor bintu labun</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.05pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="217" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">180   ekor </span></strong></p>
</td>
<td style="width:258.6pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="345" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;"><span> </span>2 ekor hiqqah dan 2 ekor bintu labun</span></strong></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Keterangan Tabel: </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">1. Bintu Makhod adalah onta yang telah berusia satu tahun.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">2. Bintu Labun adalah onta yang berusia dua tahun.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">3. Hiqqah adalah onta yang telah berusia tiga tahun</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">4. Jad’ah adalah onta yang berusia empat tahun.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.3pt;text-indent:-21.3pt;"><span style="font-size:10pt;">2.<span> </span>Sapi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:21.3pt;"><span style="font-size:10pt;">Nishob sapi adalah 30 ekor, apabila kurang dari 30 ekor tidak ada zakatnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Cara penghitungan :</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<table class="MsoNormalTable" style="border:medium none;margin-left:33.75pt;border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="width:163.05pt;border:1pt 1pt medium solid solid none windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="217" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.7pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">Jumlah Sapi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.7pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
</td>
<td style="width:231.6pt;border:1pt 1pt medium medium solid solid none none windowtext windowtext 0 0;padding:0 5.4pt;" width="309" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">Jumlah yang di keluarkan</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.05pt;border:1pt medium 1pt 1pt solid none solid solid windowtext 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="217" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.7pt;text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">30-39   ekor </span></strong></p>
</td>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:231.6pt;padding:0 5.4pt;" width="309" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">seekor   tabi’ atau tabi’ah</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.05pt;border:medium medium 1pt 1pt none none solid solid 0 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="217" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.7pt;text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">40-59   ekor</span></strong></p>
</td>
<td style="width:231.6pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="309" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">seekor   Musinah</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.05pt;border:medium medium 1pt 1pt none none solid solid 0 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="217" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.7pt;text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">60   ekor </span></strong></p>
</td>
<td style="width:231.6pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="309" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">2   ekor tabi’ atau 2 ekor tabi’ah</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.05pt;border:medium medium 1pt 1pt none none solid solid 0 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="217" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">70   ekor </span></strong></p>
</td>
<td style="width:231.6pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="309" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">seekor   tabi’ dan seekor musinah</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.05pt;border:medium medium 1pt 1pt none none solid solid 0 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="217" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">80   ekor </span></strong></p>
</td>
<td style="width:231.6pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="309" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">2   ekor Musinnah</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.05pt;border:medium medium medium 1pt none none none solid 0 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="217" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">90   ekor</span></strong></p>
</td>
<td style="width:231.6pt;border:medium 1pt none solid 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="309" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">3   ekor tabi’</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:163.05pt;padding:0 5.4pt;" width="217" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">100   ekor </span></strong></p>
</td>
<td style="width:231.6pt;border:1pt 1pt 1pt medium solid solid solid none windowtext windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="309" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">2   ekor tabi’ dan seekor musinnah.</span></strong></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Keterangan tabel: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.3pt;text-indent:-21.3pt;"><span style="font-size:10pt;">#.<span> </span>Tabi’ dan tabi’ah<span> </span>adalah<span> </span>sapi jantan dan betina yang berusia setahun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.3pt;text-indent:-21.3pt;"><span style="font-size:10pt;">#.<span> </span>Musinnah adalah sapi betina yang berusia dua tahun.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">#. Setiap 30 ekor sapi zakatnya seekor Tabi’ dan setiap a40 ekor sapi zakatnya seekor musinnah.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.3pt;text-indent:-21.3pt;"><span style="font-size:10pt;">3.<span> </span>Kambing.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:21.3pt;"><span style="font-size:10pt;">Nishob kambing adalah 40 ekor,dan perhitungannya adalah sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<table class="MsoNormalTable" style="border:medium none;margin-left:33.75pt;border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:163.05pt;padding:0 5.4pt;" width="217" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">Jumlah kambing</span></p>
</td>
<td style="width:295.95pt;border:1pt 1pt 1pt medium solid solid solid none windowtext windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="395" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">Jumlah yang dikeluarkan </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.05pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="217" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">40   ekor </span></strong></p>
</td>
<td style="width:295.95pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="395" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">seekor   kambing</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.05pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="217" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">120   ekor</span></strong></p>
</td>
<td style="width:295.95pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="395" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">2   ekor kambing.</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.05pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="217" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">201   - 300 ekor</span></strong></p>
</td>
<td style="width:295.95pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="395" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">3   ekor kambing.</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:163.05pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="217" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">Lebih   dari 300 ekor</span></strong></p>
</td>
<td style="width:295.95pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="395" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">Setiap   seratus satu ekor kambing.</span></strong></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Dalil perhitungan nishob zakat binatang ternak adalah :</span></p>
<h3><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ</span></strong></h3>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">هَذِهِ فَرِيضَةُ الصَّدَقَةِ الَّتِي فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الْمُسْلِمِينَ وَالَّتِي أَمَرَ اللَّهُ بِهَا رَسُولَهُ فَمَنْ سُئِلَهَا مِنْ الْمُسْلِمِينَ عَلَى وَجْهِهَا فَلْيُعْطِهَا وَمَنْ سُئِلَ فَوْقَهَا فَلَا يُعْطِ فِي أَرْبَعٍ وَعِشْرِينَ مِنْ الْإِبِلِ فَمَا دُونَهَا مِنْ الْغَنَمِ مِنْ كُلِّ خَمْسٍ شَاةٌ إِذَا بَلَغَتْ خَمْسًا وَعِشْرِينَ إِلَى خَمْسٍ وَثَلَاثِينَ فَفِيهَا بِنْتُ مَخَاضٍ أُنْثَى فَإِذَا بَلَغَتْ سِتًّا وَثَلَاثِينَ إِلَى خَمْسٍ وَأَرْبَعِينَ فَفِيهَا بِنْتُ لَبُونٍ أُنْثَى فَإِذَا بَلَغَتْ سِتًّا وَأَرْبَعِينَ إِلَى سِتِّينَ فَفِيهَا حِقَّةٌ طَرُوقَةُ الْجَمَلِ فَإِذَا بَلَغَتْ وَاحِدَةً وَسِتِّينَ إِلَى خَمْسٍ وَسَبْعِينَ فَفِيهَا جَذَعَةٌ فَإِذَا بَلَغَتْ يَعْنِي سِتًّا وَسَبْعِينَ إِلَى تِسْعِينَ فَفِيهَا بِنْتَا لَبُونٍ فَإِذَا بَلَغَتْ إِحْدَى وَتِسْعِينَ إِلَى عِشْرِينَ وَمِائَةٍ فَفِيهَا حِقَّتَانِ طَرُوقَتَا الْجَمَلِ فَإِذَا زَادَتْ عَلَى عِشْرِينَ وَمِائَةٍ فَفِي كُلِّ أَرْبَعِينَ بِنْتُ لَبُونٍ وَفِي كُلِّ خَمْسِينَ حِقَّةٌ وَمَنْ لَمْ يَكُنْ مَعَهُ إِلَّا أَرْبَعٌ مِنْ الْإِبِلِ فَلَيْسَ فِيهَا صَدَقَةٌ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ رَبُّهَا فَإِذَا بَلَغَتْ خَمْسًا مِنْ الْإِبِلِ فَفِيهَا شَاةٌ وَفِي صَدَقَةِ الْغَنَمِ فِي سَائِمَتِهَا إِذَا كَانَتْ أَرْبَعِينَ إِلَى عِشْرِينَ وَمِائَةٍ شَاةٌ فَإِذَا زَادَتْ عَلَى عِشْرِينَ وَمِائَةٍ إِلَى مِائَتَيْنِ شَاتَانِ فَإِذَا زَادَتْ عَلَى مِائَتَيْنِ إِلَى ثَلَاثِ مِائَةٍ فَفِيهَا ثَلَاثُ شِيَاهٍ فَإِذَا زَادَتْ عَلَى ثَلَاثِ مِائَةٍ</span></strong><span style="font-size:10pt;" dir="ltr" lang="AR-SA"> </span><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">فَفِي كُلِّ مِائَةٍ شَاةٌ فَإِذَا كَانَتْ سَائِمَةُ الرَّجُلِ نَاقِصَةً مِنْ أَرْبَعِينَ شَاةً وَاحِدَةً فَلَيْسَ فِيهَا صَدَقَةٌ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ رَبُّهَا وَفِي الرِّقَّةِ رُبْعُ الْعُشْرِ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ إِلَّا تِسْعِينَ وَمِائَةً فَلَيْسَ فِيهَا شَيْءٌ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ رَبُّهَا</span></strong><span style="font-size:10pt;" dir="ltr"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;">Ini adalah kewajiban zakat yang diperintahkan Rasululloh n atas kaum muslimin dan yang diperintahkan Allah I dengannya Rasul-Nya: Dalam setiap 24 ekor onta dan yang kurang dari itu (zakatnya) kambing: pada setiap 5 ekor satu kambing. Kalau telah sampai 25 ekor sampai 35 ekor maka ada (zakat) Binti makhod (onta perempuan yang berusia setahun),<span> </span>jika tidak ada boleh dengan ibnu Labun (onta laki-laki yang berusia dua tahun).Jika sampai 36 sampai 45 ekor,terdapat terdapat padanya<span> </span>Binti Labun (onta perempuan berusia dua tahun),kalau sampai 46 sampai 60 ekor terdapat Hiqqah (onta perempauan yang telah sempurna berusia 3 tahun) yang siap dihamili oleh onta laki-laki.kalau sampai 61 sampai 75 terdapat jidz’ah(onta yang telah berusia 4 tahun) ,kalau sampai<span> </span>76 sampai 90 ekor terdapat 2 Bintu Labun. Kalau sampai 91 sampai 120 ekor terdapat 2 Hiqqah.kalau sampai lebih dar 120,maka setiap 40 ekor ada Bntu Labin dan setiap 50 hiqqah.dan barang siapa yang memiliki kurang dari 4 ekor onta mak tidak ada zakatnya kecuali kalau pemiliknya menghendaki. Dan dalam zakat kambing yang digembalakan diluar: kalau sampai 40 ekor sampai 120 ekor ada seekor kambing dan jika lebih dari 120 sampai 200 ekor ,ada 2 ekor,jika lebih dari 200 sampai 300 ekor,ada 3 ekor dan kalau lebih dari 300 ekor,maka setiap 100 ekor ada seekor kambing, jika gembalaan seseorang kurang dari 40, seekor saja maka tidak terdapat zakat kecuali bila pemiliknya menghendakinya</span></em><span style="font-size:10pt;">. <a name="_ftnref16" href="#_ftn16"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[16]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-21.25pt;margin:9pt 0 3pt 21.25pt;"><strong><span style="font-size:10pt;">4.2.3. Nishob zakat hasil pertanian dan buah-buahan dan ukuran zakatnya.</span></strong></p>
<p class="MsoBodyText3" style="margin:0 0 0.0001pt;"><span>Zakat hasil pertanian dan buah-buahan disyariatkan dalam islam dengan dasar firman Allah l :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">وَهُوَ الَّذِي أَنشَأَ جَنَّاتٍ مَّعْرُوشَاتٍ وَغَيْرَ مَعْرُوشَاتٍ وَالنَّخْلَ وَالزَّرْعَ مُخْتَلِفًا أُكُلُهُ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُتَشَابِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ كُلُوا مِنْ ثَمَرِهِ إِذَآأَثْمَرَ وَءَاتُوا حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ وَلاَتُسْرِفُوا إِنَّهُ لاَيُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ</span></strong><span style="font-size:10pt;" dir="ltr"></span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><em><span style="font-family:&quot;">Dan dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya), dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermaca-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya dihari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (Surat Al An’am :141)</span></em></p>
<p class="MsoBodyText3" style="margin:0 0 0.0001pt;"><span>Sedangkan nishobnya adalah 5 Wasaq, berdasarkan sabda Rasululloh n :</span></p>
<h4><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">لَيْسَ فِيْمَا دُوْنَ خَمْسَةِ أَوْسُقِ صَدَقَةٌ</span></strong></h4>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;">Tidak ada dibawah lima Wasaq zakat.<a name="_ftnref17" href="#_ftn17"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[17]</span></strong></span><!--[endif]--></span></span></a></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Satu wasaq setara dengan 60 Sho’<a name="_ftnref18" href="#_ftn18"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[18]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> dan satu Sho’ setara dengan 2,175 kg<a name="_ftnref19" href="#_ftn19"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[19]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> atau 3 kg menurut ukuran komite tetap fatwa dan penelitian Islam Saudi Arabia (Lajnah Daimah Li Al fatwa Wa Al Buhuts Al Islamiyah). Berdasarkan fatwa dan amal resmi yang berlaku di Saudi   Arabia nishob zakat hasil pertanian adalah 300X 3= 900 kg. Adapun ukuran yang dikeluarkan bila diairi dengan pengairan (menggunakan alat penyiram tanaman) 1/20 (5%) dan bila diairi dengan hujan (tadah hujan) maka 1/10 (10%). Ini berdasarkan sabda Rasululloh n :</span></p>
<h5><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">فِيْمَا سَقَتْ الأَنْهَارُ وَالغَيْمُ الْعُشُوْرُوَ فِيْمَا سُقِِيَ بِالسَّانِيَةِ نِصْفُ الْعُشُوْرِ</span></strong></h5>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;">Pada yang disirami oleh sungai dan hujan maka sepersepuluh (1/10) dan yang disirami dengan pengairan (irigasi) maka seperduapuluh (1/20).<a name="_ftnref20" href="#_ftn20"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[20]</span></strong></span><!--[endif]--></span></span></a></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Misalnya: seorang petani berhasil menuai panennya sebanyak 1000kg. Maka ukuran yang dikeluarkan bila dengan pengairan (alat siram tanaman) adalah 1000 X 1/20 = 50 kg. Bila tadah hujan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-21.25pt;margin:9pt 0 3pt 21.25pt;"><strong><span style="font-size:10pt;">4.2.5. Nishob zakat barang dagangan dan ukuran zakatnya.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Zakat barang dagangan masih diperselisihkan para ulama pensyariatannya. Menurut pendapat yang mewajibkan zakat perdagangan, nishab dan ukuran zakatnya sama dengan nishob dan ukuran zakat emas. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;"><span style="font-size:10pt;">Adapun syarat-syarat mengeluarkan zakat perdagangan sama dengan syarat-syarat yang<strong> </strong>ada pada zakat yang lain kecuali ada tambahan 3 syarat,yaitu:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:-21.3pt;"><span style="font-size:10pt;">1.<span> </span>Memilikinya dengan tidak dipaksa,seperti dengan membeli,menerima hadiah dan yang sejenisnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:-21.3pt;"><span style="font-size:10pt;">2.<span> </span>Memilikinya dengan niat untuk perdagangan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:-21.3pt;"><span style="font-size:10pt;">3.<span> </span>Nilainya telah sampai nishob.<a name="_ftnref21" href="#_ftn21"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[21]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;"><span style="font-size:10pt;">Seorang pedagang harus menghitung jumlah nilai barang dagangan dengan harga asli (beli), lalu digabungkan dengan keuntungan bersih setelah dipotong hutang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;"><span style="font-size:10pt;">Misalnya: Seorang pedagang menjumlah barang dagangannya diakhir tahun dengan jumlah totoal Rp 200.000.000. dan laba bersih sebesar Rp 50.000.000. sementara ia memiliki hutang sebesar Rp 100.000.000. maka perhitungannya adalah: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Modal – hutang : Rp 200.000.000. – Rp 100.000.00.= Rp 100.000.000. jadi jumlah harta zakat adalah Rp 100.000.000 + 50.000.000. = 150.000.000.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Zakat yang harus dibayarkan: Rp 150.000.000.X 2,5% = Rp 3.750.000.<a name="_ftnref22" href="#_ftn22"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[22]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-21.25pt;margin:9pt 0 3pt 21.25pt;"><strong><span style="font-size:10pt;">4.2.5. Nishob zakat harta karun dan ukuran zakatnya.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Zakat harta karun diwajibkan secara langsung tanpa mensyaratkan nishob dan haul, berdasarkan keumuman sabda rasululloh n :</span></p>
<h6><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">وَفِيْ الرِّكَازِ الْخُمُسُ</span></strong></h6>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;">Dalam harta karun temuan terdapat seperlima zakatnya.<a name="_ftnref23" href="#_ftn23"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[23]</span></strong></span><!--[endif]--></span></span></a></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;">4.2.4. Cara menghitung nishob.</span></strong><span style="font-size:10pt;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Dalam menghitung <em>nishab </em><span>terjadi perbedaan pendapat, yaitu pada masalah</span>: apakah yang dilihat adalah nishab selama setahun ataukah hanya dilihat pada awal dan akhir tahun saja?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Al-Imam an-Nawawy berkata, “Menurut mazhab kami (Syafii), mazhab Malik, Ahmad, dan jumhur adalah disyaratkan pada harta<span> </span>yang wajib dikeluarkan zakatnya – dan (dalam mengeluarkan zakatnya) berpatokan pada hitungan haul, seperti emas, perak, dan binatang ternak – keberadaan nishab pada semua haul (selama setahun). Maka kalau berkurang nishab tersebut pada satu ketika dari haul, maka terputuslah (hitungan) haul, dan kalau sempurna lagi setelah itu maka dimulai perhitungannya lagi ketika sempurna nishab tersebut. <a name="_ftnref24" href="#_ftn24"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[24]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> inilah pendapat yang rojih insya Allah l .</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Misalnya nishob tercapai pada bulan Muharram 1423 H lalu dibulan Rajab tahun tersebut harta berkurang dari nishobnya. Maka perhitungan dihapus. Kemudian pada bulan Romadhan harta bertambah sehingga mencapai nishob, maka dimulai lagi perhitungan pertama dari bulan Romadhon tersebut. Demikian seterusnya sampai mencapai setahun sempurna, lalu dikeluarkan zakatnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Demikian tulisan singkat ini mudah-mudahan bermanfaat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<div><!--[if !supportFootnotes]--></p>
<hr size="1" /><!--[endif]--></p>
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Hadits riwayat Al Jamaah.</p>
</div>
<div id="ftn2">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn2" href="#_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> <span>Lihat: Al-Mughniy karya Ibnu Al Qudamah 4/5</span></p>
</div>
<div id="ftn3">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn3" href="#_ftnref3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> <span>Lihat: Bidayah al-Mujtahidin 1/244</span></p>
</div>
<div id="ftn4">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn4" href="#_ftnref4"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> lihat Al Wajiz Fi Fiqhi Al Sunnah wa Al Kitabi Al Aziz karya Abduladzim bin Badawiy hal 212 dan Al Zakaat Wa Tanmiyat Al Mujtama’ karya Al Sayyid Ahmad Al Makhzanjiy hal 115.</p>
</div>
<div id="ftn5">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn5" href="#_ftnref5"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[5]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Lihat Al Zakaat Wa Tanmiyat Al Mujtama’ karya Al Sayyid Ahmad Al Makhzanjiy hal 118.</p>
</div>
<div id="ftn6">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn6" href="#_ftnref6"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[6]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Ibid hal 117-118.</p>
</div>
<div id="ftn7">
<p class="MsoBodyText" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><a name="_ftn7" href="#_ftnref7"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[7]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Lihat: Syarh al-Mumti’ ‘Ala Zaad Al Mustaqni’ karya Syeikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin 6/20</p>
</div>
<div id="ftn8">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn8" href="#_ftnref8"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[8]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> lihat Al Zakaat Wa Tanmiyat Al Mujtama’ karya Al Sayyid Ahmad Al Makhzanjiy hal 119.</p>
</div>
<div id="ftn9">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn9" href="#_ftnref9"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[9]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> <span>Lihat: Fiqh as-Sunah karya Sayyid Saabiq 1/467</span></p>
</div>
<div id="ftn10">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a name="_ftn10" href="#_ftnref10"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[10]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span style="font-size:10pt;"> </span><span style="font-size:10pt;">Hadits ini diriwayatkan dari beberapa jalan periwayatan. Diriwayatkan dari jalan periwayatan Ibnu Umar oleh At-Tirmidzy 1/123, dari jalan periwayatan ‘Aisyah oleh Ibnu Majah dalam Sunannya no. 1793, dari periwayatan Anas bin Malik oleh Al Daraquthniy dalam sunannya no. 199 dan periwayatan Ali bin Abi Tholib oleh Abu Daud dalam sunannya no. 1573. hadits ini dihasankan oleh</span><span style="font-size:10pt;"> Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albaniy dalam kitab Irwa al-Ghalil 3/254-258.</span></p>
</div>
<div id="ftn11">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn11" href="#_ftnref11"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[11]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> <span>Lihat: <span>Syarh al-Mumti’</span> 6/ 24</span></p>
</div>
<div id="ftn12">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn12" href="#_ftnref12"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[12]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> dalam syarhul mumti’(6/103),</p>
</div>
<div id="ftn13">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn13" href="#_ftnref13"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[13]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> dalam fiqhu azzakat</p>
</div>
<div id="ftn14">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn14" href="#_ftnref14"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[14]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Hadits Ali bin Abi Tholib ini diriwayatkan oleh Abu Daud dalam sunannya no.1573 dan Al Baihaqiy dalam Sunan Al Kubra 4/95. hadits ini dihasankan Syeikh AL Albaniy dalam Irwa’ Al Gholil 3/256.</p>
</div>
<div id="ftn15">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn15" href="#_ftnref15"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[15]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Hadits diriwayatkan Imam Al Bukhori dalam shohihnya.no. 1362.</p>
</div>
<div id="ftn16">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn16" href="#_ftnref16"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[16]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Hadits diriwayatkan Imam Al Bukhori dalam shohihnya.no. 1362</p>
</div>
<div id="ftn17">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn17" href="#_ftnref17"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[17]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Muttafaqun ‘Alaihi.</p>
</div>
<div id="ftn18">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn18" href="#_ftnref18"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[18]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Menurut kesepakatan, lihat penjelasan Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 3/364.</p>
</div>
<div id="ftn19">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn19" href="#_ftnref19"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[19]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Menurut hitungan Syeikh Abdullah bin Sulaiman Alimanii’ dalam makalah beliau yang berjudul Bahtsun Fi Tahwili Al Mawaaziin wa Al Makaayil Al Syari’ah Ila Al Maqaadir Al Mu’ashir dalam Majalah Buhuts Al Islamiy Edisi 59, hal. 195. sehingga menurut hitungan beliau ini, nishob zakat pertanian dan buah-buahan adalah 300 X 2,175 = 652,5 kg.</p>
</div>
<div id="ftn20">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn20" href="#_ftnref20"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[20]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Riwayat Muslim 2/673.</p>
</div>
<div id="ftn21">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn21" href="#_ftnref21"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[21]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Lihat tulisan penulis dalam majalah Assunnah edisi ../../…? Hal? (tolong carikan berjudul Fiqih Zakat).</p>
</div>
<div id="ftn22">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn22" href="#_ftnref22"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[22]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Lihat Panduan praktis menghitung zakat karya Adil Rasyad Ghanim (edisi terjemahan) hal 14.</p>
</div>
<div id="ftn23">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn23" href="#_ftnref23"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[23]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Muttafaqun ‘Alaihi, lihat Al Wajiz Fi Fiqhi Al Sunnah wa Al Kitabi Al Aziz hal 218.</p>
</div>
<div id="ftn24">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a name="_ftn24" href="#_ftnref24"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[24]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> <span style="font-size:10pt;">Dinukil oleh Sayyid Sabiq dari ucapannya dalam <em>Fiqh as-Sunnah</em> 1/468</span></p>
</div>
</div>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Abu Al Abbas Kholid bin Syamhudi.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ustadzkholid.wordpress.com/89/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ustadzkholid.wordpress.com/89/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ustadzkholid.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ustadzkholid.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ustadzkholid.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ustadzkholid.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ustadzkholid.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ustadzkholid.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ustadzkholid.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ustadzkholid.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ustadzkholid.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ustadzkholid.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ustadzkholid.wordpress.com&blog=1599601&post=89&subd=ustadzkholid&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/07/08/syarat-kewajiban-dan-cara-mengeluarkan-zakat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>ZAKAT FITRAH</title>
		<link>http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/06/17/zakat-fitrah/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/06/17/zakat-fitrah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 04:46:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ustadzkholid</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Fikih ibadah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/06/17/zakat-fitrah/</guid>
		<description><![CDATA[ 
Oleh 
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin 
 
Zakat Fitrah Berupa Uang
Soal :Bolehkah zakat fitrah ditunaikan pada awal-awal Ramadhan dan berupa uang .? 
Jawab :Mengeluarkan zakat fitrah pada awal-awal Ramadhan masih diperselisihkan ulama. Tetapi menurut pendapat terkuat tidak boleh, sebab zakat fitrah hanya bisa disebut sebagai zakat fitrah bila dilakukan di akhir Ramadhan mengingat fitri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:12pt;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:14pt;font-family:Arial;">Oleh</span><span style="font-size:12pt;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:14pt;font-family:Arial;">Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin</span><span style="font-size:12pt;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Zakat Fitrah Berupa Uang</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Soal :Bolehkah zakat fitrah ditunaikan pada awal-awal Ramadhan dan berupa uang .?</span><span style="font-size:12pt;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Jawab :Mengeluarkan zakat fitrah pada awal-awal Ramadhan masih diperselisihkan ulama. Tetapi menurut pendapat terkuat tidak boleh, sebab zakat fitrah hanya bisa disebut sebagai zakat fitrah bila dilakukan di akhir Ramadhan mengingat fitri (berbuka puasa) berada di ujung bulan. Rasul-pun memerintahkan agar zakat fitrah ditunaikan sebelum orang pergi shalat Ied. Disamping itu, ternyata para shahabat melakukannya sehari atau dua hari sebelum hari raya. Begitu pula, mengeluarkan zakat fitrah berupa uang masih diperselisihkan ulama.</span><span id="more-88"></span><span style="font-size:12pt;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Tetapi menurutku, zakat fitrah harus berupa makanan berdasarkan pernyataan Ibnu Umar berikut :</span><span style="font-size:12pt;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0.25in 0.0001pt;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">&#8220;Artinya : Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, menetapkan zakat fitrah sebesar satu sha&#8217; tamar (kurma) atau satu sha&#8217; sya&#8217;ir (gandum)&#8221;.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Abu Sa&#8217;id al-Khudry berkata :</span><span style="font-size:12pt;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0.25in 0.0001pt;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">&#8220;Artinya : Kami keluarkan zakat fitrah pada zaman Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, satu sha&#8217; makanan. Ketika itu makanan kami berupa kurma, gandum, buah zabib dan aqath (semacam mentega)&#8221;.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Dari kedua hadits diatas dapat dipetik keterangan bahwa zakat fitrah hanya dapat dipenuhi dengan makanan, sebab makanan akan lebih nampak kelihatannya oleh seluruh anggota keluarga yang ada. Lain halnya jika berupa uang yang bisa disembunyikan oleh sipenerimanya sehingga tak terlihat syi&#8217;arnya bahkan akan berkurang nilainya.</span><span style="font-size:12pt;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Mengikuti cara yang ditetapkan agama (syara&#8217;) adalah yang terbaik dan penuh berkah. Namun ada saja yang mengatakan bahwa zakat fitrah berupa makanan kurang bermanfa&#8217;at bagi si fakir. Tetapi perlu diingat bahwa makanan apapun akan bermanfaat bagi yang benar-benar fakirnya.</span><span style="font-size:12pt;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Zakat Fitrah Berupa Uang Tunai</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Soal : Bolehkah zakat fitrah dengan uang dan apa alasan hukumnya .?</span><span style="font-size:12pt;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Jawab :</span><span style="font-size:12pt;" lang="EN-GB"> </span><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Zakat fitrah hanya boleh berupa makanan saja, tidak boleh dengan harganya (uang). Sebab Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam telah menetapkan zakat fitrah satu sha&#8217; berupa makanan, buah kurma atau gandum sebagaimana yang diterangkan dalam hadits Ibnu Umar dan hadits Sa&#8217;id al-Khudry dalam bahasan sebelumnya.</span><span style="font-size:12pt;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Karena itu, seseorang tak boleh mengeluarkan zakat fitrah berupa uang dirham, pakaian atau hamparan (tikar). Zakat fitrah mesti ditunaikan sesuai dengan apa yang diterangkan Allah melalui sabda rasul-Nya. Tak bisa dijadikan dasar hukum adanya sikap sebagian orang yang menganggap baik zakat fitrah dengan uang, sebab syara&#8217; tidak akan pernah tunduk kepada otak manusia. Syara&#8217; itu berasal dari Yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui, Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala.</span><span style="font-size:12pt;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Jika zakat fitrah telah ditetapkan melalui sabda Rasul Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, berupa satu sha&#8217; makanan, maka kertentuan tersebut mesti kita patuhi. Jika ada seseorang yang menganggap baik sesuatu yang menyalahi syara&#8217;, hendaknya ia menganggap bahwa putusan otaknya itulah yang jelek.</span><span style="font-size:12pt;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Dipaksa Mengeluarkan Zakat Fitrah Dengan Uang</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Soal : Bagaimana hukumnya orang dipaksa mengeluarkan zakat fitrah harus dengan uang dan apakah hal ini memenuhi kewajibannya .?</span><span style="font-size:12pt;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Jawab :</span><span style="font-size:12pt;" lang="EN-GB"> </span><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Yang jelas menurut kami, hendaklah ia mengeluarkannya jangan sampai terlihat menentang pengurus setempat. Namun di samping itu, untuk menjaga keutuhan hubungan dengan Allah, hendaklah mengeluarkan fitrah sesuai dengan perintah Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, berupa satu sha&#8217; makanan, sebab tuntunan pengurus setempat tidak sejalan dengan perintah syara&#8217;.</span><span style="font-size:12pt;" lang="EN-GB"> </s